alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kembangkan Padi Zinc di Kecamatan

SUNGAI RAYA – Dalam waktu dekat Pemerintah Kubu Raya akan melakukan pengembangan padi zinc disemua kecamatan Kubu Raya. Pengembangan padi yang sebelumnya telah ditanam areal persawahan Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap ini merupakan tindaklanjut kerjasama denga Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian.

“Kami akan kembangkan di seluruh kecamatan. Setidaknya di seluruh titik persawahan itu ada penanaman bibit nutri zinc ini. Sebelumnya dari pihak BPTP sudah melakukan dan kami akan melakukan perbenihannya di tiap-tiap kecamatan supaya lebih cepat dan lebih banyak lagi stok beras yang mengandung nutrisi ini,” kata Muda Mahendrawan, Sabtu (20/6) di Sungai Raya.

Padi bernama lengkap Inpari IR Nutri Zinc merupakan varietas padi pertama yang memiliki kandungan unsur zinc atau seng. Yitu salah satu mineral yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan jaringan tubuh.

Baca Juga :  Panen Raya Kepiting Bakau di Batu Ampar

Penanaman padi yang dilakukan pada Agustus 2019 oleh Menteri Pertanian ini kata Muda, merupakan satu di antara cara mengatasi persoalan stunting. Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini ingin mengembangkan padi zinc di Kubu Raya mengingat kandungannya yang dapat mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi.

Di sisi lain, padi zinc dinilai juga relevan dengan kondisi pandemi Covid-19 di mana dengan mengonsumsi padi tersebut kualitas kesehatan tubuh akan meningkat. Sehingga imunitas juga terbangun dengan baik untuk menangkal infeksi Covid-19.  “Jeni padi ini akan dikembangkan karena kita tidak boleh melupakan soal stunting. Memang pandemi sangat mendesak saat ini, tapi tentu persoalan angka kematian ibu dan kematian bayi serta stunting ini juga sangat mendasar dan tetap menjadi prioritas juga. Nah, otomatis kita juga berusaha untuk sekaligus memperkuat imunitas tubuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Pertanian Gambut Terkendala Pemasaran

Menurutnya, stunting tidak sekadar berdampak pada ukuran tubuh. Pengaruh yang lebih jauh adalah pertumbuhan otak yang lambat.

“Upaya memperkuat pencegahan stunting ini memang telah menjadi perhatian kami sejak dulu,” ucapnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini pemerintah terus gencar stunting mengatasi masalah stunting lantarain berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Pada 2019, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Benih Padi telah meluncurkan Inpari IR Nutri Zincsebagai produk biofortifikasi dan menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting. Kalimantan Barat sendiri menjadi salah satu dari sembilan provinsi target penanaman padi zinc. Adapun delapan provinsi lainnya yaitu Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua. (ash)

 

SUNGAI RAYA – Dalam waktu dekat Pemerintah Kubu Raya akan melakukan pengembangan padi zinc disemua kecamatan Kubu Raya. Pengembangan padi yang sebelumnya telah ditanam areal persawahan Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap ini merupakan tindaklanjut kerjasama denga Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian.

“Kami akan kembangkan di seluruh kecamatan. Setidaknya di seluruh titik persawahan itu ada penanaman bibit nutri zinc ini. Sebelumnya dari pihak BPTP sudah melakukan dan kami akan melakukan perbenihannya di tiap-tiap kecamatan supaya lebih cepat dan lebih banyak lagi stok beras yang mengandung nutrisi ini,” kata Muda Mahendrawan, Sabtu (20/6) di Sungai Raya.

Padi bernama lengkap Inpari IR Nutri Zinc merupakan varietas padi pertama yang memiliki kandungan unsur zinc atau seng. Yitu salah satu mineral yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan jaringan tubuh.

Baca Juga :  Ajak Pemerintah Kawal Ketahanan Pangan

Penanaman padi yang dilakukan pada Agustus 2019 oleh Menteri Pertanian ini kata Muda, merupakan satu di antara cara mengatasi persoalan stunting. Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini ingin mengembangkan padi zinc di Kubu Raya mengingat kandungannya yang dapat mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi.

Di sisi lain, padi zinc dinilai juga relevan dengan kondisi pandemi Covid-19 di mana dengan mengonsumsi padi tersebut kualitas kesehatan tubuh akan meningkat. Sehingga imunitas juga terbangun dengan baik untuk menangkal infeksi Covid-19.  “Jeni padi ini akan dikembangkan karena kita tidak boleh melupakan soal stunting. Memang pandemi sangat mendesak saat ini, tapi tentu persoalan angka kematian ibu dan kematian bayi serta stunting ini juga sangat mendasar dan tetap menjadi prioritas juga. Nah, otomatis kita juga berusaha untuk sekaligus memperkuat imunitas tubuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Melek Data Tanda Petani Cerdas

Menurutnya, stunting tidak sekadar berdampak pada ukuran tubuh. Pengaruh yang lebih jauh adalah pertumbuhan otak yang lambat.

“Upaya memperkuat pencegahan stunting ini memang telah menjadi perhatian kami sejak dulu,” ucapnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini pemerintah terus gencar stunting mengatasi masalah stunting lantarain berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Pada 2019, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Benih Padi telah meluncurkan Inpari IR Nutri Zincsebagai produk biofortifikasi dan menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting. Kalimantan Barat sendiri menjadi salah satu dari sembilan provinsi target penanaman padi zinc. Adapun delapan provinsi lainnya yaitu Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Papua. (ash)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/