31.7 C
Pontianak
Monday, June 5, 2023

Rampungkan SOP Belajar Tatap Muka di Sekolah

SUNGAI RAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya saat ini  terus memantapkan persiapan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah pada awal tahun 2021 mendatang. Salah satunya dengan merampungkan Standard Operating Procedure (SOP/prosedur operasi standar) pembelajaran tahun 2021 sesuai SKB empat menteri.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, M. Ayub kepada Pontianak Post, Senin (21/12) di Sungai Raya. Menurut Ayub, nantinya SOP yang dihasilkan akan disesuaikan dengan aturan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

M. Ayub

“SOP yang kami susun nanti penting disesuaikan dengan protokol kesehatan. Tujuannya supaya bisa membuat semua pihak, mulai dari pihak sekolah, orang tua, murid, hingga masyarakat merasa tenang saat proses belajar mengajar di sekolah kembali diberlakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tawuran Dua Kelompok Buruh di Jalan Adi Sucipto, Dipicu Masalah Ini

Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menambahkan ketika Kementerian Pendidikan menginstruksikan untuk memulai kembali belajar mengajar di sekolah, Pemkab Kubu Raya langsung mempersiapkan diri.

“Kami dari Pemkab Kubu Raya intinya siap melaksanakan instruksi itu. Kami juga sudah wanti-wanti ke Sekda dan Dinas Pendidikan. Kalau memang kita akan kembali belajar tatap muka di sekolah, memang harus dicari strategi dan SOP yang paling aman untuk para pelajar dan mencegah penyebaran Covid-19  di sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana menambahkan kebijakan belajar mengajar tatap muka di sekolah adalah baik. Namun, aspek keamanan dari penyebaran Covid-19 harus sangat diperhatikan. “Misalnya dengan mengurangi jam belajar, namun kualitas belajarnya tetap baik. Kita bisa belajar denga jam yang singkat, namun esensi materi pelajaran yang disampaikan bisa maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Apresiasi Fasilitasi Bantuan Perbaikan Rumah

Yani Permana juga menyarankan agar pihak sekolah menyiapkan waktu untuk penyemprotan disinfektan terlebih dahulu di lingkungannya. Dengan demikian, diharapkan para pelajar lebih terjaga dan merasa aman dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. “Minimal kuman disemprot disinfektan mati.  Artinya proses belajar tatap muka di sekolah itu bagus, tetapi penekanan terhadap disiplin protokol kesehatan itu paling dibutuhkan, sehingga upaya untuk memutus mata rantai dan mencegah penyebaran Covid-19 bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya saat ini  terus memantapkan persiapan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah pada awal tahun 2021 mendatang. Salah satunya dengan merampungkan Standard Operating Procedure (SOP/prosedur operasi standar) pembelajaran tahun 2021 sesuai SKB empat menteri.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, M. Ayub kepada Pontianak Post, Senin (21/12) di Sungai Raya. Menurut Ayub, nantinya SOP yang dihasilkan akan disesuaikan dengan aturan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

M. Ayub

“SOP yang kami susun nanti penting disesuaikan dengan protokol kesehatan. Tujuannya supaya bisa membuat semua pihak, mulai dari pihak sekolah, orang tua, murid, hingga masyarakat merasa tenang saat proses belajar mengajar di sekolah kembali diberlakukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Muda Apresiasi Program Kemenkeu Mengajar

Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menambahkan ketika Kementerian Pendidikan menginstruksikan untuk memulai kembali belajar mengajar di sekolah, Pemkab Kubu Raya langsung mempersiapkan diri.

“Kami dari Pemkab Kubu Raya intinya siap melaksanakan instruksi itu. Kami juga sudah wanti-wanti ke Sekda dan Dinas Pendidikan. Kalau memang kita akan kembali belajar tatap muka di sekolah, memang harus dicari strategi dan SOP yang paling aman untuk para pelajar dan mencegah penyebaran Covid-19  di sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana menambahkan kebijakan belajar mengajar tatap muka di sekolah adalah baik. Namun, aspek keamanan dari penyebaran Covid-19 harus sangat diperhatikan. “Misalnya dengan mengurangi jam belajar, namun kualitas belajarnya tetap baik. Kita bisa belajar denga jam yang singkat, namun esensi materi pelajaran yang disampaikan bisa maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satgas Uji Petik Arus Mudik di Dermaga Rasau Jaya

Yani Permana juga menyarankan agar pihak sekolah menyiapkan waktu untuk penyemprotan disinfektan terlebih dahulu di lingkungannya. Dengan demikian, diharapkan para pelajar lebih terjaga dan merasa aman dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. “Minimal kuman disemprot disinfektan mati.  Artinya proses belajar tatap muka di sekolah itu bagus, tetapi penekanan terhadap disiplin protokol kesehatan itu paling dibutuhkan, sehingga upaya untuk memutus mata rantai dan mencegah penyebaran Covid-19 bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru