alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Usulan PAW Akhmadsyah, KPU Kubu Raya Lakukan Klarifikasi

SUNGAI RAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubu Raya, memastikan hingga saat ini belum menyampaikan surat pemberitahuan ke DPRD Kubu Raya terkait nama Pengganti Antar Waktu (PAW) Akhmadsyah dari Fraksi Partai Gerindra yang telah meninggal.

Ketua KPU Kubu Raya, Karyadi mengatakan, pihaknya masih melakukan penelitian dan klarifikasi atas tanggapan yang disampaikan masyarakat terhadap status Budi Sulistia yang diusulkan Partai Gerindra Kubu Raya.

Dia menuturkan, karena ada tanggapan masyarakat pihaknya memutuskan untuk menunda menggelar rapat pleno.

“Jadi, sampai hari ini kami belum menyebutkan nama ke DPRD kubu Raya karena kami belum pleno. Sebab masih melakukan penelitian dan klarifikasi,” kata Karyadi, kemarin.

Karyadi mengakui, pihaknya memang telah menerima surat permintaan nama dari DPRD Kubu Raya untuk PAW Akhmadsyah pada Selasa 13 September 2022 lalu. Dimana berdasarkan aturan KPU, ada waktu lima hari untuk meneliti berkas yang disampaikan Partai Gerindra atas nama Budi Sulistia.

Baca Juga :  KPU Masih Tunggu BRPK dari MK

“Akan tetapi, pada Jumat 16 September kami menerima tanggapan dari masyarakat. Yang menyebutkan Budi Sulistia dari Partai Gerindra telah pindah ke Partai Ummat dengan berbagai bukti-bukti lengkap,” ungkapnya.

Dikarenakan adanya tanggapan itu, lanjut Karyadi, maka pihaknya melakukan klarifikasi ke Partai Gerindra Kubu Raya dan Budi Sulistia.

“Partai Gerindra memastikan Budi Sulistia bukan kader Partai Ummat,” terangnya.

Karyadi mengatakan, memang nama Budi Sulistia pernah tercantum di surat keputusan Partai Ummat. Akan tetapi pengakuan mereka sudah klarifikasi ke Partai Ummat, nama Budi sudah tidak ada lagi karena sudah direvisi Partai Ummat.

Karyadi menjelaskan, karena adanya tanggapan masyarakat, sehingga waktu yang diberikan lima hari tersebut diperpanjang hingga Selasa 20 September dan KPU belum bisa menetapkan satu nama.

Baca Juga :  Wadahi Pecinta Menembak di┬áTASC

“Setelah klarifikasi selesai, maka baru bisa disampaikan nama ke DPRD Kubu Raya,” ucapnya.

Karyadi mengatakan, soal kader pindah ke partai lain itu merupakan internal partai yang mungkin telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pihaknya tidak masuk ke ranah tersebut. KPU hanya mengacu pada Peraturan KPU Nomor 6 tentang mekanisme PAW yaitu untuk suara terbanyak kedua.

“Akan tetapi yang kedua ini bisa terlewatkan jika meninggal atau jika ada bukti pemecatan dari partai,” pungkas Karyadi. (adg)

SUNGAI RAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubu Raya, memastikan hingga saat ini belum menyampaikan surat pemberitahuan ke DPRD Kubu Raya terkait nama Pengganti Antar Waktu (PAW) Akhmadsyah dari Fraksi Partai Gerindra yang telah meninggal.

Ketua KPU Kubu Raya, Karyadi mengatakan, pihaknya masih melakukan penelitian dan klarifikasi atas tanggapan yang disampaikan masyarakat terhadap status Budi Sulistia yang diusulkan Partai Gerindra Kubu Raya.

Dia menuturkan, karena ada tanggapan masyarakat pihaknya memutuskan untuk menunda menggelar rapat pleno.

“Jadi, sampai hari ini kami belum menyebutkan nama ke DPRD kubu Raya karena kami belum pleno. Sebab masih melakukan penelitian dan klarifikasi,” kata Karyadi, kemarin.

Karyadi mengakui, pihaknya memang telah menerima surat permintaan nama dari DPRD Kubu Raya untuk PAW Akhmadsyah pada Selasa 13 September 2022 lalu. Dimana berdasarkan aturan KPU, ada waktu lima hari untuk meneliti berkas yang disampaikan Partai Gerindra atas nama Budi Sulistia.

Baca Juga :  KPU Melawi Tetapkan Dadi-Kluisen Unggul

“Akan tetapi, pada Jumat 16 September kami menerima tanggapan dari masyarakat. Yang menyebutkan Budi Sulistia dari Partai Gerindra telah pindah ke Partai Ummat dengan berbagai bukti-bukti lengkap,” ungkapnya.

Dikarenakan adanya tanggapan itu, lanjut Karyadi, maka pihaknya melakukan klarifikasi ke Partai Gerindra Kubu Raya dan Budi Sulistia.

“Partai Gerindra memastikan Budi Sulistia bukan kader Partai Ummat,” terangnya.

Karyadi mengatakan, memang nama Budi Sulistia pernah tercantum di surat keputusan Partai Ummat. Akan tetapi pengakuan mereka sudah klarifikasi ke Partai Ummat, nama Budi sudah tidak ada lagi karena sudah direvisi Partai Ummat.

Karyadi menjelaskan, karena adanya tanggapan masyarakat, sehingga waktu yang diberikan lima hari tersebut diperpanjang hingga Selasa 20 September dan KPU belum bisa menetapkan satu nama.

Baca Juga :  Babinsa Desa Kuala Mandor B Cek Kondisi Jalan

“Setelah klarifikasi selesai, maka baru bisa disampaikan nama ke DPRD Kubu Raya,” ucapnya.

Karyadi mengatakan, soal kader pindah ke partai lain itu merupakan internal partai yang mungkin telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Pihaknya tidak masuk ke ranah tersebut. KPU hanya mengacu pada Peraturan KPU Nomor 6 tentang mekanisme PAW yaitu untuk suara terbanyak kedua.

“Akan tetapi yang kedua ini bisa terlewatkan jika meninggal atau jika ada bukti pemecatan dari partai,” pungkas Karyadi. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/