alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

SUNGAI RAYA — Kendati dalam beberapa waktu belakangan kasus konfirmasi Covid-19 secara umum termasuk di Kubu Raya sudah menurun, namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kubu Raya, menyerukan kepada umat islam khususnya di wilayah Kubu Raya untuk tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan keagamaan termasuk dalam menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam.

Ketua MUI Kubu Raya, Zamroni Hasan juga mengajak umat muslim di Kubu Raya untuk menjadikan peringatan maulid Rasulullah sebagai momentum  muhasabah diri akan kecintaan kepada Rasululah.

“Mari sama-sama kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini untuk muhasabah diri akan kecintaan, kedekatan dan kepatuhan kita dalam menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan bagi kehidupan. Di sisi lain, mengingat pandemi Covid-19 ini belum berakhir, mari.kita sama-sama untuk terus saling mengingatkan terhadap disiplin protokol kesehatan sebagai salah satu ikhtiar bersama dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap Ketua MUI Kubu Raya, Ahmad Zahroni Hasan kepada wartawan Rabu (20/10) di Sungai Raya.

Kendati mengetahui hingga saat ini angka kasus konfirmasi Covid-19 secara bertahap sudah menurun, namun kata Zamroni pihaknya belum mempunyai rencana terkait perayaan maulid tahun ini di Kubu Raya. “Untuk rencana terkait maulid, kami sampai saat ini belum memikirkannya. Namun bagi warga yang berada di zona hijau dan sejenisnya dan ingin menggelar perayaan maulid nabi, kami kembali mengingatkan agar harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Berkenalan dengan Pabrik Pakan Ikan Mini Pokdakan Karya Baru

Disinggung mengenai libur terkait Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya jatuh pada 12 Rabiul Awal 1443 H atau Selasa (19/10) 2021, namun digeser pemerintah ke hari Rabu, menurutnya hal itu berkaitan dengan penanganan penyebaran Covid-19.

Meski begitu lanjut Zamroni, di dalam perayaan maulid di tengah kondisi pandemi seperti saat ini MUI pusat menjelaskan bahwa tidak ada aturan khusus yang mengatur tentang pelaksanaannya.

Wakil Ketua MUI Kubu Raya, Anwar Abbas menambahkan, secara khusus MUI tidak membuat panduan khusus tentang penyelenggaraan Maulid Nabi di tahun 2021 ini.

“Tetapi itu akan bisa didapat dari fatwa-fatwa MUI yang ada terutama menyangkut Fatwa MUI Nomor 14 MUI Tahun 2020,” jelas Anwar Abbas.

Anwar Abbas menambahkan di daerah-daerah yang tingkat penularannya sudah bisa terkendali, maka umat Islam diperbolehkan melaksanakan kegiatan di masjid seperti salat berjamaah, Maulid dan lainnya dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Warga Kumpai Raya Terima Bantuan Beras

“Penerapan protokol kesehatan penting kita lakukan sebagai upaya pencegahan supaya jangan muncul kembali kluster dan gelombang penularan baru,” ucap Anwar Abbas.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kubu Raya, Abang Darmawansyah mengatakan

saat ini data perkembangan kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya sudah jauh menurun jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Kendati kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya cenderung menurun namun kata Abang pihaknya akan terus mengoptimalkan upaya penanganan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kubu Raya dengan menginstruksikan beberapa pesan kunci yang harus dilakukan semua tenaga kesehatan yang ada di setiap Puskesmas Kubu Raya.

“Pesan kunci yang saya maksud yakni 3 Testing, Tracing dan Treatment harus tetap dilaksnakan sesuai dengan target masing-masing Puskesmas. Imbauan atau ajakan mengingatkan masyarakat untuk penerapan disiplin protokol kesehatan juga harus tetap dilakukan termasuk mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi disetiap wilayah kerja Puskesmas masing-masing. Hal ini penting penting dilakukan, karena merupakan salah satu kunci suksesnya penanganan Covid-19 yang masih berlansung hingga saat ini,” ucap Abang. (ash)

SUNGAI RAYA — Kendati dalam beberapa waktu belakangan kasus konfirmasi Covid-19 secara umum termasuk di Kubu Raya sudah menurun, namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kubu Raya, menyerukan kepada umat islam khususnya di wilayah Kubu Raya untuk tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan keagamaan termasuk dalam menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam.

Ketua MUI Kubu Raya, Zamroni Hasan juga mengajak umat muslim di Kubu Raya untuk menjadikan peringatan maulid Rasulullah sebagai momentum  muhasabah diri akan kecintaan kepada Rasululah.

“Mari sama-sama kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini untuk muhasabah diri akan kecintaan, kedekatan dan kepatuhan kita dalam menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan bagi kehidupan. Di sisi lain, mengingat pandemi Covid-19 ini belum berakhir, mari.kita sama-sama untuk terus saling mengingatkan terhadap disiplin protokol kesehatan sebagai salah satu ikhtiar bersama dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap Ketua MUI Kubu Raya, Ahmad Zahroni Hasan kepada wartawan Rabu (20/10) di Sungai Raya.

Kendati mengetahui hingga saat ini angka kasus konfirmasi Covid-19 secara bertahap sudah menurun, namun kata Zamroni pihaknya belum mempunyai rencana terkait perayaan maulid tahun ini di Kubu Raya. “Untuk rencana terkait maulid, kami sampai saat ini belum memikirkannya. Namun bagi warga yang berada di zona hijau dan sejenisnya dan ingin menggelar perayaan maulid nabi, kami kembali mengingatkan agar harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Santri Nasional, Ajak Santri Edukasi Disiplin Prokes dan Vaksinasi

Disinggung mengenai libur terkait Maulid Nabi Muhammad SAW yang sebenarnya jatuh pada 12 Rabiul Awal 1443 H atau Selasa (19/10) 2021, namun digeser pemerintah ke hari Rabu, menurutnya hal itu berkaitan dengan penanganan penyebaran Covid-19.

Meski begitu lanjut Zamroni, di dalam perayaan maulid di tengah kondisi pandemi seperti saat ini MUI pusat menjelaskan bahwa tidak ada aturan khusus yang mengatur tentang pelaksanaannya.

Wakil Ketua MUI Kubu Raya, Anwar Abbas menambahkan, secara khusus MUI tidak membuat panduan khusus tentang penyelenggaraan Maulid Nabi di tahun 2021 ini.

“Tetapi itu akan bisa didapat dari fatwa-fatwa MUI yang ada terutama menyangkut Fatwa MUI Nomor 14 MUI Tahun 2020,” jelas Anwar Abbas.

Anwar Abbas menambahkan di daerah-daerah yang tingkat penularannya sudah bisa terkendali, maka umat Islam diperbolehkan melaksanakan kegiatan di masjid seperti salat berjamaah, Maulid dan lainnya dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Berangkatkan 84 Personel Apter ke Indonesia Timur

“Penerapan protokol kesehatan penting kita lakukan sebagai upaya pencegahan supaya jangan muncul kembali kluster dan gelombang penularan baru,” ucap Anwar Abbas.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kubu Raya, Abang Darmawansyah mengatakan

saat ini data perkembangan kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya sudah jauh menurun jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya.

Kendati kasus konfirmasi Covid-19 di Kubu Raya cenderung menurun namun kata Abang pihaknya akan terus mengoptimalkan upaya penanganan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kubu Raya dengan menginstruksikan beberapa pesan kunci yang harus dilakukan semua tenaga kesehatan yang ada di setiap Puskesmas Kubu Raya.

“Pesan kunci yang saya maksud yakni 3 Testing, Tracing dan Treatment harus tetap dilaksnakan sesuai dengan target masing-masing Puskesmas. Imbauan atau ajakan mengingatkan masyarakat untuk penerapan disiplin protokol kesehatan juga harus tetap dilakukan termasuk mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi disetiap wilayah kerja Puskesmas masing-masing. Hal ini penting penting dilakukan, karena merupakan salah satu kunci suksesnya penanganan Covid-19 yang masih berlansung hingga saat ini,” ucap Abang. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/