alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Penggunaan Anggaran Covid-19 Capai 50,47 Persen

SUNGAI RAYA—Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam mengutarakan hingga 15 Juli 2021, realisasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kubu Raya mencapai 50,47 persen dari total anggaran sebesar Rp57,47 miliar.

“Mengacu pada arahan kebijakan pemerintah pusat, setiap daerah harus mengalokasikan anggarannya untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19,” kata Yusran Anizam kepada wartawan, Minggu (25/7) di Sungai Raya.

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebelumnya sudah melakukan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari DAU dan kemudian dialokasikan untuk belanja kesehatan dan belanja prioritas lainnya dalam penanggulangan Covid-19 sebesar Rp57,47 miliar.

Secara rinci kata Yusran, anggaran untuk penanganan Covid-19 dari Rp39.211.163.834 terealisasi Rp20.675.400.175 atau 52,73 persen, dukungan vaksinasi Rp7.499.955.612 terealisasi Rp3.832.393.524 atau 51.10, intensif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan COVID-19 Rp5.944.905.000 terealisasi Rp3.900.337.251 atau 65,61 persen, belanja kesehatan lainnya dan kegiatan prioritas yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp4.813.091.127 terealisasi Rp565.040.880 atau 11,74 persen.

Baca Juga :  Khulatun Nabila Raih Prestasi MHQH Tingkat Nasional

“Alhamdulilah kami bersyukur hingga saat ini, tenaga kesehatan di Kubu Raya tidak ada kendala terkait pelaksanaan tanggung jawab terhadap perolehan hak mereka. Tentunya semua itu sudah sesuai dengan arahan pak Bupati selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kubu Raya yang harus dilakukan maksimal dan efektif dengan sistem ‘kepong bakol’ yang mana semua elemen bergerak, mulai dari tingkat RT, Dusun, Desa dan Kecamatan dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Secara umum, lanjut Yusran Anizam, kondisi Covid-19 di Kubu Raya hingga saat ini masih berada di zona oranye. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga terus berupaya melakukan penanganan secara maksimal, bahkan rumah-rumah isolasi yang ada di desa dan kecamatan masih belum terisi.

Baca Juga :  Mengangkat Pamor Kopi Gambut

“Memang sesuai dengan inovasi dari arahan dan kebijakan dari pak bupati, penanganan kesehatan ini sejalan dengan program Selasa- Jumat atau Salju Terpadu yang sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Seperti diketahui dalam program Salju tersebut para petugas tenaga kesehatan yang telah ditunjuk melakukan jemput bola dengan turun langsung ke masyarakat memantau dan pendampingan terkait pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA—Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam mengutarakan hingga 15 Juli 2021, realisasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kubu Raya mencapai 50,47 persen dari total anggaran sebesar Rp57,47 miliar.

“Mengacu pada arahan kebijakan pemerintah pusat, setiap daerah harus mengalokasikan anggarannya untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19,” kata Yusran Anizam kepada wartawan, Minggu (25/7) di Sungai Raya.

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebelumnya sudah melakukan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang bersumber dari DAU dan kemudian dialokasikan untuk belanja kesehatan dan belanja prioritas lainnya dalam penanggulangan Covid-19 sebesar Rp57,47 miliar.

Secara rinci kata Yusran, anggaran untuk penanganan Covid-19 dari Rp39.211.163.834 terealisasi Rp20.675.400.175 atau 52,73 persen, dukungan vaksinasi Rp7.499.955.612 terealisasi Rp3.832.393.524 atau 51.10, intensif tenaga kesehatan daerah dalam rangka penanganan COVID-19 Rp5.944.905.000 terealisasi Rp3.900.337.251 atau 65,61 persen, belanja kesehatan lainnya dan kegiatan prioritas yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp4.813.091.127 terealisasi Rp565.040.880 atau 11,74 persen.

Baca Juga :  Mengangkat Pamor Kopi Gambut

“Alhamdulilah kami bersyukur hingga saat ini, tenaga kesehatan di Kubu Raya tidak ada kendala terkait pelaksanaan tanggung jawab terhadap perolehan hak mereka. Tentunya semua itu sudah sesuai dengan arahan pak Bupati selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kubu Raya yang harus dilakukan maksimal dan efektif dengan sistem ‘kepong bakol’ yang mana semua elemen bergerak, mulai dari tingkat RT, Dusun, Desa dan Kecamatan dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Secara umum, lanjut Yusran Anizam, kondisi Covid-19 di Kubu Raya hingga saat ini masih berada di zona oranye. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga terus berupaya melakukan penanganan secara maksimal, bahkan rumah-rumah isolasi yang ada di desa dan kecamatan masih belum terisi.

Baca Juga :  Antusiasme Pelajar SMPN Ikut Vaksinasi

“Memang sesuai dengan inovasi dari arahan dan kebijakan dari pak bupati, penanganan kesehatan ini sejalan dengan program Selasa- Jumat atau Salju Terpadu yang sudah dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Seperti diketahui dalam program Salju tersebut para petugas tenaga kesehatan yang telah ditunjuk melakukan jemput bola dengan turun langsung ke masyarakat memantau dan pendampingan terkait pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/