alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Belum Maksimal Turunkan Stunting, 10 Puskemas di-Warning

SUNGAI RAYA – Sebanyak 10 Puskesmas di Kubu Raya hingga saat ini dinilai belum optimal menekan angka stunting di wilayah kerja masing-masing. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan pun kembali mengajak semua Puskesmas di Kubu Raya untuk lebih gencar meminimalisir kasus stunting di Kubu Raya.

“Secara umum jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumya, saat ini terdapat penurunan kasus stunting di Kubu Raya. Jika sebelumnya prasentasi kasus stunting masih berada di angka 23,60 persen di tahun 2020, kemudian masuk tahun 2021 kembali turun menjadi 13,40 persen dan per-Oktober lalu penurunan kasus stunting di Kubu Raya sudah turun menjadi 10 persen. Hanya saja jika dipilah lebih rinci, kami melihat memang masih ada 10 Puskesmas yang belum maksimal menekan kasus stunting di wilayah kerja masing-masing,” kata Marijan kepada Pontianak Post, Senin (22/11) di Sungai Raya. Adapun 10 Puskesmas yang termasuk belum maksimal dalam menurunkan kasus stunting di wilayah kerja masing-masing tersebut Puskemas Sungai Raya Dalam, Sungai Durian, Korpri, Kubu, Lingga, Ambawang Kuala, Parit Timur, Sungai Kakap, Padang Tikar, dan Batu Ampar.

Untuk mengoptimalkan kinerja 10 Puskesmas tersebut, pihaknya akan membentuk tim dan melihat secara rinci kendala apa saja yang masih ditemukan di lapangan. Dengan demikian, harapan dia, target penurunan stunting di 10 wilayah Puskemas tersebut pada akhirnya bisa tercapai. “Kami juga mengarahkan para tenaga gizi dan kepala Puskesmas di 10 Puskemas tersebut, untuk lebih intensif berkoordinasi dengan bagian gizi dan bidang kesehatan masyarakat, untuk mencari solusi terbaik, sehingga capaian pennurunan stuntingnya lebih maksimal terealisasi,” jelas Marijan.

Baca Juga :  Penuhi Ketersediaan Stok Darah di PMI

Kendati demikian, secara umum, Marijan pun mengapresiasi kerja keras  yang dilakukan para tenaga kesehatan di lapangan, sehingga mampu mendorong penurunan angka stunting di Kubu Raya yang saat ini sudah turun menjadi 10 persen. “Walaupun sudah ada penurunan, namun kami belum puas, karena bagaimanapun stunting memang menjadi salah satu target Pemerintah Kubu Raya untuk ditangani secara maksimal. Bahkan kami menginginkan jika kasus stunting bisa zero di Kubu Raya nantinya. Setidaknya hingga akhir tahun 2021 ini kami targetkan penurnan stunting di Kubu Raya dari 10 persen saat ini bisa kembali turun menjadi 8 persen,” ucap Marijan.

Marijan menilai, banyak faktor yang membuat angka stunting masih ada di Kubu Raya. Karenanya, kata dia, diperlukan kerja sama yang massif lintas sektor, untuk sama-sama terus menekan kasus yang masih ada di Kubu Raya ini.

“Saya melihat pada dasarnya tidak sulit menekan angka stunting ini. Asalkan masyarakat proaktif ikut berkontribusi menjaga dan memantau tumbuh kembang anak mulai dari dalam kandungan atau sejak 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk dengan memberikan ASI ekslusif dan makanan sehat bergizi seimbang,” ujar Marijan.

Baca Juga :  Dusun Wonosari Gelar Pertunjukan Wayang Kulit Semalam Suntuk

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, menambahkan bahwa saat ini pihaknya memang sedang gencar melakukan validasi dan verifikasi data stunting di Kubu Raya. “Jadi bagi Puskemas yang diketahui masih tinggi angka stunting-nya hingga saat ini, kami nilai ada tingkat validasi dan verifikasi data stuntingya masih rendah,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kendala yang dihadapi Puskemas tersebut dalam menekan kasus stunting, kata Iwansyah,  hal pertama memang sebagian besar di 10 Puskesmas tersebut berada di kawasan terpencil. Di sisi lain, dia menambahkan, tenaga Puskesmas juga ditarget untuk memaksimaslkan capaian target vaksinasi. Dia memperkirakan bahwa hal tersebut membuat tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi sedikit kendor, dalam upaya mencapai penurunan angka stunting sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Kami berharap bagi teman-teman di 10 Puskemas ini bisa lebih mempercepat validasi dan verifikasi data stunting di lapangan. Kami harap hingga pertengahan Desember tahun ini validasi dan verifikasi datanya bisa selesai. Kami juga berharap semua teman-teman Puskesmas bisa lebih mempercepat respons terhadap anak-anak yang masuk kategori stunting. Kalau sudah ada ditemukan indikasi awal ada anak yang terindikasi stunting bisa dikejar lebih cepat lagi untuk bisa segara ditangani, sehingga penanganan stunting ini bisa lebih maksimal kita lakukan,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Sebanyak 10 Puskesmas di Kubu Raya hingga saat ini dinilai belum optimal menekan angka stunting di wilayah kerja masing-masing. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan pun kembali mengajak semua Puskesmas di Kubu Raya untuk lebih gencar meminimalisir kasus stunting di Kubu Raya.

“Secara umum jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumya, saat ini terdapat penurunan kasus stunting di Kubu Raya. Jika sebelumnya prasentasi kasus stunting masih berada di angka 23,60 persen di tahun 2020, kemudian masuk tahun 2021 kembali turun menjadi 13,40 persen dan per-Oktober lalu penurunan kasus stunting di Kubu Raya sudah turun menjadi 10 persen. Hanya saja jika dipilah lebih rinci, kami melihat memang masih ada 10 Puskesmas yang belum maksimal menekan kasus stunting di wilayah kerja masing-masing,” kata Marijan kepada Pontianak Post, Senin (22/11) di Sungai Raya. Adapun 10 Puskesmas yang termasuk belum maksimal dalam menurunkan kasus stunting di wilayah kerja masing-masing tersebut Puskemas Sungai Raya Dalam, Sungai Durian, Korpri, Kubu, Lingga, Ambawang Kuala, Parit Timur, Sungai Kakap, Padang Tikar, dan Batu Ampar.

Untuk mengoptimalkan kinerja 10 Puskesmas tersebut, pihaknya akan membentuk tim dan melihat secara rinci kendala apa saja yang masih ditemukan di lapangan. Dengan demikian, harapan dia, target penurunan stunting di 10 wilayah Puskemas tersebut pada akhirnya bisa tercapai. “Kami juga mengarahkan para tenaga gizi dan kepala Puskesmas di 10 Puskemas tersebut, untuk lebih intensif berkoordinasi dengan bagian gizi dan bidang kesehatan masyarakat, untuk mencari solusi terbaik, sehingga capaian pennurunan stuntingnya lebih maksimal terealisasi,” jelas Marijan.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan, Dampak Pekatnya Kabut Asap

Kendati demikian, secara umum, Marijan pun mengapresiasi kerja keras  yang dilakukan para tenaga kesehatan di lapangan, sehingga mampu mendorong penurunan angka stunting di Kubu Raya yang saat ini sudah turun menjadi 10 persen. “Walaupun sudah ada penurunan, namun kami belum puas, karena bagaimanapun stunting memang menjadi salah satu target Pemerintah Kubu Raya untuk ditangani secara maksimal. Bahkan kami menginginkan jika kasus stunting bisa zero di Kubu Raya nantinya. Setidaknya hingga akhir tahun 2021 ini kami targetkan penurnan stunting di Kubu Raya dari 10 persen saat ini bisa kembali turun menjadi 8 persen,” ucap Marijan.

Marijan menilai, banyak faktor yang membuat angka stunting masih ada di Kubu Raya. Karenanya, kata dia, diperlukan kerja sama yang massif lintas sektor, untuk sama-sama terus menekan kasus yang masih ada di Kubu Raya ini.

“Saya melihat pada dasarnya tidak sulit menekan angka stunting ini. Asalkan masyarakat proaktif ikut berkontribusi menjaga dan memantau tumbuh kembang anak mulai dari dalam kandungan atau sejak 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk dengan memberikan ASI ekslusif dan makanan sehat bergizi seimbang,” ujar Marijan.

Baca Juga :  Pererat Rasa Persatuan Antar Umat Beragama

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, menambahkan bahwa saat ini pihaknya memang sedang gencar melakukan validasi dan verifikasi data stunting di Kubu Raya. “Jadi bagi Puskemas yang diketahui masih tinggi angka stunting-nya hingga saat ini, kami nilai ada tingkat validasi dan verifikasi data stuntingya masih rendah,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kendala yang dihadapi Puskemas tersebut dalam menekan kasus stunting, kata Iwansyah,  hal pertama memang sebagian besar di 10 Puskesmas tersebut berada di kawasan terpencil. Di sisi lain, dia menambahkan, tenaga Puskesmas juga ditarget untuk memaksimaslkan capaian target vaksinasi. Dia memperkirakan bahwa hal tersebut membuat tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi sedikit kendor, dalam upaya mencapai penurunan angka stunting sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Kami berharap bagi teman-teman di 10 Puskemas ini bisa lebih mempercepat validasi dan verifikasi data stunting di lapangan. Kami harap hingga pertengahan Desember tahun ini validasi dan verifikasi datanya bisa selesai. Kami juga berharap semua teman-teman Puskesmas bisa lebih mempercepat respons terhadap anak-anak yang masuk kategori stunting. Kalau sudah ada ditemukan indikasi awal ada anak yang terindikasi stunting bisa dikejar lebih cepat lagi untuk bisa segara ditangani, sehingga penanganan stunting ini bisa lebih maksimal kita lakukan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/