alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Rusman Ali Kembali Maju Kandidat Bupati Kubu Raya

KUBU RAYA – Pemilihan Kepala Daerah (Pikada) Kabupaten Kubu Raya masih tersisa setahun lebih. Tahun 2024  bakal menjadi ajang pembuktian para kandidat untuk bertarung memperebutkan suara akar rumput. Di lapangan juga, aura persaingan sudah lama terjadi, khususnya antar “tim sukses”.

Meskipun riak-riak pertarungan belum terlihat ramai, tetapi tim lapangan masing-masing kandidiat sudah lama menyodorkan jagoannya ke masyarakat. Mantan Bupati Kubu Raya 2014-2019, Rusman Ali bahkan menegaskan akan maju kembali. Hal itu disampaikan kepada Pontianak Post kemarin.

“Insya Allah saya maju. Sebab ada permintaan masyarakat agar saya maju kembali. Beberapa waktu belakangan, nama saya juga banyak disebut-sebut masyarakat akar rumput. Kalau Tuhan menghendaki, saya bakal maju dan berjuang untuk Kubu Raya tercinta,” katanya.

Rusman menyebutkan bahwa dirinya maju karena banyaknya permintaan masyarakat. Aspirasi itu diterimanya ketika berjalan-jalan ke berbagai daerah di sembilan kecamatan di Kubu Raya.

“Mudah-mudahanan Allah SWT menghendaki, saya siap berjuang untuk Kubu Raya tahun 2024 mendatang,” katanya.

Nama-nama lain yang juga muncul misalnya Syarif Abdullah Alkadrie Ketua DPW Nasdem Kalbar sekaligus anggota DPR RI Dapil Kalbar, Sujiwo Wakil Bupati Kubu Raya sekaligus Bendahara DPD PDI Perjuangan, Rosalina Muda Mahendrawan, istri Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, mantan Bupati Kubu Raya periode 2014-2019 termasuk Sukiryanto anggota DPD RI dari Kalbar merupakan deretan nama bakal calon kepala daerah yang diunggulkan.

Nama mereka banyak disebut-sebut masyarakat akar rumput untuk bersaing memperebutkan kursi KKR 1 dan KKR 2.

“Memang kelima nama ini cukup ideal. Banyak dikenal masyarakat juga merupakan para petarung. Selebihnya siapa nantinya yang bakal bertarung tinggal kita lihat. Siapa saja pasangan bakal calon kepala daerah yang nantinya mendaftar di KPU Kubu Raya,” kata Ireng Maulana, Pengamat Politik Kalbar alumnus Universitas Iowa, Amerika Serikat.

Meskipun demikian, nama-nama semacam Ardiansyah, Irsan, Affandi, dan Suib yang merupakan anggota DPRD Kalbar dari dapil Kubu Raya-Mempawah juga dinilai patut diperhitungkan. Nama-nama politisi dari berbagai partai ini juga sering dibicarakan masyarakat tingkat bawah. Mereka diprediksi ikut meramaikan bursa persaingan bacalonkada Kubu Raya 2024 mendatang.

Belum lagi kemunculan nama Yuliansyah, pengusaha sekaligus Ketua Gerindra Kalbar yang sudah lama turun mendengarkan aspirasi di tingkat bawah. Beberapa anggota DPRD Kubu Raya dari Partai Gerindra semacam Haji Yuslanik, para petarung lokal di DPRD Kubu Raya dari Partai Golkar, Suharso, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya dari Demokrat, Usman, serta Zainal dari PKB dan Amri dari PKS juga patut diperhitungkan.

Nama Sekda Kubu Raya, Haji Yusran juga mulai dilirik berbagai kalangan karena kemampuan manajerial pemerintahannya.

Baca Juga :  Momen Hari Bahasa Isyarat, Gagas Konsep Pembangunan Inklusi

“Intinya semua punya kesempatan sama bertarung di Pilkada Kubu Raya 2024 mendatang. Tinggal siapa saja yang maju dan tersisih bakalan diketahui seusai mendaftar di KPU Kubu Raya. Tentunya mendaftar sebagai pasangan bacalonkada dari partai atau perseorangan,” kata Ireng.

Syarif Abdullah Alkadrie, salah catu bacalonkada potensial di Pilkada 2024 Kubu Raya misalnya pernah mengatakan bakal maju sebagai bakal calon kepala daerah di kabupaten termuda di Kalbar tersebut.

“Kalau masyarakat akar rumput menghendaki saya maju, saya secara pribadi siap mengemban amanah. Namun semuanya tidak terlepas dari keinginan masyarakat tingkat bawah,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Jika nantinya peta perpolitikan 2024 mengharuskan dirinya maju di kabupaten yang menjadi tempat kelahirannya ini, maka Syarif memastikan bahwa hal itu memang lebih kepada pengabdian dan keinginannya membangun Kubu Raya menjadi lebih besar lagi.

“Saya berasal dari masyarakat akar rumput. tentu nantinya perjuangan saya juga untuk masyarakat akar rumput di Kubu Raya,” katanya.

Bacalonkada lain seperti Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo juga sudah diusulkan oleh DPC PDI Perjuangan Kubu Raya untuk bertarung pada Pilkada serentak tahun 2024 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kubu Raya, Agus Sudarmansyah pernah mengatakan dukungan untuk Sujiwo maju dalam Pilkada Kubu Raya mengemuka saat Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PDI Perjuangan Kubu Raya pada 18 Juni lalu.

Seperti diketahui, hasil Rakercab PDI  Perjuangan Kubu Raya belum lama ini menghasilkan beberapa rekomendasi. Rekomendasi pertama ialah mengusulkan Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024. Kemudian rekomendasi kedua ialah mengusung Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus untuk maju sebagai Calon Gubernur Kalbar pada Pilkada 2024.

“Selain mengusulkan Ibu Puan Maharani sebagai capres, Pak Lasarus selaku Ketua DPD (PDI Perjuangan Kalbar) sebagai calon gubernur, khusus di Kubu Raya, kami (DPC PDI Perjuangan Kubu Raya) juga mengusulkan Bapak Sujiwo yang saat ini menjabat wakil bupati sebagai calon bupati pada Pilkada 2024,” katanya.

Menurut Agus, usulan untuk mengusung Sujiwo dalam Pilkada Kubu Raya 2024 didasarkan pada hasil survei internal yang dilakukan partainya belum lama ini. Di samping itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Kalbar tersebut juga dinilai sangat layak karena berpengalaman, populer dan berkompeten.

“Untuk Pilkada Bupati Kubu Raya, kami melihat bahwa Pak Sujiwo adalah salah satu tokoh atau figur yang sangat populer, berpengalaman dan punya kemampuan, maka Pak Sujiwo sangat layak untuk dicalonkan menjadi calon bupati,” pungkasnya.

Baca Juga :  Harganas di Tengah Pandemi Covid-19, Muda:  Manfaatkan Digitalisasi Dalam Memberikan Edukasi

Irsan S. Ag anggota DPRD Kalimantan Barat dari PKB disebut-sebut juga bakal maju di Pilkada Kubu Raya 2024 mendatang. Namanya familiar di mata konstituen maupun masyarakat. Beberapa waktu lalu kepada Pontianak Post, Irsan menyebut akan maju.

“Insya Allah. Kalau masyarakat menghendaki saya maju, maka saya siap maju. Semuanya tak terlepas bagaimana suara masyarakat akar rumput di bawah. Selebihnya saya percayakan kepada yang di atas,” katanya singkat.

Nama lain semacam Ardiansyah, dari PAN juga menegaskan bahwa dirinya siap maju sebagai Calon Bupati Kubu Raya pada Pilkada 2024.

“Saya siap jadi calon Bupati Kubu Raya, hal ini saya tekadkan dari awal, saya sangat siap maju,” ucapnya pada salah satu media belum lama ini.

Dia menyebutkan bahwa Rakerda dilakukan merupakan amanah dari DPP PAN untuk mempersiapkan partai dalam hadapi pilpres, pileg dan pilkada. Berkaitan dengan pilkada, tentunya PAN mengutamakan kadernya untuk maju. “Maka dari itu saya sudah siap.” ucapnya.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar ini sudah siap dengan pengalaman empat periode sebagai Anggota DPRD, baik Kota Pontianak maupun Provinsi Kalbar. Hal tersebut merupakan bekalnya untuk memajukan Kubu Raya, sebagai tempat kelahirannya dahulu.

Suharso, politisi kawakan partai Golkar Kalbar dan anggota Tim Pemekaran Kubu Raya, meyebukan bahwa nama-nama petarung lokal yang berkiprah memajukan Kubu Raya juga patut diperhitungkan. Meskipun tidak menyebutkan secara pasti, tetapi nama-nama bacalonkada tersebut dinilai sudah berbuat banyak.

“Seluruh masyarakat Kubu Raya, tentunya sangat berharap adanya pembangunan yang berkelanjutan juga lompatan-lompatan pembangunan yang cepat dan signifikan. Banyak yang sudah dilakukan dan diperbuat semuanya,” kata dia.

Suharso mengatakan KKR sudah memasuki usia remaja. Langkah dan geraknya bisa cepat. Tentu ini dibutuhkan pemimpin yang visioner, dinamis, dan inovatif. Dengan besarnya potensi, baik Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), maka Kubu Raya bisa bisa maju dan berkembang,

“Pengembangan ini harus dipimpin bupati dan wakil bupati yang amanah. KKR ini, merupakan buah perjuangan dari semua tokoh pemekaran. Sekarang menjelma menjadi daerah yang baik, sebagai roh pemekaran itu sendiri,” ucapnya.

Kabupaten Kubu Raya dinilai harus semakin tumbuh menjadi lebih baik, termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Seluruh tokoh pemekaran baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, berharap Kubu Raya sebagai daerah pemekaran bisa terus berlari untuk maju.

“Memiliki kualitas sebagai daerah yang mampu bersaing serta mampu memberikan kesejahteraan bagi siapapun yang berada di Kubu Raya,” ucap anggota DPRD Kubu Raya ini. (den)

KUBU RAYA – Pemilihan Kepala Daerah (Pikada) Kabupaten Kubu Raya masih tersisa setahun lebih. Tahun 2024  bakal menjadi ajang pembuktian para kandidat untuk bertarung memperebutkan suara akar rumput. Di lapangan juga, aura persaingan sudah lama terjadi, khususnya antar “tim sukses”.

Meskipun riak-riak pertarungan belum terlihat ramai, tetapi tim lapangan masing-masing kandidiat sudah lama menyodorkan jagoannya ke masyarakat. Mantan Bupati Kubu Raya 2014-2019, Rusman Ali bahkan menegaskan akan maju kembali. Hal itu disampaikan kepada Pontianak Post kemarin.

“Insya Allah saya maju. Sebab ada permintaan masyarakat agar saya maju kembali. Beberapa waktu belakangan, nama saya juga banyak disebut-sebut masyarakat akar rumput. Kalau Tuhan menghendaki, saya bakal maju dan berjuang untuk Kubu Raya tercinta,” katanya.

Rusman menyebutkan bahwa dirinya maju karena banyaknya permintaan masyarakat. Aspirasi itu diterimanya ketika berjalan-jalan ke berbagai daerah di sembilan kecamatan di Kubu Raya.

“Mudah-mudahanan Allah SWT menghendaki, saya siap berjuang untuk Kubu Raya tahun 2024 mendatang,” katanya.

Nama-nama lain yang juga muncul misalnya Syarif Abdullah Alkadrie Ketua DPW Nasdem Kalbar sekaligus anggota DPR RI Dapil Kalbar, Sujiwo Wakil Bupati Kubu Raya sekaligus Bendahara DPD PDI Perjuangan, Rosalina Muda Mahendrawan, istri Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, mantan Bupati Kubu Raya periode 2014-2019 termasuk Sukiryanto anggota DPD RI dari Kalbar merupakan deretan nama bakal calon kepala daerah yang diunggulkan.

Nama mereka banyak disebut-sebut masyarakat akar rumput untuk bersaing memperebutkan kursi KKR 1 dan KKR 2.

“Memang kelima nama ini cukup ideal. Banyak dikenal masyarakat juga merupakan para petarung. Selebihnya siapa nantinya yang bakal bertarung tinggal kita lihat. Siapa saja pasangan bakal calon kepala daerah yang nantinya mendaftar di KPU Kubu Raya,” kata Ireng Maulana, Pengamat Politik Kalbar alumnus Universitas Iowa, Amerika Serikat.

Meskipun demikian, nama-nama semacam Ardiansyah, Irsan, Affandi, dan Suib yang merupakan anggota DPRD Kalbar dari dapil Kubu Raya-Mempawah juga dinilai patut diperhitungkan. Nama-nama politisi dari berbagai partai ini juga sering dibicarakan masyarakat tingkat bawah. Mereka diprediksi ikut meramaikan bursa persaingan bacalonkada Kubu Raya 2024 mendatang.

Belum lagi kemunculan nama Yuliansyah, pengusaha sekaligus Ketua Gerindra Kalbar yang sudah lama turun mendengarkan aspirasi di tingkat bawah. Beberapa anggota DPRD Kubu Raya dari Partai Gerindra semacam Haji Yuslanik, para petarung lokal di DPRD Kubu Raya dari Partai Golkar, Suharso, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya dari Demokrat, Usman, serta Zainal dari PKB dan Amri dari PKS juga patut diperhitungkan.

Nama Sekda Kubu Raya, Haji Yusran juga mulai dilirik berbagai kalangan karena kemampuan manajerial pemerintahannya.

Baca Juga :  Alokasikan Rp5 Miliar Untuk Tunjangan Berbasis Kinerja

“Intinya semua punya kesempatan sama bertarung di Pilkada Kubu Raya 2024 mendatang. Tinggal siapa saja yang maju dan tersisih bakalan diketahui seusai mendaftar di KPU Kubu Raya. Tentunya mendaftar sebagai pasangan bacalonkada dari partai atau perseorangan,” kata Ireng.

Syarif Abdullah Alkadrie, salah catu bacalonkada potensial di Pilkada 2024 Kubu Raya misalnya pernah mengatakan bakal maju sebagai bakal calon kepala daerah di kabupaten termuda di Kalbar tersebut.

“Kalau masyarakat akar rumput menghendaki saya maju, saya secara pribadi siap mengemban amanah. Namun semuanya tidak terlepas dari keinginan masyarakat tingkat bawah,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Jika nantinya peta perpolitikan 2024 mengharuskan dirinya maju di kabupaten yang menjadi tempat kelahirannya ini, maka Syarif memastikan bahwa hal itu memang lebih kepada pengabdian dan keinginannya membangun Kubu Raya menjadi lebih besar lagi.

“Saya berasal dari masyarakat akar rumput. tentu nantinya perjuangan saya juga untuk masyarakat akar rumput di Kubu Raya,” katanya.

Bacalonkada lain seperti Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo juga sudah diusulkan oleh DPC PDI Perjuangan Kubu Raya untuk bertarung pada Pilkada serentak tahun 2024 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kubu Raya, Agus Sudarmansyah pernah mengatakan dukungan untuk Sujiwo maju dalam Pilkada Kubu Raya mengemuka saat Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PDI Perjuangan Kubu Raya pada 18 Juni lalu.

Seperti diketahui, hasil Rakercab PDI  Perjuangan Kubu Raya belum lama ini menghasilkan beberapa rekomendasi. Rekomendasi pertama ialah mengusulkan Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024. Kemudian rekomendasi kedua ialah mengusung Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus untuk maju sebagai Calon Gubernur Kalbar pada Pilkada 2024.

“Selain mengusulkan Ibu Puan Maharani sebagai capres, Pak Lasarus selaku Ketua DPD (PDI Perjuangan Kalbar) sebagai calon gubernur, khusus di Kubu Raya, kami (DPC PDI Perjuangan Kubu Raya) juga mengusulkan Bapak Sujiwo yang saat ini menjabat wakil bupati sebagai calon bupati pada Pilkada 2024,” katanya.

Menurut Agus, usulan untuk mengusung Sujiwo dalam Pilkada Kubu Raya 2024 didasarkan pada hasil survei internal yang dilakukan partainya belum lama ini. Di samping itu, Bendahara DPD PDI Perjuangan Kalbar tersebut juga dinilai sangat layak karena berpengalaman, populer dan berkompeten.

“Untuk Pilkada Bupati Kubu Raya, kami melihat bahwa Pak Sujiwo adalah salah satu tokoh atau figur yang sangat populer, berpengalaman dan punya kemampuan, maka Pak Sujiwo sangat layak untuk dicalonkan menjadi calon bupati,” pungkasnya.

Baca Juga :  Muda Dorong Peningkatan Nilai Tambah Produk Lokal

Irsan S. Ag anggota DPRD Kalimantan Barat dari PKB disebut-sebut juga bakal maju di Pilkada Kubu Raya 2024 mendatang. Namanya familiar di mata konstituen maupun masyarakat. Beberapa waktu lalu kepada Pontianak Post, Irsan menyebut akan maju.

“Insya Allah. Kalau masyarakat menghendaki saya maju, maka saya siap maju. Semuanya tak terlepas bagaimana suara masyarakat akar rumput di bawah. Selebihnya saya percayakan kepada yang di atas,” katanya singkat.

Nama lain semacam Ardiansyah, dari PAN juga menegaskan bahwa dirinya siap maju sebagai Calon Bupati Kubu Raya pada Pilkada 2024.

“Saya siap jadi calon Bupati Kubu Raya, hal ini saya tekadkan dari awal, saya sangat siap maju,” ucapnya pada salah satu media belum lama ini.

Dia menyebutkan bahwa Rakerda dilakukan merupakan amanah dari DPP PAN untuk mempersiapkan partai dalam hadapi pilpres, pileg dan pilkada. Berkaitan dengan pilkada, tentunya PAN mengutamakan kadernya untuk maju. “Maka dari itu saya sudah siap.” ucapnya.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar ini sudah siap dengan pengalaman empat periode sebagai Anggota DPRD, baik Kota Pontianak maupun Provinsi Kalbar. Hal tersebut merupakan bekalnya untuk memajukan Kubu Raya, sebagai tempat kelahirannya dahulu.

Suharso, politisi kawakan partai Golkar Kalbar dan anggota Tim Pemekaran Kubu Raya, meyebukan bahwa nama-nama petarung lokal yang berkiprah memajukan Kubu Raya juga patut diperhitungkan. Meskipun tidak menyebutkan secara pasti, tetapi nama-nama bacalonkada tersebut dinilai sudah berbuat banyak.

“Seluruh masyarakat Kubu Raya, tentunya sangat berharap adanya pembangunan yang berkelanjutan juga lompatan-lompatan pembangunan yang cepat dan signifikan. Banyak yang sudah dilakukan dan diperbuat semuanya,” kata dia.

Suharso mengatakan KKR sudah memasuki usia remaja. Langkah dan geraknya bisa cepat. Tentu ini dibutuhkan pemimpin yang visioner, dinamis, dan inovatif. Dengan besarnya potensi, baik Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), maka Kubu Raya bisa bisa maju dan berkembang,

“Pengembangan ini harus dipimpin bupati dan wakil bupati yang amanah. KKR ini, merupakan buah perjuangan dari semua tokoh pemekaran. Sekarang menjelma menjadi daerah yang baik, sebagai roh pemekaran itu sendiri,” ucapnya.

Kabupaten Kubu Raya dinilai harus semakin tumbuh menjadi lebih baik, termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Seluruh tokoh pemekaran baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, berharap Kubu Raya sebagai daerah pemekaran bisa terus berlari untuk maju.

“Memiliki kualitas sebagai daerah yang mampu bersaing serta mampu memberikan kesejahteraan bagi siapapun yang berada di Kubu Raya,” ucap anggota DPRD Kubu Raya ini. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/