alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Evaluasi dan Optimalisasi Penanganan Covid-19 di Perbatasan

SUNGAI RAYA – Panglima Kodam (Pangdam) XII Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan dalam upaya optimalisasi Satgas Penanganan Covid-19 di wilayah perbatasan, sangat penting dilakukan evaluasi bersama guna mempercepat penanganan Covid-19 dan pemulangan Pekerja Migra Indonesia (PMI) dari wilayah perbatasan.

“Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini kita juga perlu membahas dan mengevaluasi langkah-langkah yang telah kita ambil selama ini dalam penanganan PMI di perbatasan Kalimantan Barat guna memperoleh hasil yang lebih efektif dan optimal,” kata Pangdam, Senin (19/4)  di Aula Sudirman Makodam XII Tanjungpura, saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Satuan Tugas Khusus Penanganan Covid-19 di Perbatasan wilayah Kalimantan Barat.

Di kesempatan yang sama, Pangdam mengutarakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi telah membentuk Satgas Penanganan Covid-19 di perbatasan negara. Satgas tersebut, menurut dia, dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 250 Tahun 2021, tentang Pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 di Perbatasan Negara, pada hari Sabtu, tanggal 19 Maret 2021.

Baca Juga :  Laboratorium SIMI Untan Berkontribusi Tangani Covid-19

“Dan menunjuk Pangdam XII Tanjungpura sebagai ketua, dengan harapan Satgas ini bisa terkoordinasi dalam satu komando,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu tujuan utama dibentuknya Satgas penanganan Covid-19 di kawasan perbatasan yakni untuk mengendalikan bertambahnya kasus Covid-19 khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

“Di sisi lain Satgas ini juga berperan melayani warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang masuk wilayah Kalbar dari negara tetangga, Malaysia, dengan melaksanakan 8 langkah pemeriksaan PMI di PLBN,” jelasnya.

Pangdam juga mengajak Satgas Covid-19 dan semua elemen untuk tetap melaksanakan edukasi dan sosialisasi yang sudah ditetapkan seperti 3T, dan 3M menjadi 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. “Selama Covid belum ada obatnya, kita belum menang dan ancaman masih ada disekitarnya. Karenanya, mari kita semua selalu waspada, walaupun sudah mendapat vaksin masih bisa terkena. Untuk itu kita harus patuh dan taat serta disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada pada waktu kapanpun dan kegiatan apapun,” tutup Pangdam. (ash)

SUNGAI RAYA – Panglima Kodam (Pangdam) XII Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan dalam upaya optimalisasi Satgas Penanganan Covid-19 di wilayah perbatasan, sangat penting dilakukan evaluasi bersama guna mempercepat penanganan Covid-19 dan pemulangan Pekerja Migra Indonesia (PMI) dari wilayah perbatasan.

“Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini kita juga perlu membahas dan mengevaluasi langkah-langkah yang telah kita ambil selama ini dalam penanganan PMI di perbatasan Kalimantan Barat guna memperoleh hasil yang lebih efektif dan optimal,” kata Pangdam, Senin (19/4)  di Aula Sudirman Makodam XII Tanjungpura, saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Satuan Tugas Khusus Penanganan Covid-19 di Perbatasan wilayah Kalimantan Barat.

Di kesempatan yang sama, Pangdam mengutarakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi telah membentuk Satgas Penanganan Covid-19 di perbatasan negara. Satgas tersebut, menurut dia, dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 250 Tahun 2021, tentang Pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 di Perbatasan Negara, pada hari Sabtu, tanggal 19 Maret 2021.

Baca Juga :  Rusman Ali Kembali Maju Kandidat Bupati Kubu Raya

“Dan menunjuk Pangdam XII Tanjungpura sebagai ketua, dengan harapan Satgas ini bisa terkoordinasi dalam satu komando,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu tujuan utama dibentuknya Satgas penanganan Covid-19 di kawasan perbatasan yakni untuk mengendalikan bertambahnya kasus Covid-19 khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

“Di sisi lain Satgas ini juga berperan melayani warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang masuk wilayah Kalbar dari negara tetangga, Malaysia, dengan melaksanakan 8 langkah pemeriksaan PMI di PLBN,” jelasnya.

Pangdam juga mengajak Satgas Covid-19 dan semua elemen untuk tetap melaksanakan edukasi dan sosialisasi yang sudah ditetapkan seperti 3T, dan 3M menjadi 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. “Selama Covid belum ada obatnya, kita belum menang dan ancaman masih ada disekitarnya. Karenanya, mari kita semua selalu waspada, walaupun sudah mendapat vaksin masih bisa terkena. Untuk itu kita harus patuh dan taat serta disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada pada waktu kapanpun dan kegiatan apapun,” tutup Pangdam. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/