alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Bekerja Inovatif dan Berkualitas 

SUNGAI RAYA – Jajaran pejabat bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kubu Raya, Selasa (28/1) turut mengikuti upacara peringatan HUT ke-63 Pemerintah Kalimantan Barat yang digelar di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang didaulat  menjadi inspektur upacara mengatakan terdapat dua hal penting dari peringatan HUT ke-63 Pemerintahan Kalimantan Barat. Pertama, peringatan HUT menjadi momen refleksi terhadap apa yang telah dilalui, dilakukan dan dicapai pada tahun yang lalu. Disisi lain, peringatan HUT sekaligus menjadi titik awal merencanakan pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya.

“Pengalaman masa lalu harus menjadi pembelajaran dan cambuk positif untuk mendorong peningkatan kinerja daerah guna mencapai kemakmuran dan keadilan bagi seluruh masyarakat di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Muda menerangkan, peringatan HUT ke-63 Pemprov Kalbar mengangkat tema “Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Bangun Kebersamaan dalam Keberagaman, Wujudkan Kalimantan Barat Sejahtera”. Peningkatan kualitas pelayanan, ujarnya, berkonsekuensi pada pola kerja bersifat “biasa” yang harus ditinggalkan. Berganti dengan pola-pola inovatif, adaptif, dan responsif. Adapun membangun kebersamaan dalam keberagaman, menggambarkan keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat di tengah fakta heterogenitas.

Baca Juga :  Cintai Budaya dengan Bercerita

“Sedangkan kalimat terakhir mewujudkan Kalimantan Barat sejahtera menggambarkan cita-cita dari pembangunan Kalimantan Barat, yakni terwujudnya masyarakat Kalbar yang sejahtera, adil dan merata,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, bupati pertama Kubu Raya ini secara khusus mengapresiasi tema peringatan HUT Pemprov. Menurutnya, semangat dari ketiga hal yang ada di dalam tema selaras dengan spirit salam menanjak yang tengah masif di Kubu Raya. Salam menanjak sendiri merupakan narasi nonverbal simbolik yang dipopulerkan Bupati Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Sujiwo. Salam ini berupa gerakan telapak tangan terbuka yang diletakkan di depan dada dengan ujung-ujung jari mengarah diagonal ke atas. Filosofinya adalah mengajak masyarakat untuk bersemangat dan progresif, yaitu selalu berupaya meningkatkan kualitas di semua bidang kehidupan.

Baca Juga :  Kubu Raya Berlakukan PPKM Mikro secara Ketat

“Apa yang disampaikan dalam sambutan tertulis pak gubernur sama dengan semangat salam menanjak, yaitu bagaimana kita selalu berupaya meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan kualitas kehidupan di berbagai bidang kehidupan,” katanya usai upacara.

Terkait masifnya “salam menanjak” di Kubu Raya, Bupati Muda menyebut hal itu sebagai ‘mind programming’. Yakni menggerakkan pikiran bawah sadar masyarakat untuk selalu optimistis terhadap semua potensi sumber daya manusia dan alam yang ada.

“Dengan salam menanjak kita mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras. Karena kalau jalan menanjak itu kita harus lebih bekerja keras dibanding jalan mendatar. Kita harus bisa tidak menjadi beban bagi bangsa ini, tapi harus mampu ikut berkontribusi bagi republik ini dengan segala ide kreatif dan solutif dalam menghadapi semua persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa ini,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Jajaran pejabat bersama ASN di lingkungan Pemerintah Kubu Raya, Selasa (28/1) turut mengikuti upacara peringatan HUT ke-63 Pemerintah Kalimantan Barat yang digelar di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang didaulat  menjadi inspektur upacara mengatakan terdapat dua hal penting dari peringatan HUT ke-63 Pemerintahan Kalimantan Barat. Pertama, peringatan HUT menjadi momen refleksi terhadap apa yang telah dilalui, dilakukan dan dicapai pada tahun yang lalu. Disisi lain, peringatan HUT sekaligus menjadi titik awal merencanakan pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya.

“Pengalaman masa lalu harus menjadi pembelajaran dan cambuk positif untuk mendorong peningkatan kinerja daerah guna mencapai kemakmuran dan keadilan bagi seluruh masyarakat di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Muda menerangkan, peringatan HUT ke-63 Pemprov Kalbar mengangkat tema “Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Bangun Kebersamaan dalam Keberagaman, Wujudkan Kalimantan Barat Sejahtera”. Peningkatan kualitas pelayanan, ujarnya, berkonsekuensi pada pola kerja bersifat “biasa” yang harus ditinggalkan. Berganti dengan pola-pola inovatif, adaptif, dan responsif. Adapun membangun kebersamaan dalam keberagaman, menggambarkan keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat di tengah fakta heterogenitas.

Baca Juga :  Cintai Budaya dengan Bercerita

“Sedangkan kalimat terakhir mewujudkan Kalimantan Barat sejahtera menggambarkan cita-cita dari pembangunan Kalimantan Barat, yakni terwujudnya masyarakat Kalbar yang sejahtera, adil dan merata,” terangnya.

Dikesempatan yang sama, bupati pertama Kubu Raya ini secara khusus mengapresiasi tema peringatan HUT Pemprov. Menurutnya, semangat dari ketiga hal yang ada di dalam tema selaras dengan spirit salam menanjak yang tengah masif di Kubu Raya. Salam menanjak sendiri merupakan narasi nonverbal simbolik yang dipopulerkan Bupati Muda Mahendrawan dan Wakil Bupati Sujiwo. Salam ini berupa gerakan telapak tangan terbuka yang diletakkan di depan dada dengan ujung-ujung jari mengarah diagonal ke atas. Filosofinya adalah mengajak masyarakat untuk bersemangat dan progresif, yaitu selalu berupaya meningkatkan kualitas di semua bidang kehidupan.

Baca Juga :  Motivasi ASN Bekerja Solid dan Terukur

“Apa yang disampaikan dalam sambutan tertulis pak gubernur sama dengan semangat salam menanjak, yaitu bagaimana kita selalu berupaya meningkatkan kinerja, kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan kualitas kehidupan di berbagai bidang kehidupan,” katanya usai upacara.

Terkait masifnya “salam menanjak” di Kubu Raya, Bupati Muda menyebut hal itu sebagai ‘mind programming’. Yakni menggerakkan pikiran bawah sadar masyarakat untuk selalu optimistis terhadap semua potensi sumber daya manusia dan alam yang ada.

“Dengan salam menanjak kita mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras. Karena kalau jalan menanjak itu kita harus lebih bekerja keras dibanding jalan mendatar. Kita harus bisa tidak menjadi beban bagi bangsa ini, tapi harus mampu ikut berkontribusi bagi republik ini dengan segala ide kreatif dan solutif dalam menghadapi semua persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa ini,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/