alexametrics
30.6 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Tetap Layani Penerbangan

KENDATI belum lama ini pemerintah telah resmi mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik pada Idulfitri tahun ini, seiring dengan adanya addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Covid-19 nasional, namun aktivitas penerbangan masih akan dilakukan di Bandara Supadio.

Executive General Manager Bandara International Supadio, Akbar Putra Mardhika mengatakan, sejauh ini aktivitas penerbangan masih akan dilakukan di Bandara Supadio, namun sesuai dengan ketentuan yang telah tertera di dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Satgas Covid-19 nasional.

“Sesuai dengan Surat Edaran  Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, sejauh ini masih terdapat penerbangan di Bandara Internasional Supadio. Jadi penerbangan ini tetap ada, namun dengan pengecualian,” kata Akbar kepada wartawan, Selasa (27/4) di Sungai Raya.

Akbar menerangkan, selain penerbangan logistik atau kargo, terdapat sejumlah penumpang yang masuk dalam kategori pengecualian dan masih bisa melakukan perjalanan melalui pintu masuk bandara. Dimisalkan dia seperti penumpang yang melakukan perjalanan dinas atau sedang bertugas, dengan menunjukkan surat tugas dari instasi masing-masing. Selain itu, dia menambahkan, ada juga penumpang dengan alasan keluarga sakit, kunjungan duka untuk anggota keluarga yang meninggal, serta kepentingan persalinan, dengan pendampingan maksimal dua orang anggota keluarga.

Baca Juga :  Bang Sis Kontak Menhub, Minta Penerbangan Pontianak-Putussibau Tak Ditutup

“Ini dibuktikan juga nanti dengan surat keterangan dari lurah atau desa setempat. Sehingga ini menjadi persyaratan perjalanan,” ucapnya.

Seperti diketahui, addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Satgas Covid-19 Nasional tersebut mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri baik melalui perjalanan darat, laut, dan udara yang dibagi pada tiga periode, yakni periode pengetatan mudik Idul Fitri pada 22 April – 5 Mei, periode masa peniadaan mudik 6 – 17 Mei, dan periode pengetatan mudik pasca masa peniadaan mudik 18 – 24 Mei.

Menurutnya, merujuk dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nasional, dalam masa peniadaan mudik, 6 Mei – 17 Mei, setiap penumpang wajib melengkapi dokumen persyaratan hasil PCR 3×24 jam sejak masa pengambilan sampel atau hasil test rapid antigen maksimal 2×24 jam.

Baca Juga :  Maskapai Siapkan Penerbangan Ekstra Hadapi Natal-Tahun Baru

Sedangkan, pada masa pra 22 April – 5 Mei  dan pascapelarangan mudik 18 – 24 Mei, orang boleh melakukan perjalanan dengan harus menyertakan hasil swab PCR atau rapid antigen maksimal dengan masa berlaku 1×24 jam. Meski begitu, kata Akbar, di masa peniadaan mudik ini penumpang yang akan masuk ke Kalimantan Barat tetap harus menunjukan hasil PCR 7×24 negatif. “Persyaraan perjalanan keluar dari Kalimantan Barat itu berlaku Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 tadi. Tetapi saat para penumpang  akan masuk ke Kalimantan Barat, tetap mengacu pada Pergub Nomor 30 dengan persyaratan harus menunjukkan hasil PCR 7×24 negatif,” ungkapnya. (ash)

KENDATI belum lama ini pemerintah telah resmi mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik pada Idulfitri tahun ini, seiring dengan adanya addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Covid-19 nasional, namun aktivitas penerbangan masih akan dilakukan di Bandara Supadio.

Executive General Manager Bandara International Supadio, Akbar Putra Mardhika mengatakan, sejauh ini aktivitas penerbangan masih akan dilakukan di Bandara Supadio, namun sesuai dengan ketentuan yang telah tertera di dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Satgas Covid-19 nasional.

“Sesuai dengan Surat Edaran  Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, sejauh ini masih terdapat penerbangan di Bandara Internasional Supadio. Jadi penerbangan ini tetap ada, namun dengan pengecualian,” kata Akbar kepada wartawan, Selasa (27/4) di Sungai Raya.

Akbar menerangkan, selain penerbangan logistik atau kargo, terdapat sejumlah penumpang yang masuk dalam kategori pengecualian dan masih bisa melakukan perjalanan melalui pintu masuk bandara. Dimisalkan dia seperti penumpang yang melakukan perjalanan dinas atau sedang bertugas, dengan menunjukkan surat tugas dari instasi masing-masing. Selain itu, dia menambahkan, ada juga penumpang dengan alasan keluarga sakit, kunjungan duka untuk anggota keluarga yang meninggal, serta kepentingan persalinan, dengan pendampingan maksimal dua orang anggota keluarga.

Baca Juga :  Penerbangan Komersial Ditiadakan, Jalan Darat Dijaga Ketat

“Ini dibuktikan juga nanti dengan surat keterangan dari lurah atau desa setempat. Sehingga ini menjadi persyaratan perjalanan,” ucapnya.

Seperti diketahui, addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Satgas Covid-19 Nasional tersebut mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri baik melalui perjalanan darat, laut, dan udara yang dibagi pada tiga periode, yakni periode pengetatan mudik Idul Fitri pada 22 April – 5 Mei, periode masa peniadaan mudik 6 – 17 Mei, dan periode pengetatan mudik pasca masa peniadaan mudik 18 – 24 Mei.

Menurutnya, merujuk dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nasional, dalam masa peniadaan mudik, 6 Mei – 17 Mei, setiap penumpang wajib melengkapi dokumen persyaratan hasil PCR 3×24 jam sejak masa pengambilan sampel atau hasil test rapid antigen maksimal 2×24 jam.

Baca Juga :  Bantu Akses jalan Masuk SMP Quran

Sedangkan, pada masa pra 22 April – 5 Mei  dan pascapelarangan mudik 18 – 24 Mei, orang boleh melakukan perjalanan dengan harus menyertakan hasil swab PCR atau rapid antigen maksimal dengan masa berlaku 1×24 jam. Meski begitu, kata Akbar, di masa peniadaan mudik ini penumpang yang akan masuk ke Kalimantan Barat tetap harus menunjukan hasil PCR 7×24 negatif. “Persyaraan perjalanan keluar dari Kalimantan Barat itu berlaku Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 tadi. Tetapi saat para penumpang  akan masuk ke Kalimantan Barat, tetap mengacu pada Pergub Nomor 30 dengan persyaratan harus menunjukkan hasil PCR 7×24 negatif,” ungkapnya. (ash)

Most Read

Temukan Persoalan Distribusi Gas Melon

Indonesia Butuh 426 Juta Dosis

5 Tahun, 188 Kasus HIV

Mubes MABT Kalbar, Cari Ketua Umum

Artikel Terbaru

/