alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Timah Panas Lumpuhkan Kacol, Rampok Korban Karena Sakit Hati Dipanggil Babu

SEI RAYA – Pen alias Kacol, pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap seorang wanita berusia 17 tahun di Parit Aim, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, pada Kamis 25 November akhirnya berhasil ditangkap.

Kacol ditangkap di daerah pelariannya di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Namun setelah ditangkap, pelaku sempat mengelabui petugas untuk melarikan diri. Ia akhirnya terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan timah panas yang mengenai betis sebelah kirinya.

Saat beraksi, Kacol diketahui nekat melukai korban dengan menggunakan linggis. Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold H Y Kumontoy, mengatakan pada Kamis 25 November pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya kasus pencurian dengan kekerasan terhadap seorang gadis berusia 17 tahun di Parit Aim, Kecamatan Sungai Ambawang. “Korban ini pekerja dan statusnya masih pelajar kelas tiga SMA,” kata Jerrold, Senin (2911).

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP. Pelaku diduga adalah teman kerja korban.

“Pendalaman keberadaan pelaku kemudian kami lakukan,” ucapnya.

Dari penyelidikan itu, didapat informasi jika pelaku berada di rumah orangtuanya di Kabupaten Bengkayang. Pengejaran dilakukan namun yang bersangkutan sudah terlebih dahulu melarikan diri.

“Kepada pihak keluarganya kami sampaikan kasus Kacol. Ternyata keluarganya juga sudah resah, karena pelaku memang sudah sering terlibat kasus seperti pencurian motor,” ungkap Jerrold.

Baca Juga :  Kacab Money Changer Laporkan Perampokan, Ternyata Dia Sendiri Pelakunya

Jerrold menyatakan, penyelidikan terhadap keberadaan pelaku kembali dilakukan. Didapatlah informasi jika dia (pelaku) berada di Desa Semangi, Entikong, Sanggau.

Saat itu, lanjut Jerrold, pengejaran kembali dilakukan. Saat berada di alamat yang dimaksud, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Saat interogasi, ia mengaku jika aksi pencurian dan penganiayaan itu dilakukan bersama temannya.

“Pelaku ini sempat membohongi petugas dengan mengaku jika ada pelaku lainnya,” terang Jerrold.

Saat itu pelaku mengajak anggota menuju alamat pelaku lainnya, yang ternyata hanyalah modus untuk melarikan diri.

“Anggota saya dibawa ke alamat tidak jelas, kemudian ada kesempatan pelaku melarikan diri. Sehingga saat itu setelah melepaskan tembakan peringatan namun tidak diindahkan, anggota mengambil tindakan tegas dengan melepas tembakan ke arah kaki,” terang Jerrold.

Dari pengakuan pelaku, ia merasa sakit hati dengan korban lantaran kerap dipanggil dengan sebutan babu sehingga berniat menganiaya korban.

Jerrold menuturkan, pelaku lalu mempersiapkan rencananya, dimulai dengan mematikan kamera pengintai, mematikan saklar lampu dan membawa besi serta sebilah parang.

“Pelaku masuk ke dalam kamar korban, sempat merokok sambil berpikir bagaimana tindakan selanjutnya,” ungkap dia.

Setelah merokok, pelaku mendekati korban, duduk didekat kepalanya dan kemudian memukul kepala korban dan menjerat leher korban dengan tali sepatu.

“Korban saat itu sedang tidur,” kata Jerrold.

Baca Juga :  Ditengah Pandemi, PLN Tetap Berkomitmen Tingkatkan Ratio Elektrifikasi di Kalbar

Jerrold menerangkan, tali yang digunakan pelaku untuk menjerat leher korban putus. Korban terbangun dan langsung melakukan perlawanan. Oleh pelaku, korban dipukul dengan tangan kosong. Setelah korban tidak berdaya, ia langsung ke pintu kamar mengambil barang yang sebelumnya sudah disiapkan, yakni kunci Inggris dan senjata tajam. Dengan kunci Inggris itu pelaku menghantam kepala korban sebanyak delapan kali.

Dalam keadaan tidak berdaya, Jerrold menambahkan, pelaku menyeret korban. Saat itu korban sempat membuka mata dan oleh pelaku korban kembali dipukul. “Korban saat itu berpura-pura pingsan agar tidak kembali dipukul. Melihat korban tidak berdaya, pelaku mengambil uang sebesar Rp2 juta beserta motor korban,” ungkap Jerrold.

Akibat perbuatannya ini, pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman pidananya berupa penjara selama 12 tahun.

Saat diwawancara, Kacol juga mengaku bahwa dirinya sakit hati dengan korban lantaran  kerap dihina. “Tiga hari sebelum kejadian, saya dipanggil babu. Dan itu sudah sering dilakukannya,” kata Kacol.

Kacol mengaku sebenarnya ia menaruh perasaan dengan korban. Rasa suka itu sudah disampaikan kepada kakak korban, namun belum sempat ia sampaikan kepada korban. “Saya memang suka sama dia (korban) tapi belum saya ungkapkan,” ucapnya.

Kacol mengaku menyesali perbuatannya. (adg)

SEI RAYA – Pen alias Kacol, pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap seorang wanita berusia 17 tahun di Parit Aim, Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, pada Kamis 25 November akhirnya berhasil ditangkap.

Kacol ditangkap di daerah pelariannya di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Namun setelah ditangkap, pelaku sempat mengelabui petugas untuk melarikan diri. Ia akhirnya terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan timah panas yang mengenai betis sebelah kirinya.

Saat beraksi, Kacol diketahui nekat melukai korban dengan menggunakan linggis. Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold H Y Kumontoy, mengatakan pada Kamis 25 November pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya kasus pencurian dengan kekerasan terhadap seorang gadis berusia 17 tahun di Parit Aim, Kecamatan Sungai Ambawang. “Korban ini pekerja dan statusnya masih pelajar kelas tiga SMA,” kata Jerrold, Senin (2911).

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP. Pelaku diduga adalah teman kerja korban.

“Pendalaman keberadaan pelaku kemudian kami lakukan,” ucapnya.

Dari penyelidikan itu, didapat informasi jika pelaku berada di rumah orangtuanya di Kabupaten Bengkayang. Pengejaran dilakukan namun yang bersangkutan sudah terlebih dahulu melarikan diri.

“Kepada pihak keluarganya kami sampaikan kasus Kacol. Ternyata keluarganya juga sudah resah, karena pelaku memang sudah sering terlibat kasus seperti pencurian motor,” ungkap Jerrold.

Baca Juga :  Bekuk Perampas HP

Jerrold menyatakan, penyelidikan terhadap keberadaan pelaku kembali dilakukan. Didapatlah informasi jika dia (pelaku) berada di Desa Semangi, Entikong, Sanggau.

Saat itu, lanjut Jerrold, pengejaran kembali dilakukan. Saat berada di alamat yang dimaksud, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Saat interogasi, ia mengaku jika aksi pencurian dan penganiayaan itu dilakukan bersama temannya.

“Pelaku ini sempat membohongi petugas dengan mengaku jika ada pelaku lainnya,” terang Jerrold.

Saat itu pelaku mengajak anggota menuju alamat pelaku lainnya, yang ternyata hanyalah modus untuk melarikan diri.

“Anggota saya dibawa ke alamat tidak jelas, kemudian ada kesempatan pelaku melarikan diri. Sehingga saat itu setelah melepaskan tembakan peringatan namun tidak diindahkan, anggota mengambil tindakan tegas dengan melepas tembakan ke arah kaki,” terang Jerrold.

Dari pengakuan pelaku, ia merasa sakit hati dengan korban lantaran kerap dipanggil dengan sebutan babu sehingga berniat menganiaya korban.

Jerrold menuturkan, pelaku lalu mempersiapkan rencananya, dimulai dengan mematikan kamera pengintai, mematikan saklar lampu dan membawa besi serta sebilah parang.

“Pelaku masuk ke dalam kamar korban, sempat merokok sambil berpikir bagaimana tindakan selanjutnya,” ungkap dia.

Setelah merokok, pelaku mendekati korban, duduk didekat kepalanya dan kemudian memukul kepala korban dan menjerat leher korban dengan tali sepatu.

“Korban saat itu sedang tidur,” kata Jerrold.

Baca Juga :  Nyaris Jadi Korban Rudapaksa, Ibu Rumah Tangga Ini Selamat dengan Ulur Waktu Menyusui Anaknya

Jerrold menerangkan, tali yang digunakan pelaku untuk menjerat leher korban putus. Korban terbangun dan langsung melakukan perlawanan. Oleh pelaku, korban dipukul dengan tangan kosong. Setelah korban tidak berdaya, ia langsung ke pintu kamar mengambil barang yang sebelumnya sudah disiapkan, yakni kunci Inggris dan senjata tajam. Dengan kunci Inggris itu pelaku menghantam kepala korban sebanyak delapan kali.

Dalam keadaan tidak berdaya, Jerrold menambahkan, pelaku menyeret korban. Saat itu korban sempat membuka mata dan oleh pelaku korban kembali dipukul. “Korban saat itu berpura-pura pingsan agar tidak kembali dipukul. Melihat korban tidak berdaya, pelaku mengambil uang sebesar Rp2 juta beserta motor korban,” ungkap Jerrold.

Akibat perbuatannya ini, pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman pidananya berupa penjara selama 12 tahun.

Saat diwawancara, Kacol juga mengaku bahwa dirinya sakit hati dengan korban lantaran  kerap dihina. “Tiga hari sebelum kejadian, saya dipanggil babu. Dan itu sudah sering dilakukannya,” kata Kacol.

Kacol mengaku sebenarnya ia menaruh perasaan dengan korban. Rasa suka itu sudah disampaikan kepada kakak korban, namun belum sempat ia sampaikan kepada korban. “Saya memang suka sama dia (korban) tapi belum saya ungkapkan,” ucapnya.

Kacol mengaku menyesali perbuatannya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/