alexametrics
24.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Pemberhentian Sementara PTM tak Pengaruhi Ujian Sekolah

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Ayub, memastikan pelaksanaan Ujian Sekolah di Kubu Raya tidak berpengaruh pada kebijakan diberhentikan sementara pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai Instruksi Gubernur Kalbar pada 22 April lalu. Ujian sekolah bagi SD dan SMP di Kubu Raya, menurut dia, sudah berlangsung sejak 19 April lalu.

“Sedangkan Instruksi Gubernur Kalbar menutup sementara PTM itu sudah masuk hari empat pelaksanaan ujian sekolah. Tentunya instruksi tersebut tidak berpengaruh pada pelaksanaan ujian sekolah di Kubu Raya,” kata Ayub kepada wartawan, Selasa (27/4) di Sungai Raya.

Menurutnya, hingga kemarin, hanya dua mata pelajaran saja yang belum diujikan, di antaranya mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) dan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). “Untuk dua mata pelajaran yang belum dilaksanakan ini akan dilaksanakan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena PTM sudah dicabut,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, selama dua bulan lebih dilaksanaannya PTM di Kubu Raya, pihaknya belum mendapatkan kendala apapun. Bahkan, PTM dinilai dia sangat efektif, mengingat lebih dari satu tahun sejak pandemi melanda, siswa maupun guru terpaksa melakukan proses belajar mengajar dengan sistem daring maupun luring.

Baca Juga :  PGRI Dukung Berjalannya PTM

“Pelaksanaan PTM yang dilakukan lebih dari dua bulan itu dikarenakan Kubu Raya masuk dalam zona kuning penyebaran Covid-19. Selagi belum ada perubahan status zona, maka saat itu pula kami tetap melaksanakan PTM, sampai akhirnya Gubernur Kalbar mengeluarkan instrusinya untuk menutup sementara PTM itu pada 22 April lalu,” ucapnya.

Ayub menjelaskan, untuk menyesuaikan diberhentikannya sementara PTM ini, sejak Sabtu (24/4) kemarin hingga kemarin, mereka sedang menyusun rencana melanjutkan ujian sekolah yang belum sempat dilakukan dengan tatap muka.

“Untuk ujian sekolah yang belum dilaksanakan (Mulok dan PJOK) ini rencananya akan dilaksanakan pada hari Selasa ini melalui virtual baik daring maupun luring. Nantinya orang tua mengambil berkas soal atau tugas dan siswa mengerjakannya di rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  Ingatkan Kesadaran Individu Berkotribusi Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Setelah ujian sekolah, pihaknya akan menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) untuk kelas I sampai kelas V SD, serta kelas VII dan kelas VIII untuk SMP. Pelaksanaan UAS ini rencananya akan mereka laksanakan pada akhir bulan Mei atau awal bulan Juni mendatang.

Ayub menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melihat perkembangan pemberhentian sementara PTM ini dicabut. Sedangkan untuk UAS ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan melakukan peningkatan kompetensi guru dalam menulis soal. Hal ini dilakukan mereka agar pelaksanaan UAS nantinya mampu menghasilkan suatu yang lebih maksimal, sehingga menampakkan kompetesi anak didik sesungguhnya.

“Saya berharap semua kepala sekolah dan pengawas sekolah dengan adanya Instruksi Gubernur ini jangan terlalu panik dan stres, karena Kubu Raya sudah hampir rampung melaksanakan ujian sekolah. Hal yang terpenting semuanya bisa tetap tenang, dan terus menerapkan disiplin protokol kesehatan meski pelaksanaan PTM ini sudah dicabut,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Muhammad Ayub, memastikan pelaksanaan Ujian Sekolah di Kubu Raya tidak berpengaruh pada kebijakan diberhentikan sementara pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sesuai Instruksi Gubernur Kalbar pada 22 April lalu. Ujian sekolah bagi SD dan SMP di Kubu Raya, menurut dia, sudah berlangsung sejak 19 April lalu.

“Sedangkan Instruksi Gubernur Kalbar menutup sementara PTM itu sudah masuk hari empat pelaksanaan ujian sekolah. Tentunya instruksi tersebut tidak berpengaruh pada pelaksanaan ujian sekolah di Kubu Raya,” kata Ayub kepada wartawan, Selasa (27/4) di Sungai Raya.

Menurutnya, hingga kemarin, hanya dua mata pelajaran saja yang belum diujikan, di antaranya mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) dan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). “Untuk dua mata pelajaran yang belum dilaksanakan ini akan dilaksanakan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena PTM sudah dicabut,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, selama dua bulan lebih dilaksanaannya PTM di Kubu Raya, pihaknya belum mendapatkan kendala apapun. Bahkan, PTM dinilai dia sangat efektif, mengingat lebih dari satu tahun sejak pandemi melanda, siswa maupun guru terpaksa melakukan proses belajar mengajar dengan sistem daring maupun luring.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Harus Dievaluasi

“Pelaksanaan PTM yang dilakukan lebih dari dua bulan itu dikarenakan Kubu Raya masuk dalam zona kuning penyebaran Covid-19. Selagi belum ada perubahan status zona, maka saat itu pula kami tetap melaksanakan PTM, sampai akhirnya Gubernur Kalbar mengeluarkan instrusinya untuk menutup sementara PTM itu pada 22 April lalu,” ucapnya.

Ayub menjelaskan, untuk menyesuaikan diberhentikannya sementara PTM ini, sejak Sabtu (24/4) kemarin hingga kemarin, mereka sedang menyusun rencana melanjutkan ujian sekolah yang belum sempat dilakukan dengan tatap muka.

“Untuk ujian sekolah yang belum dilaksanakan (Mulok dan PJOK) ini rencananya akan dilaksanakan pada hari Selasa ini melalui virtual baik daring maupun luring. Nantinya orang tua mengambil berkas soal atau tugas dan siswa mengerjakannya di rumah,” jelasnya.

Baca Juga :  PGRI Dukung Berjalannya PTM

Setelah ujian sekolah, pihaknya akan menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) untuk kelas I sampai kelas V SD, serta kelas VII dan kelas VIII untuk SMP. Pelaksanaan UAS ini rencananya akan mereka laksanakan pada akhir bulan Mei atau awal bulan Juni mendatang.

Ayub menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melihat perkembangan pemberhentian sementara PTM ini dicabut. Sedangkan untuk UAS ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan melakukan peningkatan kompetensi guru dalam menulis soal. Hal ini dilakukan mereka agar pelaksanaan UAS nantinya mampu menghasilkan suatu yang lebih maksimal, sehingga menampakkan kompetesi anak didik sesungguhnya.

“Saya berharap semua kepala sekolah dan pengawas sekolah dengan adanya Instruksi Gubernur ini jangan terlalu panik dan stres, karena Kubu Raya sudah hampir rampung melaksanakan ujian sekolah. Hal yang terpenting semuanya bisa tetap tenang, dan terus menerapkan disiplin protokol kesehatan meski pelaksanaan PTM ini sudah dicabut,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/