alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi

SUNGAI RAYA — Upaya menekan kematian ibu, bayi, balita dan stunting di Kubu Raya menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kubu Raya. Untuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita tersebut, Bupati Kubu Raya mengimbau setiap ibu hamil di kabupaten ini bisa lebih disiplin memeriksakan kehamilan, terutama dengan menggunakan alat ultrasonografi yang tersedia di setiap Puskesmas Kubu Raya.

“Untuk mengetahui perkembangan bayi dan kesehatan sang ibu, diharapkan semua ibu hamil di Kubu Raya harus memeriksakan kehamilannya dengan USG yang kini telah tersedia di 20 puskesmas di seluruh Kubu Raya. Pelayanan ini diberikan secara cuma-cuma atau gratis,”kata Muda saat meninjau pelayanan kehamilan di Balai Pelayanan KB Desa Selat Remis Kecamatan Teluk Pakedai, Selasa (18/2).

Kata Muda, adanya USG portabel di setiap Puskesmas kecamatan, secara tak langsung membuat segala hal yang berkaitan dengan kehamilan termasuk kondisi bayi dalam kandungan dapat diketahui sejak awal. Sebab USG memiliki akurasi tinggi dalam pemeriksaan. Sehingga kondisi kesehatan calon bayi dapat dideteksi.

“Dengan USG, kondisi bayi dalam kandungan seperti, panjang, berat, usia kehamilan, hingga prediksi tanggal kelahiran bisa diketahui. Bahkan detak jantung pun bisa jelas termasuk posisi tubuh calon bayi juga bisa diketahui,” jelasnya.

Baca Juga :  Berikan Kebutuhan Pokok bagi Perajin Lokal

Pantauan di lapangan hingga saat ini antusias para ibu hamil memeriksakan kehamilannya menggunakan USG di Kubu Raya sangat baik. Muda menilai  pemeriksaan USG sangat penting untuk mengetahui secara jelas kondisi kesehatan ibu dan bayi yang dikandung. Dengan begitu, indikasi stunting dan risiko-risiko lainnya termasuk kematian ibu dan bayi dapat ditekan.

“Ini salah satu potret kesungguhan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam mengejar standar pelayanan minimal atau SPM dan peningkatan derajat kesehatan rakyat. Hal itu penting demi perbaikan indeks pembangunan manusia atau IPM. Demi menyiapkan sumber daya manusia berkualitas bagi masa depan di republik ini,” ungkapnya.

Muda menerangkan, sumber daya manusia berkualitas dimulai pada seribu hari pertama kehidupan. Yakni dari bayi dalam kandungan sampai lahir dan proses tumbuh.

“Sebab semua problem berawal dari persoalan sumber daya manusia, dan itu dimulai dari anak dalam kandungan,” terangnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, adanya USG portabel di seluruh puskesmas kecamatan membuat dua desa yakni Parit Baru dan Teluk Kapuas berinisiatif  untuk membeli sendiri USG portabel. Sebab kedua desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak.

“Melihat ada 20 puskesmas yang dibelikan USG, maka ada dua desa yang siap untuk juga membeli alat ini. Sehingga mereka bisa menggunakan sendiri. Karena penduduknya memang banyak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Semangat Personel Satgas TMMD Reguler Ke-111 Di Tengah Pandemi Covid-19

Muda menambahkan, pemeriksaan ibu hamil juga diperkuat dengan program inovasi layanan kesehatan jemput bola bertajuk Selasa-Jumat (Salju) Terpadu. Yaitu kunjungan petugas kesehatan setiap hari Selasa dan Jumat. Menurutnya, problem kesehatan masyarakat harus diatasi dengan melibatkan semua pihak.

“Langkah menyediakan layanan USG ini dijalankan bersamaan dengan program Salju (Selasa-Jumat) Terpadu, yakni program inovasi layanan kesehatan dengan cara proaktif jemput bola, di mana petugas-petugas puskesmas yang menyerang langsung ke sasaran ibu hamil, balita, dan pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular,” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar saat melakukan konferensi video di Kantor Bupati Kubu Raya bersama Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi  upaya Pemerintah Kubu Raya yang memfasilitasi penyediaan USG portable bagi semua puskesmas kecamatan se-Kubu Raya. Kebijakan itu disebutnya sebagai sebuah inovasi penting. Karena dapat menekan angka kematian ibu, bayi, balita, dan angka stunting yang kini juga menjadi fokus pemerintah.

“Program pemberian USG portabel di Kabupaten Kubu Raya nanti akan kami kampanyekan lebih luas, salah satunya betujuan pencegahan dini terhadap stunting,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA — Upaya menekan kematian ibu, bayi, balita dan stunting di Kubu Raya menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kubu Raya. Untuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu, bayi dan balita tersebut, Bupati Kubu Raya mengimbau setiap ibu hamil di kabupaten ini bisa lebih disiplin memeriksakan kehamilan, terutama dengan menggunakan alat ultrasonografi yang tersedia di setiap Puskesmas Kubu Raya.

“Untuk mengetahui perkembangan bayi dan kesehatan sang ibu, diharapkan semua ibu hamil di Kubu Raya harus memeriksakan kehamilannya dengan USG yang kini telah tersedia di 20 puskesmas di seluruh Kubu Raya. Pelayanan ini diberikan secara cuma-cuma atau gratis,”kata Muda saat meninjau pelayanan kehamilan di Balai Pelayanan KB Desa Selat Remis Kecamatan Teluk Pakedai, Selasa (18/2).

Kata Muda, adanya USG portabel di setiap Puskesmas kecamatan, secara tak langsung membuat segala hal yang berkaitan dengan kehamilan termasuk kondisi bayi dalam kandungan dapat diketahui sejak awal. Sebab USG memiliki akurasi tinggi dalam pemeriksaan. Sehingga kondisi kesehatan calon bayi dapat dideteksi.

“Dengan USG, kondisi bayi dalam kandungan seperti, panjang, berat, usia kehamilan, hingga prediksi tanggal kelahiran bisa diketahui. Bahkan detak jantung pun bisa jelas termasuk posisi tubuh calon bayi juga bisa diketahui,” jelasnya.

Baca Juga :  Kubu Raya Tantang Sambas di Final Sepak Bola Popda Kalbar

Pantauan di lapangan hingga saat ini antusias para ibu hamil memeriksakan kehamilannya menggunakan USG di Kubu Raya sangat baik. Muda menilai  pemeriksaan USG sangat penting untuk mengetahui secara jelas kondisi kesehatan ibu dan bayi yang dikandung. Dengan begitu, indikasi stunting dan risiko-risiko lainnya termasuk kematian ibu dan bayi dapat ditekan.

“Ini salah satu potret kesungguhan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam mengejar standar pelayanan minimal atau SPM dan peningkatan derajat kesehatan rakyat. Hal itu penting demi perbaikan indeks pembangunan manusia atau IPM. Demi menyiapkan sumber daya manusia berkualitas bagi masa depan di republik ini,” ungkapnya.

Muda menerangkan, sumber daya manusia berkualitas dimulai pada seribu hari pertama kehidupan. Yakni dari bayi dalam kandungan sampai lahir dan proses tumbuh.

“Sebab semua problem berawal dari persoalan sumber daya manusia, dan itu dimulai dari anak dalam kandungan,” terangnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, adanya USG portabel di seluruh puskesmas kecamatan membuat dua desa yakni Parit Baru dan Teluk Kapuas berinisiatif  untuk membeli sendiri USG portabel. Sebab kedua desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak.

“Melihat ada 20 puskesmas yang dibelikan USG, maka ada dua desa yang siap untuk juga membeli alat ini. Sehingga mereka bisa menggunakan sendiri. Karena penduduknya memang banyak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Muda menambahkan, pemeriksaan ibu hamil juga diperkuat dengan program inovasi layanan kesehatan jemput bola bertajuk Selasa-Jumat (Salju) Terpadu. Yaitu kunjungan petugas kesehatan setiap hari Selasa dan Jumat. Menurutnya, problem kesehatan masyarakat harus diatasi dengan melibatkan semua pihak.

“Langkah menyediakan layanan USG ini dijalankan bersamaan dengan program Salju (Selasa-Jumat) Terpadu, yakni program inovasi layanan kesehatan dengan cara proaktif jemput bola, di mana petugas-petugas puskesmas yang menyerang langsung ke sasaran ibu hamil, balita, dan pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular,” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar saat melakukan konferensi video di Kantor Bupati Kubu Raya bersama Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi  upaya Pemerintah Kubu Raya yang memfasilitasi penyediaan USG portable bagi semua puskesmas kecamatan se-Kubu Raya. Kebijakan itu disebutnya sebagai sebuah inovasi penting. Karena dapat menekan angka kematian ibu, bayi, balita, dan angka stunting yang kini juga menjadi fokus pemerintah.

“Program pemberian USG portabel di Kabupaten Kubu Raya nanti akan kami kampanyekan lebih luas, salah satunya betujuan pencegahan dini terhadap stunting,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/