alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Targetkan Dua Desa Bersinar

SUNGAI RAYA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kubu Raya menargetkan dalam waktu dekat akan kembali membentuk dua desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Kubu Raya. Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNK Kubu Raya, Abdul Haris Daulay.

Haris mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sudah membentuk dua desa bersinar di Kubu Raya, yakni Desa Pematang Tujuh, Kecamatan Rasau Jaya pada tahun 2019 dan Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya pada 2021.

Nah, pada tahun 2021 ini, kami menargetkan setidaknya bisa kembali membentuk dua Desa Bersinar di Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, dan Desa Lingga di Kecamatan Sungai Ambawang,” kata Haris kepada wartawan, Selasa (29/6) di Sungai Raya.

Selain merupakan salah satu program BNN, menurutnya pembentukan Desa Bersinar dalam upaya mendorong agar setiap desa sejak dini bisa dicegah. Pencegahan yang dimaksud dia, dari adanya kasus penyalahgunaan narkoba hingga pada akhirnya melalui gerakan di setiap Desa Bersinar bisa berkontribusi mewujudkan Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga :  Pemkab Apresiasi Prestasi Kafilah Kubu Raya

Menurutnya, di Kalimantan Barat sendiri, Desa Pematang Tujuh menjadi desa pertama yang dicanangkan menjadi Desa Bersinar. “Desa harus menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya ini harus segera dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat desa untuk ikut andil dalam memerangi narkoba,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di Kubu Raya, pihaknya terus menggandeng berbagai pihak dan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. “Sesuai dengan arahan Pak Bupati, pada Rakor Kepala Desa, kita akan dilibatkan untuk memberikan sosialisasi kepada pemerintah desa. Dalam hal ini tentu menjadi ruang bagi kita untuk memberikan sosialisasi kepada pemerintah desa dan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kades Bangga Kinerja TNI

Haris mengungkapkan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini tidak hanya di perkotaan, tetapi sudah menyebar hingga pelosok desa. Bahkan kecenderungannya, diungkapkan dia, bagaimana sebagian besar penyalahgunaan justru terjadi di desa, baik dari masyarakat sendiri maupun pemerintah desa.

Desa Bersinar yang dimaksud dia adalah satuan wilayah setingkat kelurahan/desa yang memiliki kriteria tertentu, di mana terdapat pelaksanaan

program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara masif. “Petunjuk teknis pelaksanaan Desa Bersih Narkoba ini direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi oleh dan untuk masyarakat, pemerintah, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga nonpemerintah dan swasta berperan dalam fasilitasi, pendampingan dan pembinaan. Dengan semakin banyaknya Desa Bersinar di Kubu Raya tentu kita harapkan permasalahan narkoba bisa kita minimalisir,” ungkapnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kubu Raya menargetkan dalam waktu dekat akan kembali membentuk dua desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Kubu Raya. Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNK Kubu Raya, Abdul Haris Daulay.

Haris mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sudah membentuk dua desa bersinar di Kubu Raya, yakni Desa Pematang Tujuh, Kecamatan Rasau Jaya pada tahun 2019 dan Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya pada 2021.

Nah, pada tahun 2021 ini, kami menargetkan setidaknya bisa kembali membentuk dua Desa Bersinar di Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, dan Desa Lingga di Kecamatan Sungai Ambawang,” kata Haris kepada wartawan, Selasa (29/6) di Sungai Raya.

Selain merupakan salah satu program BNN, menurutnya pembentukan Desa Bersinar dalam upaya mendorong agar setiap desa sejak dini bisa dicegah. Pencegahan yang dimaksud dia, dari adanya kasus penyalahgunaan narkoba hingga pada akhirnya melalui gerakan di setiap Desa Bersinar bisa berkontribusi mewujudkan Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga :  Kades Bangga Kinerja TNI

Menurutnya, di Kalimantan Barat sendiri, Desa Pematang Tujuh menjadi desa pertama yang dicanangkan menjadi Desa Bersinar. “Desa harus menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Upaya ini harus segera dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat desa untuk ikut andil dalam memerangi narkoba,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di Kubu Raya, pihaknya terus menggandeng berbagai pihak dan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat. “Sesuai dengan arahan Pak Bupati, pada Rakor Kepala Desa, kita akan dilibatkan untuk memberikan sosialisasi kepada pemerintah desa. Dalam hal ini tentu menjadi ruang bagi kita untuk memberikan sosialisasi kepada pemerintah desa dan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Distribusikan 100 APD bagi Tenaga Medis

Haris mengungkapkan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini tidak hanya di perkotaan, tetapi sudah menyebar hingga pelosok desa. Bahkan kecenderungannya, diungkapkan dia, bagaimana sebagian besar penyalahgunaan justru terjadi di desa, baik dari masyarakat sendiri maupun pemerintah desa.

Desa Bersinar yang dimaksud dia adalah satuan wilayah setingkat kelurahan/desa yang memiliki kriteria tertentu, di mana terdapat pelaksanaan

program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara masif. “Petunjuk teknis pelaksanaan Desa Bersih Narkoba ini direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi oleh dan untuk masyarakat, pemerintah, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga nonpemerintah dan swasta berperan dalam fasilitasi, pendampingan dan pembinaan. Dengan semakin banyaknya Desa Bersinar di Kubu Raya tentu kita harapkan permasalahan narkoba bisa kita minimalisir,” ungkapnya. (ash)

Most Read

Asa Penderita Kusta

Upayakan Panen Dua Kali Setahun

Midji Lapor KLHK

Artikel Terbaru

/