alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pantau 716 RT Terapkan PPKM Mikro

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengutarakan saat ini sebanyak 118 desa di Kubu Raya sudah mulai menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Walaupun semua desa sudah menerapkan PPKM, tetapi dari 2.857 RT yang ada, baru 716 RT yang sudah menerapkan PPKM mikro. Karena bagi daerah yang masuk dalam zona hijau, penerapan PPKM mikronya tidak terlalu diperketat dan penerapanya berdasarkan pada kondisi masing-masing daerah atau desa,” kata Marijan kepada wartawan, Senin (26/4) di Sungai Raya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mereka, hingga saat ini belum semua kabupaten/kota atau desa di Kalimantan Barat yang menerapkan PPKM mikro, lantaran disesuaikan dengan zona di masing-masing daerah. Di Kubu Raya sendiri, lanjutnya, per-23 April lalu terdapat 64 kasus konfirmasi Covid-19 dan membuat kabupaten dengan sembilan kecamatan ini masuk dalam zona kuning. Di sisi lain hingga saat ini, kata Marijan, lebih dari 50 persen status desa di Kubu Raya masuk dalam zona hijau. “Bagi desa yang aman dan masuk zona hijau ini akan terus kami pantau dan mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin terhadap protokol kesehatan, sehingga zonanya akan terus hijau. Meski begitu, jika sewaktu-waktu terjadi penularan di desa yang masuk zona hijau, tentu Satgas Covid-19 di desa akan merangkul sejumlah pihak terkait untuk melakukan penanganan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rangkul Guru Ngaji untuk Edukasi dan Ingatkan Masyarakat terhadap Disiplin Prokes

Marijan menambahkan, bagi RT yang belum menerapkan PPKM mikro, maka Satgas Covid di Kabupaten melalui Satgas Covid tingkat desa dapat menginstruksikan kepada masing-masing RT dari desa tersebut untuk segera menerapkan PPKM mikro. Menurutnya, jika ditemukan satu daerah masuk dalam zona hijau, dan tidak ditemuan kasus konfirmasi Covid-19, maka PPKM mikro diterapkan seperti hari-hari biasa. Meski begitu, kata Marijan, Satgas Covid-19 yang telah dibentuk di masing-masing desa melalui RT, akan terus memantau kondisi di lapangan. Mereka akan melakukan langkah antisipasi dalam pencegahan agar tidak sampai terjadi peningkatan kasus di tingkat desa hingga RT.

Sebelumnya Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan bahwa setiap desa di Kubu Raya siap menerapkan PPKM mikro sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. “Sejak awal, saat  ketika pertama kali kasus Covid-19 mulai melanda, semua desa di Kubu Raya juga sudah siaga dan siap untuk melakukan berbagai upaya pencegahan secara mandiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Muda Minta Surat Resmi Hasil Tes Urin Oknum Kades Kubu Raya

Muda melihat, kondisi geografis Kubu Raya yang berbatasan dengan enam kabupaten/kota di Kalbar dan menjadi pintu masuk ke Kalbar, baik dari jalur darat, air, dan udara menjadikan daerah ini rentan akan pandemi Covid-19.

“Namun, dengan kesiapan masyarakat dan semua proses yang kita lalui, kita bisa mengatasi penyebaran Covid-19 di Kubu Raya. Untuk itu, semua memang dituntut agar bergerak lebih cepat dan dalam penerapan PPKM mikro tersebut, saya meminta setiap desa bisa semakin menggencarkan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti yang telah dilakukan selama ini,” tutupnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengutarakan saat ini sebanyak 118 desa di Kubu Raya sudah mulai menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Walaupun semua desa sudah menerapkan PPKM, tetapi dari 2.857 RT yang ada, baru 716 RT yang sudah menerapkan PPKM mikro. Karena bagi daerah yang masuk dalam zona hijau, penerapan PPKM mikronya tidak terlalu diperketat dan penerapanya berdasarkan pada kondisi masing-masing daerah atau desa,” kata Marijan kepada wartawan, Senin (26/4) di Sungai Raya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mereka, hingga saat ini belum semua kabupaten/kota atau desa di Kalimantan Barat yang menerapkan PPKM mikro, lantaran disesuaikan dengan zona di masing-masing daerah. Di Kubu Raya sendiri, lanjutnya, per-23 April lalu terdapat 64 kasus konfirmasi Covid-19 dan membuat kabupaten dengan sembilan kecamatan ini masuk dalam zona kuning. Di sisi lain hingga saat ini, kata Marijan, lebih dari 50 persen status desa di Kubu Raya masuk dalam zona hijau. “Bagi desa yang aman dan masuk zona hijau ini akan terus kami pantau dan mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin terhadap protokol kesehatan, sehingga zonanya akan terus hijau. Meski begitu, jika sewaktu-waktu terjadi penularan di desa yang masuk zona hijau, tentu Satgas Covid-19 di desa akan merangkul sejumlah pihak terkait untuk melakukan penanganan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rangkul Guru Ngaji untuk Edukasi dan Ingatkan Masyarakat terhadap Disiplin Prokes

Marijan menambahkan, bagi RT yang belum menerapkan PPKM mikro, maka Satgas Covid di Kabupaten melalui Satgas Covid tingkat desa dapat menginstruksikan kepada masing-masing RT dari desa tersebut untuk segera menerapkan PPKM mikro. Menurutnya, jika ditemukan satu daerah masuk dalam zona hijau, dan tidak ditemuan kasus konfirmasi Covid-19, maka PPKM mikro diterapkan seperti hari-hari biasa. Meski begitu, kata Marijan, Satgas Covid-19 yang telah dibentuk di masing-masing desa melalui RT, akan terus memantau kondisi di lapangan. Mereka akan melakukan langkah antisipasi dalam pencegahan agar tidak sampai terjadi peningkatan kasus di tingkat desa hingga RT.

Sebelumnya Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan bahwa setiap desa di Kubu Raya siap menerapkan PPKM mikro sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. “Sejak awal, saat  ketika pertama kali kasus Covid-19 mulai melanda, semua desa di Kubu Raya juga sudah siaga dan siap untuk melakukan berbagai upaya pencegahan secara mandiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Ajak Perangkat Daerah Tingkatkan Kerjasama

Muda melihat, kondisi geografis Kubu Raya yang berbatasan dengan enam kabupaten/kota di Kalbar dan menjadi pintu masuk ke Kalbar, baik dari jalur darat, air, dan udara menjadikan daerah ini rentan akan pandemi Covid-19.

“Namun, dengan kesiapan masyarakat dan semua proses yang kita lalui, kita bisa mengatasi penyebaran Covid-19 di Kubu Raya. Untuk itu, semua memang dituntut agar bergerak lebih cepat dan dalam penerapan PPKM mikro tersebut, saya meminta setiap desa bisa semakin menggencarkan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 seperti yang telah dilakukan selama ini,” tutupnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/