alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Pemkab Kembali Beri Insentif

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, Rabu (28/4) kembali memberikan insentif masing-masing sebesar Rp950 ribu bagi 1.060 guru ngaji dan 485 petugas fardu kifayah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kubu Raya. Penyerahan insentif tersebut berlangsung di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (28/4).

Bupati Kubu Raya Muda Mahendarwan mengatakan, sama seperti tahun sebelumnya, pemberian insentif bagi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah tersebut dibagi dalam dua tahap setiap satu semester. “Untuk periode pertama sengaja kami berikan pada bulan April, mengingat saat ini masuk Ramadan dan sebentar lagi Idulfitri dan semoga saja bisa membantu para guru ngaji dan petugas fardu kifayah dalam memenuhi kebutuhan hidup teruutama jelang idulfitri nanti,” kata Muda kepada Pontianak Post, usai secara simbolis menyerahkan insentif.

Kata Muda, insentif yang diberikan adalah bentuk perhatian kepada setiap elemen yang punya kontribusi kepada daerah termasuk petugas fardhu kifayah dan guru ngaji. Melalui peran guru ngaji dan petugas fardu kifayah, diharapkan dia, generasi muda di desa-desa akan dapat terkawal.

“Insyaallah kita memahami dan selalu berusaha mengakomodir setiap elemen yang punya peranan di masyarakat. Jadi insentif adalah penghargaan sekaligus kita menitipkan pesan sebagai upaya menjaga generasi. Guru ngaji dan fardhu kifayah menjadi contoh dan teladan untuk keluarga dan masyarakat. Itu yang diharapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  K.H. Chairuman Arrahbini, Sosok Ulama yang Kharismatik

Kepala Bagian Kesra Pemkab Kubu Raya, Wasilun, menjelaskan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, dalam melakukan pendataan guru ngaji dan petugas fardu kifayah, Pemkab berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa. “Jadi nanti dari masing-masing desa akan membantu kami untuk mendata siapa saja guru ngaji dan petugas fardu kifayah di desa masing-masing yang akan diusulkan untuk mendapatkan insentif ini,kemudian akan kami verifikasi untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Tidak sekadar bisa membantu perekonomian para guru ngaji dan petugas fardu kifayah, Wasilun juga berharap insentif yang diberikan bisa memotivasi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah dalam menjalankan tugas dan peran mereka untuk meningkatan pelayanan keagamaan bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Dan tentunya, insentif ini, merupakan salah satu bentu perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah upaya guru ngaji dan petugas fardu kifayah. Semoga saja bantuan ini bisa membawa kemanfaataan bagi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah di Kubu Raya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Agus Sudarmansyah yang turut menghadiri penyerahan insentif tersebut berharap agar para guru ngaji dan petugas fardu kifayah bisa memanfatakan dengan baik insentif yang diberikan Pemerintah Kubu Raya.

“Meski dengan anggaran yanbg terbatas, kami dari DPRD Kubu Raya sepakat untuk mendorong program ini dan insentif yang diberikan ini merupakan wujud apresiasi pemerintah terhadap Bapak, Ibu yang bekerja keras dan ikhlas sebagai guru ngaji dan petugas fardu kifayah,” ucapnya.

Baca Juga :  Dua Anggota DPRD Kubu Raya Positif Covid-19

Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, Agus juga mengingatkan para guru ngaji dan petugas fardu kifayah, termasuk masyarakat Kubu Raya, untuk terus disiplin terhadap protokol kesehatan.  “Meski kita sudah ada  yang divaksinasi belum lama ini, bukan berarti kita harus kendor terhadap protkol kesehatan. Akan lebih baik kita membuat disiplin protokol kesehatan ini sebagai budaya baru dalam upaya optimalisasi penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini,” ungkapnya.

Salah satu guru ngaji penerima insentif dari Sungai Raya, Ismail, mengakui insentif yang diberikan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bagi Ismail, insentif  yang diberikan itu merupakan salah satu bentuk nyata perhatian Pemerintah Kubu Raya bagi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah.

“Saya pribadi sebenarnya mengajar ngaji juga dengan ikhlas, ada kebanggan bisa mendidik murid bisa lancar membaca Alquran dan mengenai insentif ini alhamdulillah berapapun nilainya wajib untuk disyukuri. Insentif ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang lebih penting, pemberian ini membesarkan hati kami bahwa pemerintah daerah ternyata memberikan perhatian khusus terhadap para guru ngaji dan petugas fardhu kifayah,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, Rabu (28/4) kembali memberikan insentif masing-masing sebesar Rp950 ribu bagi 1.060 guru ngaji dan 485 petugas fardu kifayah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kubu Raya. Penyerahan insentif tersebut berlangsung di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (28/4).

Bupati Kubu Raya Muda Mahendarwan mengatakan, sama seperti tahun sebelumnya, pemberian insentif bagi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah tersebut dibagi dalam dua tahap setiap satu semester. “Untuk periode pertama sengaja kami berikan pada bulan April, mengingat saat ini masuk Ramadan dan sebentar lagi Idulfitri dan semoga saja bisa membantu para guru ngaji dan petugas fardu kifayah dalam memenuhi kebutuhan hidup teruutama jelang idulfitri nanti,” kata Muda kepada Pontianak Post, usai secara simbolis menyerahkan insentif.

Kata Muda, insentif yang diberikan adalah bentuk perhatian kepada setiap elemen yang punya kontribusi kepada daerah termasuk petugas fardhu kifayah dan guru ngaji. Melalui peran guru ngaji dan petugas fardu kifayah, diharapkan dia, generasi muda di desa-desa akan dapat terkawal.

“Insyaallah kita memahami dan selalu berusaha mengakomodir setiap elemen yang punya peranan di masyarakat. Jadi insentif adalah penghargaan sekaligus kita menitipkan pesan sebagai upaya menjaga generasi. Guru ngaji dan fardhu kifayah menjadi contoh dan teladan untuk keluarga dan masyarakat. Itu yang diharapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peran Kanwil DJKN Kalbar dalam Hibah Aset BMN/D Pemkab Sambas

Kepala Bagian Kesra Pemkab Kubu Raya, Wasilun, menjelaskan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, dalam melakukan pendataan guru ngaji dan petugas fardu kifayah, Pemkab berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa. “Jadi nanti dari masing-masing desa akan membantu kami untuk mendata siapa saja guru ngaji dan petugas fardu kifayah di desa masing-masing yang akan diusulkan untuk mendapatkan insentif ini,kemudian akan kami verifikasi untuk ditindak lanjuti,” jelasnya.

Tidak sekadar bisa membantu perekonomian para guru ngaji dan petugas fardu kifayah, Wasilun juga berharap insentif yang diberikan bisa memotivasi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah dalam menjalankan tugas dan peran mereka untuk meningkatan pelayanan keagamaan bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Dan tentunya, insentif ini, merupakan salah satu bentu perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah upaya guru ngaji dan petugas fardu kifayah. Semoga saja bantuan ini bisa membawa kemanfaataan bagi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah di Kubu Raya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Agus Sudarmansyah yang turut menghadiri penyerahan insentif tersebut berharap agar para guru ngaji dan petugas fardu kifayah bisa memanfatakan dengan baik insentif yang diberikan Pemerintah Kubu Raya.

“Meski dengan anggaran yanbg terbatas, kami dari DPRD Kubu Raya sepakat untuk mendorong program ini dan insentif yang diberikan ini merupakan wujud apresiasi pemerintah terhadap Bapak, Ibu yang bekerja keras dan ikhlas sebagai guru ngaji dan petugas fardu kifayah,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkab Mempawah Bantu Rp 30 Juta

Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, Agus juga mengingatkan para guru ngaji dan petugas fardu kifayah, termasuk masyarakat Kubu Raya, untuk terus disiplin terhadap protokol kesehatan.  “Meski kita sudah ada  yang divaksinasi belum lama ini, bukan berarti kita harus kendor terhadap protkol kesehatan. Akan lebih baik kita membuat disiplin protokol kesehatan ini sebagai budaya baru dalam upaya optimalisasi penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini,” ungkapnya.

Salah satu guru ngaji penerima insentif dari Sungai Raya, Ismail, mengakui insentif yang diberikan tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bagi Ismail, insentif  yang diberikan itu merupakan salah satu bentuk nyata perhatian Pemerintah Kubu Raya bagi para guru ngaji dan petugas fardu kifayah.

“Saya pribadi sebenarnya mengajar ngaji juga dengan ikhlas, ada kebanggan bisa mendidik murid bisa lancar membaca Alquran dan mengenai insentif ini alhamdulillah berapapun nilainya wajib untuk disyukuri. Insentif ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang lebih penting, pemberian ini membesarkan hati kami bahwa pemerintah daerah ternyata memberikan perhatian khusus terhadap para guru ngaji dan petugas fardhu kifayah,” pungkasnya. (ash)

Most Read

PPKM Dinilai Efektif

Dharmabella Akhiri Tugas di Ketapang

Syuting MI7 di Italia Batal karena Korona

Artikel Terbaru

/