alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Kebakaran Lahan Tak Terkendali, Gedung SMKN 1 Sungai Raya Hangus Terbakar

KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan semakin tak terkendali. Tidak saja mengancam permukiman warga, kebakaran juga melahap gedung sekolah SMK Negeri I Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Akibatnya, satu ruang kelas dan perpustakaan ludes terbakar, Sabtu (27/2) siang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 wib.

Kepala Sekolah SMK Negeri I Sungai Raya Anis Sarifudin Adi mengatakan, peristiwa itu berlangsung sangat cepat. Menurutnya, sekitar pukul 11.00 siang, jarak api masih cukup jauh. Bahkan, kata dia, api diperkirakan tidak akan menjangkau bangunan sekolah.

Namun, pada pukul 13.00 wib, angin begitu kencang sehingga api cepat menyebar. Titik api yang sebelumnya diketahui berada di belakang bangunan tiba-tiba api sudah ada di bagian samping dan membakar gedung.

“Sejak kemarin kami memang sudah berjaga agar api tidak mendekat ke sekolah. Tapi karena angin cukup kuat, apa yang kami lakukan pun tidak bisa menghalau api. Kalau dipaksakan, kita akan pingsan karena selain panas, asap begitu menyengat dan tebal,” kata dia.

Awalnya api membakar kantin yang terletak persis di belakang ruang perpustakaan. Tidak lama setelah itu, api kemudian merembet dan membakar habis seluruh isi ruang perpustakaan dan ruang kelas yang berada di sampingnya.

‘Jadi totalnya ada dua ruangan yang terbakar. Ruang perpustakaan dan ruang kelas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pernah Jadi Sopir, Rokidi Jabat Direktur Utama Bank Kalbar

SMK Negeri 1 Sungai Raya   Kuala Dua ini merupakan sekolah kejuruan dengan kompetensi Bidang Agribisnis Pengelolaan Hasil Pertanian, Agribisnis Perikanan Air Tawar, Multimedia, Desain Permodelan dan Informasi Bangunan serta Bisnis Konstruksi dan Properti.

PINDAHKAN BARANG: Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Kabupaten Kubu Raya memindahkan dan mengamankan barang di sekolahnya yang membakar bangunan sekolah,Sabtu(27/2). Api yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan merembet hingga membakar beberapa bangunan sekolah.HARYADI/PONTIANAKPOST

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan terbakarnya gedung sekolah ini di luar perkiraan. Menurutnya, setiap ada kebakaran lahan, pemadam dari seluruh unsur bisa mengantisipasi dengan membuat blokade.

“Namun ini di luar kendali,” kata Muda Mahendrawan ditemui di lokasi kebakaran, kemarin. Menurut dia, kasus serupa juga pernah terjadi di tahun 2013 dan 2018. Hanya saja waktu itu bisa diantisipasi.

Muda mengakui, Kubu Raya menjadi salah satu kabupaten yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kendati demikian, menurutnya penyebab kebakaran hutan dan lahan bukan karena pembukaan lahan oleh masyarakat. Namun banyak faktor.

“Saya rasa ini bukan disebabkan oleh masyarakat. Saya yakin, masyarakat di sini sudah tidak ada lagi buka lahan dengan cara bakar. Sudah mengerti semua,” lanjutnya.

Muda akan mengambil langkah stategis untuk menekan laju kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Salah satunya adalah dengan penyelamatan areal-areal yang di dalamnya terdapat aset negara, seperti sekolah, bandara, maupun permukiman. “Yang terpentig itu dulu,” tegasnya.

Sekolah misalnya. Upaya yang dilakukan yakni dengan membangun parit selebar tiga meter. Selain untuk menghalau api, parit tersebut juga berfungsi sebagai sumber air jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Lahan Gambut Dusun Subur Terbakar

“Nah, kemarin saya sudah perintahkan untuk membuat blokade parit, Sama seperti di sekolah lain. Tapi nyatanya, ekskavatornya belum sampai di sini,” kata dia.

Menurut Muda, pihaknya juga telah menetapkan siaga darurat karhutla. Status ini ditetapkan setelah mengikuti rapat koordinasi lintas sektorat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, Kamis (25/2).

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana mengatakan, pihaknya bersama seluruh unsur yang terlibat tengah fokus melakukan pendinginan di sekeliling lokasi. Bila memungkinkan, kata dia, malam harinya akan dilakukan penggalian saluran air pembatas sehingga membuat sekat agar api tidak merembet ke bangunan. “Tim bekerja sudah dari empat  hari lalu di sekitar sekolah dan jauh ke dalam lahan gambut,” katanya.

Terkait adanya tindak pidana kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan terbakarnya gedung sekolah, pihaknya masih melakukan penyelidikan.  “Intinya, kita masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan (lahan),” pungkasnya.

Berdasarkan Pantauan Pontianak Post, sejumlah petugas pemadam kebakaran swasta, Manggala Agni, dan TNI/Polri masih melakukan upaya penyiraman lokasi lahan yang terbakar. Sementara, murid-murid bersama guru, sibuk memindahkan properti belajar mengajar ke tempat yang lebih aman. (arf)

KUBU RAYA – Kebakaran hutan dan lahan semakin tak terkendali. Tidak saja mengancam permukiman warga, kebakaran juga melahap gedung sekolah SMK Negeri I Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Akibatnya, satu ruang kelas dan perpustakaan ludes terbakar, Sabtu (27/2) siang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 wib.

Kepala Sekolah SMK Negeri I Sungai Raya Anis Sarifudin Adi mengatakan, peristiwa itu berlangsung sangat cepat. Menurutnya, sekitar pukul 11.00 siang, jarak api masih cukup jauh. Bahkan, kata dia, api diperkirakan tidak akan menjangkau bangunan sekolah.

Namun, pada pukul 13.00 wib, angin begitu kencang sehingga api cepat menyebar. Titik api yang sebelumnya diketahui berada di belakang bangunan tiba-tiba api sudah ada di bagian samping dan membakar gedung.

“Sejak kemarin kami memang sudah berjaga agar api tidak mendekat ke sekolah. Tapi karena angin cukup kuat, apa yang kami lakukan pun tidak bisa menghalau api. Kalau dipaksakan, kita akan pingsan karena selain panas, asap begitu menyengat dan tebal,” kata dia.

Awalnya api membakar kantin yang terletak persis di belakang ruang perpustakaan. Tidak lama setelah itu, api kemudian merembet dan membakar habis seluruh isi ruang perpustakaan dan ruang kelas yang berada di sampingnya.

‘Jadi totalnya ada dua ruangan yang terbakar. Ruang perpustakaan dan ruang kelas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kasus Bansos di Kalbar Rugikan Negara Rp1,6 Miliar

SMK Negeri 1 Sungai Raya   Kuala Dua ini merupakan sekolah kejuruan dengan kompetensi Bidang Agribisnis Pengelolaan Hasil Pertanian, Agribisnis Perikanan Air Tawar, Multimedia, Desain Permodelan dan Informasi Bangunan serta Bisnis Konstruksi dan Properti.

PINDAHKAN BARANG: Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Kabupaten Kubu Raya memindahkan dan mengamankan barang di sekolahnya yang membakar bangunan sekolah,Sabtu(27/2). Api yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan merembet hingga membakar beberapa bangunan sekolah.HARYADI/PONTIANAKPOST

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan terbakarnya gedung sekolah ini di luar perkiraan. Menurutnya, setiap ada kebakaran lahan, pemadam dari seluruh unsur bisa mengantisipasi dengan membuat blokade.

“Namun ini di luar kendali,” kata Muda Mahendrawan ditemui di lokasi kebakaran, kemarin. Menurut dia, kasus serupa juga pernah terjadi di tahun 2013 dan 2018. Hanya saja waktu itu bisa diantisipasi.

Muda mengakui, Kubu Raya menjadi salah satu kabupaten yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kendati demikian, menurutnya penyebab kebakaran hutan dan lahan bukan karena pembukaan lahan oleh masyarakat. Namun banyak faktor.

“Saya rasa ini bukan disebabkan oleh masyarakat. Saya yakin, masyarakat di sini sudah tidak ada lagi buka lahan dengan cara bakar. Sudah mengerti semua,” lanjutnya.

Muda akan mengambil langkah stategis untuk menekan laju kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Salah satunya adalah dengan penyelamatan areal-areal yang di dalamnya terdapat aset negara, seperti sekolah, bandara, maupun permukiman. “Yang terpentig itu dulu,” tegasnya.

Sekolah misalnya. Upaya yang dilakukan yakni dengan membangun parit selebar tiga meter. Selain untuk menghalau api, parit tersebut juga berfungsi sebagai sumber air jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Lahan Gambut Dusun Subur Terbakar

“Nah, kemarin saya sudah perintahkan untuk membuat blokade parit, Sama seperti di sekolah lain. Tapi nyatanya, ekskavatornya belum sampai di sini,” kata dia.

Menurut Muda, pihaknya juga telah menetapkan siaga darurat karhutla. Status ini ditetapkan setelah mengikuti rapat koordinasi lintas sektorat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, Kamis (25/2).

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Yani Permana mengatakan, pihaknya bersama seluruh unsur yang terlibat tengah fokus melakukan pendinginan di sekeliling lokasi. Bila memungkinkan, kata dia, malam harinya akan dilakukan penggalian saluran air pembatas sehingga membuat sekat agar api tidak merembet ke bangunan. “Tim bekerja sudah dari empat  hari lalu di sekitar sekolah dan jauh ke dalam lahan gambut,” katanya.

Terkait adanya tindak pidana kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan terbakarnya gedung sekolah, pihaknya masih melakukan penyelidikan.  “Intinya, kita masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan (lahan),” pungkasnya.

Berdasarkan Pantauan Pontianak Post, sejumlah petugas pemadam kebakaran swasta, Manggala Agni, dan TNI/Polri masih melakukan upaya penyiraman lokasi lahan yang terbakar. Sementara, murid-murid bersama guru, sibuk memindahkan properti belajar mengajar ke tempat yang lebih aman. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/