alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Upaya Penyelamatan Crash Team Lanud Supadio

SUNGAI RAYA — Lanud Supadio, baru-baru ini menggelar latihan Crash Team di taxy way (E/F) Lanud Supadio. Latihan ini sebagai upaya aksi penyelamatan pesawat yang mengalami accident/incident, untuk menghindari kerugian yang lebih besar baik personel dan materiil.

Adapun unsur Satpom, Intelijen, dan Penerangan Lanud Supadio melaksanakan fungsi tugas pengamanan alutsista dan mencegah kebocoran informasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang melihat atau mengupload terjadinya peristiwa tersebut, dalam latihan Crash Team ini jumlah personel yang terlibat sedikitnya 50 orang.

“Dengan diselenggarakannya latihan ini secara objektif, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan Crash Team Lanud Supadio dalam penanganan accident/incident pesawat Hawk-100/200 milik Skadron Udara I, merefresh dan meningkatkan kemampuan personel yang terlibat, seperti unsur SAR Paskhas, unsur medis, unsur Base Operation, unsur Pemadam Kebakaran dan unsur Pengamanan, kemudian, dapat menyiapkan seluruh personel tersebut dan siap melaksanakan tugasnya apabila terjadi accident/incident di wilayah Lanud Supadio,” kaya Kasiopslat Lanud Supadio Letkol Pnb. Leo Dumatubun di Sungai Raya.

Baca Juga :  Jalan Darit-Sidas Tergenang Banjir, Sepeda Motor Tak Bisa Melintas

Leo menambahkan latihan crash team ini dilaksanakan langsung di lapangan, dengan skenario latihan yaitu simulasi pesawat Hawk Skadron Udara I mengalami hyd fail, anti skid fail diikuti fire warning light menyala, setelah landing di runway 15 hard breaking menyebabkan R/Main Whell deflated sehingga menyebabkan runway block dan pilot mengalami memar.

Lebih jelasnya di dalam latihan tersebut lanjutnya diawali berita informasi dari Base Operation Dinas Operasi bahwa ada kejadian pesawat Hawk yang telah mengalami kecelakaan accident/incident kemudian sebagian pesawat terbakar, maka diperlukan reaksi cepat atau penanganan penyelamatan, “Dalam situasi tersebut yang pertama dilakukan adalah tetap mengutamakan fungsi Safety setiap unsur penugasan Crash team, dengan diawali fungsi tugas unsur Pemadam Kebakaran untuk mematikan api pada bagian pesawat yang terbakar, apabila kondisi engine pesawat masih hidup maka fungsi SAR melaksanakan shutdown engine, selanjutnya pilot pesawat yang berada di cocpit dievakuasi oleh SAR dari Yonko 465 Paskhas, kemudian melaksanakan Evakuasi Medis oleh Dukungan Kesehatan para tenaga medis RSAU dr. Mohammad Sutomo terhadap pilot untuk pertolongan lebih lanjut,” pungkasnya. (ash)

Baca Juga :  Pemerintah Rangkul Wirausahaan Muda yang Berasal dari Civitas Akademika Perguruan Tinggi

SUNGAI RAYA — Lanud Supadio, baru-baru ini menggelar latihan Crash Team di taxy way (E/F) Lanud Supadio. Latihan ini sebagai upaya aksi penyelamatan pesawat yang mengalami accident/incident, untuk menghindari kerugian yang lebih besar baik personel dan materiil.

Adapun unsur Satpom, Intelijen, dan Penerangan Lanud Supadio melaksanakan fungsi tugas pengamanan alutsista dan mencegah kebocoran informasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang melihat atau mengupload terjadinya peristiwa tersebut, dalam latihan Crash Team ini jumlah personel yang terlibat sedikitnya 50 orang.

“Dengan diselenggarakannya latihan ini secara objektif, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan Crash Team Lanud Supadio dalam penanganan accident/incident pesawat Hawk-100/200 milik Skadron Udara I, merefresh dan meningkatkan kemampuan personel yang terlibat, seperti unsur SAR Paskhas, unsur medis, unsur Base Operation, unsur Pemadam Kebakaran dan unsur Pengamanan, kemudian, dapat menyiapkan seluruh personel tersebut dan siap melaksanakan tugasnya apabila terjadi accident/incident di wilayah Lanud Supadio,” kaya Kasiopslat Lanud Supadio Letkol Pnb. Leo Dumatubun di Sungai Raya.

Baca Juga :  Jalan Darit-Sidas Tergenang Banjir, Sepeda Motor Tak Bisa Melintas

Leo menambahkan latihan crash team ini dilaksanakan langsung di lapangan, dengan skenario latihan yaitu simulasi pesawat Hawk Skadron Udara I mengalami hyd fail, anti skid fail diikuti fire warning light menyala, setelah landing di runway 15 hard breaking menyebabkan R/Main Whell deflated sehingga menyebabkan runway block dan pilot mengalami memar.

Lebih jelasnya di dalam latihan tersebut lanjutnya diawali berita informasi dari Base Operation Dinas Operasi bahwa ada kejadian pesawat Hawk yang telah mengalami kecelakaan accident/incident kemudian sebagian pesawat terbakar, maka diperlukan reaksi cepat atau penanganan penyelamatan, “Dalam situasi tersebut yang pertama dilakukan adalah tetap mengutamakan fungsi Safety setiap unsur penugasan Crash team, dengan diawali fungsi tugas unsur Pemadam Kebakaran untuk mematikan api pada bagian pesawat yang terbakar, apabila kondisi engine pesawat masih hidup maka fungsi SAR melaksanakan shutdown engine, selanjutnya pilot pesawat yang berada di cocpit dievakuasi oleh SAR dari Yonko 465 Paskhas, kemudian melaksanakan Evakuasi Medis oleh Dukungan Kesehatan para tenaga medis RSAU dr. Mohammad Sutomo terhadap pilot untuk pertolongan lebih lanjut,” pungkasnya. (ash)

Baca Juga :  Cuaca Ekstrim, Kapal Pesiar Asing Terdampar di Muara Sungai Paloh

Most Read

Artikel Terbaru

/