alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Tanam Mangrove Secara Digital 

Wisata Andalan Desa Sungai Kupah

SUNGAI RAYA—Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Kupah, baru-baru ini, menerapkan penanaman mangrove digital di desanya. Penanaman digital ini merupakan salah satu cara baru yang digencarkan untuk melestarikan sekaligus mempromosikan potensi wisata mangrove salah satu desa di Kecamatan Sungai Kakap ini.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Sungai Kupah, Rudi Hartono, mengatakan terletak tak jauh dari kawasan pesisir membuat masyarakat di Desa Sungai Kupah saat ini berupaya keras dan fokus menjaga lingkungan dari abrasi. Upaya melakukan penghijauan pun kian digencarkan masyarakat setempat. Baik dengan menggandeng komunitas maupun para wisatawan yang berkunjung ke desa yang memiliki 10 jenis mangrove ini.

Rudi Hartono menerangkan, melalui penanaman mangrove digital, setiap wisatawan yang menanam dapat mengadopsi mangrove. Usai menanam mangrove, Pokdarwis Sungai Kupah pun kemudian mengeluarkan sertifikat daring, yang berisi piagam penghargaan dan ucapan terima kasih atas adopsi pohon mangrove.

“Kami menyebutnya, metode ini sebagai cara baru menanam pohon secara digital. Jadi selain sebagai upaya melestarikan penghijauan dengan penanaman digital ini juga sekaligus menjadi menjadi wadah bagi kami untuk mempromosikan potensi mangrove yang ada di Desa Sungai Kupah,” jelasnya usai melakukan penanaman mangrove, Minggu (26/7) di Desa Sungai Kupah.

Baca Juga :  Persuasif Edukasi Pentingnya Vaksinasi

Kata Rudi, pihaknya menggunakan teknologi tepat guna di mana wisatawan yang menanam di Sungai Kupah bisa melihat langsung perkembangan mangrovenya secara digital. Hal itu dimungkinkan karena wisatawan yamg menanam langsung mendapatkan titik koordinat tempat menanam.

“Di sertifikat itu juga terdapat nomor kode penanaman. Setelah mendapatkan sertifikat, wisatawan diberikan titik koordinat penanaman mangrove tersebut. Sehingga ke depan memudahkan yang bersangkutan untuk melihat mangrove yang telah ditanam,” terangnya.

Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam yang meluangkan waktu untuk turut menanam mangrove mengapresiasi gerakan penanaman mangrove digital di Desa Sungai Kupah. Dia berharap penanaman yang diinisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Kupah bekerja sama dengan pemerintah desa setempat ini bisa bisa dijadikan contoh bagi desa lainnya di Kubu Raya sebagai upaya melestarikan lingkungan.

Yusran menilai, penanaman digital juga menjadi satu di antara bentuk atraksi destinasi wisata dengan penerapan inovasi teknologi tepat guna. Setelah menanam mangrove wisatawan tak sekadar memperoleh sertifikat adopsi mangrove, tapi juga mendapatkan kode penanaman sekaligus titik koordinat tanam. Sehingga proses tumbuh kembang pohon dapat dipantau dengan teknologi digital.

Baca Juga :  Salurkan Kebutuhan Pokok; Beras 10 Kg, Telur 30 Butir dan Gula 2 kg

“Salah satu ikon destinasi wisata kita adalah mangrove. Dan di Sungai Kupah ini ada sepuluh jenis mangrove yang harus dilestarikan. Makanya saya sangat terkesan dan bangga dengan pemuda dan aparatur desa yang menggerakkan penanaman mangrove secara digital ini,” kata Yusran Anizam usai menanam mangrove digital di Desa Sungai Kupah.

Yusran mengaku kagum melihat antusiasme kaum muda Desa Sungai Kupah melakukan penanaman. Terlebih disertai inovasi yang melibatkan sentuhan teknologi digital. Sehingga progres dari mangrove yang ditanam dapat dipantau setiap saat dengan melihat titik koordinat tanam.

”Kami berharap kegiatan penanaman digital yang dilakukan ini membawa kebaikan karena adanya destinasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan baik bagi lingkungan. Karena mangrove adalah benteng bagi daerah kita terhadap abrasi dan sebagainya. Bahkan ini juga salah satu dari paru-paru dunia yang harus dilestarikan. Tetap semangat untuk Pokdarwis dan aparatur desa untuk mengembangkan destinasi agar lebih maju ke depannya,” pungkasnya. (ash)

Wisata Andalan Desa Sungai Kupah

SUNGAI RAYA—Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Kupah, baru-baru ini, menerapkan penanaman mangrove digital di desanya. Penanaman digital ini merupakan salah satu cara baru yang digencarkan untuk melestarikan sekaligus mempromosikan potensi wisata mangrove salah satu desa di Kecamatan Sungai Kakap ini.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Sungai Kupah, Rudi Hartono, mengatakan terletak tak jauh dari kawasan pesisir membuat masyarakat di Desa Sungai Kupah saat ini berupaya keras dan fokus menjaga lingkungan dari abrasi. Upaya melakukan penghijauan pun kian digencarkan masyarakat setempat. Baik dengan menggandeng komunitas maupun para wisatawan yang berkunjung ke desa yang memiliki 10 jenis mangrove ini.

Rudi Hartono menerangkan, melalui penanaman mangrove digital, setiap wisatawan yang menanam dapat mengadopsi mangrove. Usai menanam mangrove, Pokdarwis Sungai Kupah pun kemudian mengeluarkan sertifikat daring, yang berisi piagam penghargaan dan ucapan terima kasih atas adopsi pohon mangrove.

“Kami menyebutnya, metode ini sebagai cara baru menanam pohon secara digital. Jadi selain sebagai upaya melestarikan penghijauan dengan penanaman digital ini juga sekaligus menjadi menjadi wadah bagi kami untuk mempromosikan potensi mangrove yang ada di Desa Sungai Kupah,” jelasnya usai melakukan penanaman mangrove, Minggu (26/7) di Desa Sungai Kupah.

Baca Juga :  Ditinggal Pergi Saat Masak Nasi

Kata Rudi, pihaknya menggunakan teknologi tepat guna di mana wisatawan yang menanam di Sungai Kupah bisa melihat langsung perkembangan mangrovenya secara digital. Hal itu dimungkinkan karena wisatawan yamg menanam langsung mendapatkan titik koordinat tempat menanam.

“Di sertifikat itu juga terdapat nomor kode penanaman. Setelah mendapatkan sertifikat, wisatawan diberikan titik koordinat penanaman mangrove tersebut. Sehingga ke depan memudahkan yang bersangkutan untuk melihat mangrove yang telah ditanam,” terangnya.

Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam yang meluangkan waktu untuk turut menanam mangrove mengapresiasi gerakan penanaman mangrove digital di Desa Sungai Kupah. Dia berharap penanaman yang diinisiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Kupah bekerja sama dengan pemerintah desa setempat ini bisa bisa dijadikan contoh bagi desa lainnya di Kubu Raya sebagai upaya melestarikan lingkungan.

Yusran menilai, penanaman digital juga menjadi satu di antara bentuk atraksi destinasi wisata dengan penerapan inovasi teknologi tepat guna. Setelah menanam mangrove wisatawan tak sekadar memperoleh sertifikat adopsi mangrove, tapi juga mendapatkan kode penanaman sekaligus titik koordinat tanam. Sehingga proses tumbuh kembang pohon dapat dipantau dengan teknologi digital.

Baca Juga :  Pantau Peningkatan Covid-19 di Sungai Kakap

“Salah satu ikon destinasi wisata kita adalah mangrove. Dan di Sungai Kupah ini ada sepuluh jenis mangrove yang harus dilestarikan. Makanya saya sangat terkesan dan bangga dengan pemuda dan aparatur desa yang menggerakkan penanaman mangrove secara digital ini,” kata Yusran Anizam usai menanam mangrove digital di Desa Sungai Kupah.

Yusran mengaku kagum melihat antusiasme kaum muda Desa Sungai Kupah melakukan penanaman. Terlebih disertai inovasi yang melibatkan sentuhan teknologi digital. Sehingga progres dari mangrove yang ditanam dapat dipantau setiap saat dengan melihat titik koordinat tanam.

”Kami berharap kegiatan penanaman digital yang dilakukan ini membawa kebaikan karena adanya destinasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan baik bagi lingkungan. Karena mangrove adalah benteng bagi daerah kita terhadap abrasi dan sebagainya. Bahkan ini juga salah satu dari paru-paru dunia yang harus dilestarikan. Tetap semangat untuk Pokdarwis dan aparatur desa untuk mengembangkan destinasi agar lebih maju ke depannya,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/