alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Wabup Ajak Masyarakat Optimalkan Pencegahan Karhutla

SUNGAI RAYA – Wakil Bupati (Wabup) Kubu Raya, Sujiwo mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat Kubu Raya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Seperti diketahui, cukup luasnya lahan pertanian di Kubu Raya juga menjadi peluang bagi masyarakat, terutama para petani untuk pengembangan daerah melalui sektor pertanian.

“Luasnya lahan pertanian yang ada ini diharapkan bisa terus terjaga, karenanya juga menjadi tantangan kita untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam membuka lahan pertanian seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar dan dialihkan dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan,” papar Sujiwo kepada Pontianak Post, Senin (25/7) di Sungai Raya.

Dia pun mengajak semua elemen masyarakat untuk memahami dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Agar tingkat kesadara semua pihak bisa lebih baik  untuk mengindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan, maka, menurut dia, diperlukan penguatan dalam upaya menyadarkan masyarakat, agar memahami dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi. “Terutama ketika masuk musim kemarau,” kata dia.

Menurutnya, untuk membuka lahan pertanian, saat ini masyarakat dituntut mencari alternatif lain, selain dengan cara membakar. Bahkan dia berharap agar masyarakat mendapat edukasi, sehingga dapat mengubah cara dalam membuka atau membersihkan lahan.

“Kita harus sama-sama berusaha menyampaikan kepada masyarakat agar menyesuaikan saja dengan zaman dan situasi saat ini. Mengubah cara pandang masyarakat merupakan upaya yang maksimal untuk kita lakukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sungai Tercemar, Perusahaan Harus Tanggungjawab

Di kesempatan yang sama, Sujiwo juga berharap agar para tenaga penyuluh pertanian bisa menyampaikan upaya  menjaga lingkungan dan pencegahan dini terhadap potensi terjadinya karhutla ke masyarakat. Dirinya berharap sosialisasi dapat berdampak pada penurunan kegiatan membuka lahan dengan cara membakar.

“Perlu dicari alternatifnya, bagaimana lahan tetap subur tapi tidak perlu membakar. Inilah yang perlu kita carikan solusinya bersama-sama,” jelasnya.

Sujiwo menilai, masyarakat harus memahami dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Di mana karhutla tidak saja berdampak di wilayah sekitar pembakaran, tapi juga menjalar ke berbagai titik yang lebih luas, akibatnya diterima langsung oleh masyarakat.

“Hal ini harus kita upayakan semaksimal mungkin dengan mengubah pola pikir. Mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan membakar,” ungkapnya.

Sebelumnya, untuk mengantisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Raya, Kapolsek Sungai Raya Kompol Charles Sitorus juga telah mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Sungai Raya agar tidak mebakar hutan untuk membuka lahan berkebun. Dalam imbauannya, Charles menegaskan, setiap orang dengan sengaja dan terbukti melakukan pembakaran hutan, terancam hukum pidana, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda Rp15 miliar.

Baca Juga :  Tanggapan Institute Indonesia Muda; Jangan Playing Victim

“Makanya, kami imbau dan mohon kepada masyarakat luas terkhusus Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, mari sama-sama mengantisipasi kejadian karhutla yang dapat merusak keseimbangan alam lingkungan, jangan kita terus mengulangi kesalahan di tahun lalu dan jangan jadikan hal ini sebagai kebiasaan atau story yang buruk untuk masa depan generasi bangsa anak cucu kita semua ke depan,” ucapnya, Minggu (24/7) usai memberikan sosialisasi dan imbauan dalam mencegah terjadinya karhutla di Jalan Parit Haji Muksin Desa Sungai Raya Dalam dan Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya.

Kian gencarnya imbauan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini katanya, bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kebakan hutan dan lahan di Kubu Raya. Terlebih, diingatkan dia bahwa saat ini kerap terjadi cuaca panas yang cukup ekstrem dan curah hujan yang tak seimbang.

“Jadi selain mengingatkan dan memberikan pemahaman bagi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan terhadap potensi terjadinya Karhutla, kami juga sudah melakukan koordinasi bersama sejumlah pihak terkait seperti Koramil Sungai Raya, Manggala Agni, BPBD Kubu Raya, Masyarakat Peduli Api, pemadam kebakaran swasta, dan sejumlah pihak terkait lainnya,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Wakil Bupati (Wabup) Kubu Raya, Sujiwo mengimbau sekaligus mengingatkan masyarakat Kubu Raya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Seperti diketahui, cukup luasnya lahan pertanian di Kubu Raya juga menjadi peluang bagi masyarakat, terutama para petani untuk pengembangan daerah melalui sektor pertanian.

“Luasnya lahan pertanian yang ada ini diharapkan bisa terus terjaga, karenanya juga menjadi tantangan kita untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam membuka lahan pertanian seperti tidak membuka lahan dengan cara membakar dan dialihkan dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan,” papar Sujiwo kepada Pontianak Post, Senin (25/7) di Sungai Raya.

Dia pun mengajak semua elemen masyarakat untuk memahami dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Agar tingkat kesadara semua pihak bisa lebih baik  untuk mengindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan, maka, menurut dia, diperlukan penguatan dalam upaya menyadarkan masyarakat, agar memahami dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi. “Terutama ketika masuk musim kemarau,” kata dia.

Menurutnya, untuk membuka lahan pertanian, saat ini masyarakat dituntut mencari alternatif lain, selain dengan cara membakar. Bahkan dia berharap agar masyarakat mendapat edukasi, sehingga dapat mengubah cara dalam membuka atau membersihkan lahan.

“Kita harus sama-sama berusaha menyampaikan kepada masyarakat agar menyesuaikan saja dengan zaman dan situasi saat ini. Mengubah cara pandang masyarakat merupakan upaya yang maksimal untuk kita lakukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pastikan Nihil Titik Api

Di kesempatan yang sama, Sujiwo juga berharap agar para tenaga penyuluh pertanian bisa menyampaikan upaya  menjaga lingkungan dan pencegahan dini terhadap potensi terjadinya karhutla ke masyarakat. Dirinya berharap sosialisasi dapat berdampak pada penurunan kegiatan membuka lahan dengan cara membakar.

“Perlu dicari alternatifnya, bagaimana lahan tetap subur tapi tidak perlu membakar. Inilah yang perlu kita carikan solusinya bersama-sama,” jelasnya.

Sujiwo menilai, masyarakat harus memahami dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Di mana karhutla tidak saja berdampak di wilayah sekitar pembakaran, tapi juga menjalar ke berbagai titik yang lebih luas, akibatnya diterima langsung oleh masyarakat.

“Hal ini harus kita upayakan semaksimal mungkin dengan mengubah pola pikir. Mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan membakar,” ungkapnya.

Sebelumnya, untuk mengantisipasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sungai Raya, Kapolsek Sungai Raya Kompol Charles Sitorus juga telah mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Sungai Raya agar tidak mebakar hutan untuk membuka lahan berkebun. Dalam imbauannya, Charles menegaskan, setiap orang dengan sengaja dan terbukti melakukan pembakaran hutan, terancam hukum pidana, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda Rp15 miliar.

Baca Juga :  Optimalkan Penjagaan di Pos Penyekatan

“Makanya, kami imbau dan mohon kepada masyarakat luas terkhusus Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, mari sama-sama mengantisipasi kejadian karhutla yang dapat merusak keseimbangan alam lingkungan, jangan kita terus mengulangi kesalahan di tahun lalu dan jangan jadikan hal ini sebagai kebiasaan atau story yang buruk untuk masa depan generasi bangsa anak cucu kita semua ke depan,” ucapnya, Minggu (24/7) usai memberikan sosialisasi dan imbauan dalam mencegah terjadinya karhutla di Jalan Parit Haji Muksin Desa Sungai Raya Dalam dan Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya.

Kian gencarnya imbauan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan ini katanya, bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kebakan hutan dan lahan di Kubu Raya. Terlebih, diingatkan dia bahwa saat ini kerap terjadi cuaca panas yang cukup ekstrem dan curah hujan yang tak seimbang.

“Jadi selain mengingatkan dan memberikan pemahaman bagi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan terhadap potensi terjadinya Karhutla, kami juga sudah melakukan koordinasi bersama sejumlah pihak terkait seperti Koramil Sungai Raya, Manggala Agni, BPBD Kubu Raya, Masyarakat Peduli Api, pemadam kebakaran swasta, dan sejumlah pihak terkait lainnya,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/