alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Optimalkan Pelayanan Bandara

SUNGAI RAYA — Meski sempat mengalami penurunan jumlah penumpang sepanjang tahun 2019 lalu, namun secara bertahap mulai masuk awal Januari 2020 jumlah penumpang Bandara Supadio mulai merangkak naik.

Plt Manager Operasi Bandara Supadio, Nuril mengakui jika sepanjang tahun 2019 lalu sempat terjadi penurunan jumlah penumpang bandara. Nuril memaparkan sepanjang tahun 2018, total jumlah penumpang Bandara Supadio sebesar 4,2 juta penumpang dengan pergerakan pesawat sebanyak 39 ribu sedangkan di tahun 2019 menurun menjadi sekitar 3,2 juta penumpang dan pergerakan pesawat sebanyak 32 ribu.

“Salah satu penyebab turunnya jumlah penumpang di tahun 2019 itu, sebutnya dipicu adanya trafic tsunami seperti naiknya harga tiket pesawat,” kata Nuril kepada Pontianak Post, Kamis (23/1) saat ditemui di ruang kerjanya.

Melihat tren harga tiket pesawat yang mulai kembali berangsur turun, membuatnya berharap pada tahun 2020 trend pergerakan pesawat dan jumlah penumpang Bandara Supadio secara bertahap kembali meningkat.

Tidak hanya menargetkan adanya peningkatan jumlah penumpang, kata Nuril pihak Bandara Supadio juga terus mengoptimalkan sejumlah fasilitas dan pelayanannya bagi masyarakat teruatama para penumpang bandara.

Beberapa peningkatan yang dilakukan kata dia seperti, adanya penambahan garbarata. Jika sebelumnya Bandara Supadi hanya memiliki 4 garbarata, namun tahun ini akan kembali ditambah 3 garbarata. “Jadi nanti total garbarata kami sudah selesai pembangunannya mungkin di sekitar bulan Mei bisa menjadi 7 garbarata. Semoga saja pengerjaannya bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan,” terangnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem di Kalbar Hingga 13 Juli

Disisi lain, kata Nuril akses ke bandara saat ini dinilai lebih mudah seiring dengan dibangunnya bundaran arah menuju bandara. “Kami juga melakukan penguatan di run way. Jadi run way akan kami tebalkan dan diaspal lagi. Dan ini tentunya akan mendukung kekuatan run way,” ujarnya.

Pihak Bandara Supadio, lanjutnya juga akan menambah panjang run way. Jika saat ini panjang run way hanya 2.250 meter, nantinya akan ditambah panjangnya sekitar 350 meter. “Kalau penambahan panjang runway ini rampung, Jadi nantinya panjang run way bandara 2.600 meter. Penambahan panjang run way ini juga masih dalam proses dan targetnya bisa selesai di tahun ini juga. Semoga saja bisa terealisasi,” harap Nuril.

Disinggung mengenai lonjakan penumpang Bandara Supadio jelang perayaan imlek dan Cap Go Meh tahun 2020, kata Nuril sejak 20 Januari lalu memang terdapat penambahan jumlah flight di bandara. “Penambahan flight ini tentunya untuk mengantisipasi penambahan jumlah penumpang terutama yang akan merayakan imlek di Kalimantan Barat ini,” kata Nuril.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Umumkan Empat Paslon yang diusung di Pilkada Kalbar

Sejak 20 Januari lalu, dia menerangkan sudah terdapat 4 maskapai yang mengajukan penambahan ekstra flight. Empat maskapai terebut yakni Garuda 2 flight, Citilink 1 flight, Sriwijaya 2 flight dan Lion Air 6 flight. “Puncak ekstra flight atau bertambahnya jumlah penumpang di bandara ini kami perkirakan akan terjadi di tanggal 23 hingga 24 Januari ini dan hampir sebagian besar ekstra flight itu penerbangan dari Jakarta,” jelas Nuril.

Nuril pun mengungkapnya, kenaikan jumlah penumpang bandara, sudah terasa sejak Senin (20/1). Jika sebelumnya pada hari-hari biasanya jumah penumpang bandara hanya sekitar 9 ribu setiap harinya, namun sejak (Rabu (22/1) jumlah penumpang bandara terpantau sebanyak Rp12 ribu per hari. “Jadi ada kenaikan sekitar 20 persen dari hari biasanya,” ucapnya.

Lantaran dipastikan terjadi lonjakan penumpang, kata Nuril sejak awal pihak Bandara Supadio memang telah berupaya meningkatkan pelayanan. “Sebelumnya juga kami ada bangun posko untuk natal dan tahun baru, namun memang di jelang imlek ini kami tidak ada instruksi khusus untuk mendirikan posko. Namun karena lonjakan penumpang jelang Imlek dan Cap Go Meh ini memang tinggi, posko tetap kami sediakan, cuma yang mengisiasi nanti dari pihak kepolisian,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA — Meski sempat mengalami penurunan jumlah penumpang sepanjang tahun 2019 lalu, namun secara bertahap mulai masuk awal Januari 2020 jumlah penumpang Bandara Supadio mulai merangkak naik.

Plt Manager Operasi Bandara Supadio, Nuril mengakui jika sepanjang tahun 2019 lalu sempat terjadi penurunan jumlah penumpang bandara. Nuril memaparkan sepanjang tahun 2018, total jumlah penumpang Bandara Supadio sebesar 4,2 juta penumpang dengan pergerakan pesawat sebanyak 39 ribu sedangkan di tahun 2019 menurun menjadi sekitar 3,2 juta penumpang dan pergerakan pesawat sebanyak 32 ribu.

“Salah satu penyebab turunnya jumlah penumpang di tahun 2019 itu, sebutnya dipicu adanya trafic tsunami seperti naiknya harga tiket pesawat,” kata Nuril kepada Pontianak Post, Kamis (23/1) saat ditemui di ruang kerjanya.

Melihat tren harga tiket pesawat yang mulai kembali berangsur turun, membuatnya berharap pada tahun 2020 trend pergerakan pesawat dan jumlah penumpang Bandara Supadio secara bertahap kembali meningkat.

Tidak hanya menargetkan adanya peningkatan jumlah penumpang, kata Nuril pihak Bandara Supadio juga terus mengoptimalkan sejumlah fasilitas dan pelayanannya bagi masyarakat teruatama para penumpang bandara.

Beberapa peningkatan yang dilakukan kata dia seperti, adanya penambahan garbarata. Jika sebelumnya Bandara Supadi hanya memiliki 4 garbarata, namun tahun ini akan kembali ditambah 3 garbarata. “Jadi nanti total garbarata kami sudah selesai pembangunannya mungkin di sekitar bulan Mei bisa menjadi 7 garbarata. Semoga saja pengerjaannya bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan,” terangnya.

Baca Juga :  Sampaikan Dukungan dari PDI-P

Disisi lain, kata Nuril akses ke bandara saat ini dinilai lebih mudah seiring dengan dibangunnya bundaran arah menuju bandara. “Kami juga melakukan penguatan di run way. Jadi run way akan kami tebalkan dan diaspal lagi. Dan ini tentunya akan mendukung kekuatan run way,” ujarnya.

Pihak Bandara Supadio, lanjutnya juga akan menambah panjang run way. Jika saat ini panjang run way hanya 2.250 meter, nantinya akan ditambah panjangnya sekitar 350 meter. “Kalau penambahan panjang runway ini rampung, Jadi nantinya panjang run way bandara 2.600 meter. Penambahan panjang run way ini juga masih dalam proses dan targetnya bisa selesai di tahun ini juga. Semoga saja bisa terealisasi,” harap Nuril.

Disinggung mengenai lonjakan penumpang Bandara Supadio jelang perayaan imlek dan Cap Go Meh tahun 2020, kata Nuril sejak 20 Januari lalu memang terdapat penambahan jumlah flight di bandara. “Penambahan flight ini tentunya untuk mengantisipasi penambahan jumlah penumpang terutama yang akan merayakan imlek di Kalimantan Barat ini,” kata Nuril.

Baca Juga :  Kasus ISPA Meningkat

Sejak 20 Januari lalu, dia menerangkan sudah terdapat 4 maskapai yang mengajukan penambahan ekstra flight. Empat maskapai terebut yakni Garuda 2 flight, Citilink 1 flight, Sriwijaya 2 flight dan Lion Air 6 flight. “Puncak ekstra flight atau bertambahnya jumlah penumpang di bandara ini kami perkirakan akan terjadi di tanggal 23 hingga 24 Januari ini dan hampir sebagian besar ekstra flight itu penerbangan dari Jakarta,” jelas Nuril.

Nuril pun mengungkapnya, kenaikan jumlah penumpang bandara, sudah terasa sejak Senin (20/1). Jika sebelumnya pada hari-hari biasanya jumah penumpang bandara hanya sekitar 9 ribu setiap harinya, namun sejak (Rabu (22/1) jumlah penumpang bandara terpantau sebanyak Rp12 ribu per hari. “Jadi ada kenaikan sekitar 20 persen dari hari biasanya,” ucapnya.

Lantaran dipastikan terjadi lonjakan penumpang, kata Nuril sejak awal pihak Bandara Supadio memang telah berupaya meningkatkan pelayanan. “Sebelumnya juga kami ada bangun posko untuk natal dan tahun baru, namun memang di jelang imlek ini kami tidak ada instruksi khusus untuk mendirikan posko. Namun karena lonjakan penumpang jelang Imlek dan Cap Go Meh ini memang tinggi, posko tetap kami sediakan, cuma yang mengisiasi nanti dari pihak kepolisian,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/