alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Inginkan Pembenahan Target Investasi di Kabupaten/Kota

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kubu Raya, Maria Agustina belum lama ini mengungkapkan pembagian target investasi tahun 2020 di Kubu Raya. Target itu berdasarkan data target Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, ditetapkan sebesar Rp3,9 triliun. Sedangkan target BKPM sebesar Rp4,318 triliun. Sementara realisasi investasi di Kubu Raya tahun 2020 sebesar Rp1,5 trilun.

“Jika kita bandingkan tahun sebelumnya, realisasi investasinya yang hanya sekitar Rp798 miliar, membuat realisasi investasi tahun 2020 hampir 100 persen kenaikannya,” kata Maria Agustina, kepada wartawan di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya usai Rapat Koordinasi Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Rilis Realisasi Investasi Perizinan di Kubu Raya tahun 2020, kemarin (23/2).

Maria menerangkan, dibandingkan target yang telah ditentukan, sekitar 45 persen saja pencapaian realisasi investasi di Kubu Raya. Ini, lanjutnya, yang disampaikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait cara mengukur pendistribusian target investasi dari BKPM yang disebar setiap kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Target investasi di Kubu Raya sendiri, lanjut Maria ditetapkan tertinggi setelah Kabupaten Ketapang. “Padahal kalau dilihat dari pembangunan strategis pusat, justru tahun 2020 besarnya di Kabupaten Mempawah. Tapi Mempawah, target investasinya di bawah Kubu Raya. Hal ini kami sampaikan ke teman-teman di provinsi, untuk menerangkan bagaimana penetapan target-target investasi di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Sepekan

Disinggung upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah investasi di Kubu Raya, Maria Agustina menyebutkan, penambahan investasi Kubu Raya di tahun berjalan 2020 sebesar Rp1,5 triliun masih didominasi sektor primer. Seperti sektor perkebunan. “Bukan hanya sektor perkebunan saja, di sektor sekundernya juga termasuk industri pabriknya menyumbang penambahan jumlah investasi di Kubu Raya,” jelasnya.
Agar minat investor kian baik untuk berinvestasi di Kubu Raya, Maria juga menginginkan setiap daerah di Kubu Raya bisa ‘menjual potensi daerahnya.’

“Untuk mendorong hal tersebut, kami bersama semua SKPD teknis terkait di Kubu Raya sama-sama mengkaji potensi-potensi investasi di masing-masing sektor di Kubu Raya ini yang bisa dijual. Karena promosi investasi ini ada di kami (DPMPTSP) tapi bahan bakunya ada disemua SKPD,” paparnya.

Misalnya saja di sektor pertanian, maka perlu dikaji bersama investasi apa saja yang bisa masuk di sektor pertanian Kubu Raya. “Teman-teman di Dinas Pertanian juga harus mampu mencari inovasi-inovasi yang bisa dikembangkan disektor pertanian. Begitu juga dengan sektor perikanan, perkebunan, peternakan dan sektor-sektor lainnya yang memang berpotensi untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kubu Raya, Anton Manurung menambahkan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di lapangan, beberapa tahun terakhir iklim investasi di Kubu Raya tidak terlalu bergejolak.

Baca Juga :  Pantau Distribusi Bantuan Beras

Kata Anton lagi, jumlah investasi yang dicatat DPMPTSP Kubu Raya sedikit berbeda dengan hasil investasi yang di data BPS Kubu Raya, pasalnya menurut Anton jumlah investasi yang didata DPMPTSP Kubu Raya hanya jenis investasi berupaya Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan yang di data BPS Kubu Raya lanjutnya mencakup semua hasil investasi di masyarakat misalnya saya seperti investasi kegiatan ekonomi rumah tangga.

“Dan memang menurut undang-undang belum ada kewajiban dinas terkait untuk mencatat semua hasil investasi secara keseluruhannya. Tapi mungkin untuk usaha-usaha yang cukup bagus perkembangannya mungkin harus dicatat itu hasil investasinya,” jelasnya.

Anton menerangkan, pada dasarnya secara umum investasi PMDN dan PMA di Kubu Raya meningkat tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan hal tersebut lanjutnya merupakan nilai tambah yang cukup baik bagi Kubu Raya. Namun kata Anton, perlu diingat hal itu perlu ditambah lagi dengan hasil investasi masyarakat.

Misalnya saja, lanjut dia, ada PMA datang berinvestasi menanam sawit. Tentu masyarakat sekitar juga turut berkonstribusi, seperti bangun warung dan usaha sejenisnya di sekitar lokasi. Dan ini pemasukan bagi masyarakat. “Ini juga kami catat sebagai bagian dari hasil investasi juga. Jadi peningkatan PMA dan PMDN juga berkonstribusi dalam meningkatkan investasi lokal rumah tangga secara umum di Kubu Raya,” pungkasnya.
(ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kubu Raya, Maria Agustina belum lama ini mengungkapkan pembagian target investasi tahun 2020 di Kubu Raya. Target itu berdasarkan data target Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, ditetapkan sebesar Rp3,9 triliun. Sedangkan target BKPM sebesar Rp4,318 triliun. Sementara realisasi investasi di Kubu Raya tahun 2020 sebesar Rp1,5 trilun.

“Jika kita bandingkan tahun sebelumnya, realisasi investasinya yang hanya sekitar Rp798 miliar, membuat realisasi investasi tahun 2020 hampir 100 persen kenaikannya,” kata Maria Agustina, kepada wartawan di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya usai Rapat Koordinasi Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Rilis Realisasi Investasi Perizinan di Kubu Raya tahun 2020, kemarin (23/2).

Maria menerangkan, dibandingkan target yang telah ditentukan, sekitar 45 persen saja pencapaian realisasi investasi di Kubu Raya. Ini, lanjutnya, yang disampaikan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terkait cara mengukur pendistribusian target investasi dari BKPM yang disebar setiap kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Target investasi di Kubu Raya sendiri, lanjut Maria ditetapkan tertinggi setelah Kabupaten Ketapang. “Padahal kalau dilihat dari pembangunan strategis pusat, justru tahun 2020 besarnya di Kabupaten Mempawah. Tapi Mempawah, target investasinya di bawah Kubu Raya. Hal ini kami sampaikan ke teman-teman di provinsi, untuk menerangkan bagaimana penetapan target-target investasi di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ditemukan Mayat di Terminal

Disinggung upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah investasi di Kubu Raya, Maria Agustina menyebutkan, penambahan investasi Kubu Raya di tahun berjalan 2020 sebesar Rp1,5 triliun masih didominasi sektor primer. Seperti sektor perkebunan. “Bukan hanya sektor perkebunan saja, di sektor sekundernya juga termasuk industri pabriknya menyumbang penambahan jumlah investasi di Kubu Raya,” jelasnya.
Agar minat investor kian baik untuk berinvestasi di Kubu Raya, Maria juga menginginkan setiap daerah di Kubu Raya bisa ‘menjual potensi daerahnya.’

“Untuk mendorong hal tersebut, kami bersama semua SKPD teknis terkait di Kubu Raya sama-sama mengkaji potensi-potensi investasi di masing-masing sektor di Kubu Raya ini yang bisa dijual. Karena promosi investasi ini ada di kami (DPMPTSP) tapi bahan bakunya ada disemua SKPD,” paparnya.

Misalnya saja di sektor pertanian, maka perlu dikaji bersama investasi apa saja yang bisa masuk di sektor pertanian Kubu Raya. “Teman-teman di Dinas Pertanian juga harus mampu mencari inovasi-inovasi yang bisa dikembangkan disektor pertanian. Begitu juga dengan sektor perikanan, perkebunan, peternakan dan sektor-sektor lainnya yang memang berpotensi untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kubu Raya, Anton Manurung menambahkan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di lapangan, beberapa tahun terakhir iklim investasi di Kubu Raya tidak terlalu bergejolak.

Baca Juga :  Pilkades Ala Pilpres, Gelar Debat Terbuka

Kata Anton lagi, jumlah investasi yang dicatat DPMPTSP Kubu Raya sedikit berbeda dengan hasil investasi yang di data BPS Kubu Raya, pasalnya menurut Anton jumlah investasi yang didata DPMPTSP Kubu Raya hanya jenis investasi berupaya Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan yang di data BPS Kubu Raya lanjutnya mencakup semua hasil investasi di masyarakat misalnya saya seperti investasi kegiatan ekonomi rumah tangga.

“Dan memang menurut undang-undang belum ada kewajiban dinas terkait untuk mencatat semua hasil investasi secara keseluruhannya. Tapi mungkin untuk usaha-usaha yang cukup bagus perkembangannya mungkin harus dicatat itu hasil investasinya,” jelasnya.

Anton menerangkan, pada dasarnya secara umum investasi PMDN dan PMA di Kubu Raya meningkat tahun 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan hal tersebut lanjutnya merupakan nilai tambah yang cukup baik bagi Kubu Raya. Namun kata Anton, perlu diingat hal itu perlu ditambah lagi dengan hasil investasi masyarakat.

Misalnya saja, lanjut dia, ada PMA datang berinvestasi menanam sawit. Tentu masyarakat sekitar juga turut berkonstribusi, seperti bangun warung dan usaha sejenisnya di sekitar lokasi. Dan ini pemasukan bagi masyarakat. “Ini juga kami catat sebagai bagian dari hasil investasi juga. Jadi peningkatan PMA dan PMDN juga berkonstribusi dalam meningkatkan investasi lokal rumah tangga secara umum di Kubu Raya,” pungkasnya.
(ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/