alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Satgas Uji Petik Arus Mudik di Dermaga Rasau Jaya

RASAU JAYA – Satgas Covid-19 Kabupaten Kubu Raya, Rabu (28/4) melakukan uji petik pengawasan kapal dan sekaligus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 mengunakan tes GeNose C-19 di Deramaga Rasau Jaya. Mereka juga melakukan upaya pemantauan sekaligus pengetatan arus mudik menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya, Odang Prasetyo, mengatakan uji petik sekaligus pemantauan di Dermaga Rasau Jaya yang dilakukan tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat melalui zoom meeting yang digelar belum lama ini.

“Salah satu hasil rapat zoom meeting tersebut menginstruksikan masing-masing Satgas Covid-19 tingkat kabupaten maupun kecamatan harus bersinergi dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19,” kata Odang, Rabu (28/4) kepada wartawan usai memantau Dermaga Rasau Jaya.

Dia menambahkan, sesuai arahan pemerintah, telah ditetapkan bahwa sepanjang 6 – 17 Mei mendatang berlaku pelarangan mudik, termasuk di Kubu Raya. Untuk mengantipasi adanya lonjakan arus mudik tersebut, pada 22 April – 5 Mei mendatang, Satgas Covid-19 Kabupaten Kubu Raya melakukan uji petik ke sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi terjadi pergerakan orang, baik di dalam kabupaten dan antarkabupaten seperti ke Kayong Utara, Ketapang, dan sebaliknya.

Pihaknya juga mengecek dan memastikan terpenuhinya fasilitas keselamatan penumpang dan kapal seperti dokumen-dokumen kelayakannya, termasuk fasilitas keselamatan penumpang seperti jeket pelampung dan sejenisnya. “Dan alhamdulillah setelah kami cek di Dermaga Rasau Jaya ini semua fasilitas yang ditentukan itu sudah terbilang memenuhi syarat dan dalam kondisi baik,” jelasnya.

Dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya juga menyiapkan sarana untuk pengambilan sampel atau screening melalui GeNose C-19 bagi para penumpang dan anak buah kapal, buruh, dan sejumlah stakeholder di kawasan pelabuhan dan sekitarnya. “Semua pihak yang ada di kawasan pelabuhan ini, mulai dari penumpang, anak buah kapal, buruh, tukang parkir, dan sejenisnya kami lakukan tracking semua, sebagai upaya untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kubu Raya,” ujar Odang.

Baca Juga :  Temukan Mayat Mr.X di Jalan Arteri Supadio

Mengingat hingga saat ini Kubu Raya masih masuk dalam zona kuning, Odang berharap semua pihak terkait bisa terus bersinergi untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 di kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini. “Harapannya, dengan kerja sama yang baik lintas sektor, maka zona kuning ini bisa berubah statusnya menjadi zona hijau. Namun kalau ada tim satgas baik di tingkat kecamatan hingga desa kendor pengawasannya, dan kian banyak ditemukan masyarakat yang tidak disiplin protokol keshatan, saya kahwatir ada potensi peningkatan kasus. Maka untuk menghindari hal buruk ini, kita semua harus terus solid dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 ini salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana menambahkan bahwa pihaknya bersama stakeholder yang ada seperti Dinas Perhubungan, Polsek, Danramil, Dinas Kesehatan, termasuk pihak Kecamatan, sengaja melakukan pengecekan terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan atau penyeberangan ke luar daerah dengan menggunakan sarana  transportasi air. “Kami mengecek ada feri dan klotok masyarakat yang bisa digunakan antarlintas kabupaten. Selain itu pihak Dinas Kesehatan juga melakukan screening bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dan sekitar dermaga melalui GeNose C-19, dan Alhamdulillah tadi saat dilakukan tes menggunakan GeNose semua warga yang akan melakukan penyebrangan diketahui dalam kondisi sehat,” paparnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kubu Raya ini mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan kesiapan setiap transportasi air di Dermaga Rasau Jaya. “Tujuannya kami melakukan pengecekan terhadap transporasti air ini, karena ini mengutakan keselamatan penumpang,  makanya kami cek life jacket yang ada dan akomodasi yang ada di penyelenggara penyeberangan. Artinya, kami tidak mau ada kejadian yang tidak diinginkan, dan semuanya harus dalm kondisi siap saat masyarakat akan berpergian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wabup Bersama Satgas Gelar Rakor

Disinggung mengenai pengetatan mudik, kata Yani, sesuai dengan aturan yang ada bahwa sepanjang 6 – 17 Mei, sesuai dengan aturan pemerintah bahwa tidak ada kegiatan transportasi atau berlaku larangan mudik. “Namun kami antisipasi di luar itu, artinya kegiatan transportasi air yang dilakukan masyarakat seperti menggunakan klotok, dan sejenisnya ini yang perlu diantsiipasi, makanya dengan semua stakeholder yang ada kami lakukan pengcekan lebih awal,” kata dia.

Dalam pemantauan tersebut, dijelaskan Yani bahwa salah satu lonjakan mudik yang diantisipasi mereka adalah perjalanan antarpulau, mengingat Kubu Raya  memiliki wilayah perairan. Kemudian pihaknya juga melakukan antisipasi pergerakan masyarakat dari Kubu Raya serta Kota Pontianak yang bergerak menuju ke Kayong Utara dan Ketapang, juga sebaliknya.

“Dan secara totalitas nanti kami juga akan membangun posko bersama, dan biasanya kami letakkan di pintu masuk pelabuhan ini dan isinya ada dari semua instansi terkait seperti dari (Dinas) Perhubungan, (Dinas) Kesehatan, TNI, Polri, dari asuransi, BPBD, dan sebagainya. Kami kembali mengingatkan agar semua pihak dan masyarakat bisa bekerja sama untuk terus membantu pemerintah dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini, salah satu dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (ash)

RASAU JAYA – Satgas Covid-19 Kabupaten Kubu Raya, Rabu (28/4) melakukan uji petik pengawasan kapal dan sekaligus mengoptimalkan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 mengunakan tes GeNose C-19 di Deramaga Rasau Jaya. Mereka juga melakukan upaya pemantauan sekaligus pengetatan arus mudik menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya, Odang Prasetyo, mengatakan uji petik sekaligus pemantauan di Dermaga Rasau Jaya yang dilakukan tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat melalui zoom meeting yang digelar belum lama ini.

“Salah satu hasil rapat zoom meeting tersebut menginstruksikan masing-masing Satgas Covid-19 tingkat kabupaten maupun kecamatan harus bersinergi dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19,” kata Odang, Rabu (28/4) kepada wartawan usai memantau Dermaga Rasau Jaya.

Dia menambahkan, sesuai arahan pemerintah, telah ditetapkan bahwa sepanjang 6 – 17 Mei mendatang berlaku pelarangan mudik, termasuk di Kubu Raya. Untuk mengantipasi adanya lonjakan arus mudik tersebut, pada 22 April – 5 Mei mendatang, Satgas Covid-19 Kabupaten Kubu Raya melakukan uji petik ke sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi terjadi pergerakan orang, baik di dalam kabupaten dan antarkabupaten seperti ke Kayong Utara, Ketapang, dan sebaliknya.

Pihaknya juga mengecek dan memastikan terpenuhinya fasilitas keselamatan penumpang dan kapal seperti dokumen-dokumen kelayakannya, termasuk fasilitas keselamatan penumpang seperti jeket pelampung dan sejenisnya. “Dan alhamdulillah setelah kami cek di Dermaga Rasau Jaya ini semua fasilitas yang ditentukan itu sudah terbilang memenuhi syarat dan dalam kondisi baik,” jelasnya.

Dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya juga menyiapkan sarana untuk pengambilan sampel atau screening melalui GeNose C-19 bagi para penumpang dan anak buah kapal, buruh, dan sejumlah stakeholder di kawasan pelabuhan dan sekitarnya. “Semua pihak yang ada di kawasan pelabuhan ini, mulai dari penumpang, anak buah kapal, buruh, tukang parkir, dan sejenisnya kami lakukan tracking semua, sebagai upaya untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kubu Raya,” ujar Odang.

Baca Juga :  Gunakan Mesin Listrik, Komunitas Pemuda Optimis Bangun Desa Punggur

Mengingat hingga saat ini Kubu Raya masih masuk dalam zona kuning, Odang berharap semua pihak terkait bisa terus bersinergi untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 di kabupaten termuda di Kalimantan Barat ini. “Harapannya, dengan kerja sama yang baik lintas sektor, maka zona kuning ini bisa berubah statusnya menjadi zona hijau. Namun kalau ada tim satgas baik di tingkat kecamatan hingga desa kendor pengawasannya, dan kian banyak ditemukan masyarakat yang tidak disiplin protokol keshatan, saya kahwatir ada potensi peningkatan kasus. Maka untuk menghindari hal buruk ini, kita semua harus terus solid dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 ini salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” paparnya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Yani Permana menambahkan bahwa pihaknya bersama stakeholder yang ada seperti Dinas Perhubungan, Polsek, Danramil, Dinas Kesehatan, termasuk pihak Kecamatan, sengaja melakukan pengecekan terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan atau penyeberangan ke luar daerah dengan menggunakan sarana  transportasi air. “Kami mengecek ada feri dan klotok masyarakat yang bisa digunakan antarlintas kabupaten. Selain itu pihak Dinas Kesehatan juga melakukan screening bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dan sekitar dermaga melalui GeNose C-19, dan Alhamdulillah tadi saat dilakukan tes menggunakan GeNose semua warga yang akan melakukan penyebrangan diketahui dalam kondisi sehat,” paparnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kubu Raya ini mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan kesiapan setiap transportasi air di Dermaga Rasau Jaya. “Tujuannya kami melakukan pengecekan terhadap transporasti air ini, karena ini mengutakan keselamatan penumpang,  makanya kami cek life jacket yang ada dan akomodasi yang ada di penyelenggara penyeberangan. Artinya, kami tidak mau ada kejadian yang tidak diinginkan, dan semuanya harus dalm kondisi siap saat masyarakat akan berpergian,” ungkapnya.

Baca Juga :  Keberangkatan Jemaah Haji Belum Pasti

Disinggung mengenai pengetatan mudik, kata Yani, sesuai dengan aturan yang ada bahwa sepanjang 6 – 17 Mei, sesuai dengan aturan pemerintah bahwa tidak ada kegiatan transportasi atau berlaku larangan mudik. “Namun kami antisipasi di luar itu, artinya kegiatan transportasi air yang dilakukan masyarakat seperti menggunakan klotok, dan sejenisnya ini yang perlu diantsiipasi, makanya dengan semua stakeholder yang ada kami lakukan pengcekan lebih awal,” kata dia.

Dalam pemantauan tersebut, dijelaskan Yani bahwa salah satu lonjakan mudik yang diantisipasi mereka adalah perjalanan antarpulau, mengingat Kubu Raya  memiliki wilayah perairan. Kemudian pihaknya juga melakukan antisipasi pergerakan masyarakat dari Kubu Raya serta Kota Pontianak yang bergerak menuju ke Kayong Utara dan Ketapang, juga sebaliknya.

“Dan secara totalitas nanti kami juga akan membangun posko bersama, dan biasanya kami letakkan di pintu masuk pelabuhan ini dan isinya ada dari semua instansi terkait seperti dari (Dinas) Perhubungan, (Dinas) Kesehatan, TNI, Polri, dari asuransi, BPBD, dan sebagainya. Kami kembali mengingatkan agar semua pihak dan masyarakat bisa bekerja sama untuk terus membantu pemerintah dalam upaya penanganan dan mencegah penyebaran Covid-19 ini, salah satu dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/