alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Muda Galakkan Gerakan Inovasi Literasi Membaca-kan

Motivasi Semangat Membaca

SUNGAI RAYA — Melihat masih minimnya minat sebagian masyarakat untuk membaca membuat Pemerintah Kubu Raya menggencarkan gerakan inovasi literasi membaca-kan bagi masyarakat di kabupaten ini.

“Gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya ini pada prinsipnya merupakan salah satu upaya untuk memotivasi masyarakat, khususnya anak-anak di Kubu Raya untuk lebih bersemangat dan bersahabat dengan buku untuk membaca,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan usai membuka Gerakan Inovasi Literasi Membaca-kan Kubu Raya, Kamis (30/1) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Mekanisme gerakan membaca-kan nya kata Muda, bisa saja dimulai dengan menggerakkan anak-anak untuk membaca-kan buku cerita rakyat atau sejenisnya dalam sebuah kelompok atau forum lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing. “Dengan cara seperti ini, diharapkan, tidak hanya mampu mendorong anak untuk bersahabat dan rajin membaca, namun juga bisa menumbuhkan sikap percaya diri bagi anak karena telah berani tampil membaca-kan cerita di depan banyak orang,” ungkapnya.

Melihat cukup baiknya dampak dari gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya,  kata muda, nantinya gerakan membaca-kan ini akan diakomodir menjadi salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler di setiap sekolah di Kubu Raya.

“Saya menilai gerakan membaca ini, sama dengan yang diinstruksikan Menteri Pendidikan yakni memperkuat karakter dengan belajar di luar sekolah. dan kami sudah menjawab keinginan Menteri Pendidikan tersebut,” terangnya.

Muda mengatakan pihaknya juga menginginkan anak sekolah di Kubu Raya mulai SD hingga SMP setiap Jumat bisa meluangkan waktu untuk mengisi kegiatannya dengan gerakan membaca-kan Kubu Raya ini.

Baca Juga :  Pemkab Distribusikan Bantuan Beras

“Dalam gerakan membaca-kan Kubu Raya ini, saya harapkan ada feed back dari masyarakat, dimana masyarakat juga akhirnya akan memiliki partisipasi yang lebih maksimal untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di Kubu Raya dengan gerakan membaca-kan ini,” paparnya.

Muda berharap melalui gerakan membaca-kan ini, bisa membuat anak-anak di Kubu Rya tidak sekedar percaya diri, namun bisa lebih berprestasi dengan memiliki public speaking yang baik dan pada akhirnya anak-anak tersebut bisa lebih percaya diri untuk berorasi dengan baik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Lugito menambahkan untuk mendukung gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya pihaknya akan melengkapi modul untuk mengimplementasikan gerakan membaca-kan Kubu Raya. “Nantinya modulnya akan kami perbanyak sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Lugito mengakui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya dengan hadirnya Perbup nomor 3 tahun 2020 tentang gerakan membaca-kan ini, maka pihaknya akan mewajibkan setiap sekolah di Kubu Raya mulai tingkat SD, terutama kelas IV,V dan VI dan tingkat SMP untuk turut mengimplementasikannya.

“Saya meyakini, jika gerakan ini dilakukan secara masif, maka pengaruhnya akan luar biasa untuk mendorong kian membaiknya minat baca masyarakat khususnya anak-anak di Kubu Raya,” ungkapnya.

Dengan gerakan memba-kan tersebut selain bertujuan bisa meningkatkan minat baca masyarakat, diharapkan juga kata Lugito bisa meningkatkan angka  usia sekolah di Kubu Raya. “Jika selama ini, angka usia sekolah di Kubu Raya hanya, 6,8 persen ,karena rata-rata usia sekolah di Kubu Raya itu hanya usia SMP, namun kalau gerakan membaca-kanin terus digencarkan maka diharapkan bisa mendongkrak usia sekolah menjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Alokasikan Anggaran Tahun  2021

Ditanya mekanisme implementasi gerakan membaca-kan di sekolah, kata Lugito nanti pihaknya akan menyediakan buku yang diperlukan, setelah para pelajar mengikuti kelasnya, nantinya setiap bulan masing-masing guru pendamping akan melakukan penilaian dan evaluasi dan akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya. “Dengan begitu kami akan mengetahui sejauh mana perkembangan anak-anak dalam mengikuti mata pelajaran ekstrakurikuler tentang membaca-kan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Literasi Membaca-kan Kubu Raya, Ahmad Sofian mengatakan untuk tahap awal pihaknya memfokuskan gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya di Desa Parit Rintis, Parit Tembakul, Punggur, Tebang Kacang, Sungai Kupah dan Tanjung Saleh.

“Untuk mendukung gerakan sadar membaca-kan ini kami juga merangkul sejumlah trainer yang diharapkan bisa juga bisa memotivasi anak-anak agar lebih bersahabat dan senang membaca,” terangnya.

Peran trainer membaca-kan lanjutnya untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang teknik membaca-kan yang baik dan mengajarkan cara berkomunikasi yang baik agar anak-anak bisa lebih percaya diri saat tampil didepan orang banyak untuk membaca-kan.  (ash)

Motivasi Semangat Membaca

SUNGAI RAYA — Melihat masih minimnya minat sebagian masyarakat untuk membaca membuat Pemerintah Kubu Raya menggencarkan gerakan inovasi literasi membaca-kan bagi masyarakat di kabupaten ini.

“Gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya ini pada prinsipnya merupakan salah satu upaya untuk memotivasi masyarakat, khususnya anak-anak di Kubu Raya untuk lebih bersemangat dan bersahabat dengan buku untuk membaca,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan usai membuka Gerakan Inovasi Literasi Membaca-kan Kubu Raya, Kamis (30/1) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Mekanisme gerakan membaca-kan nya kata Muda, bisa saja dimulai dengan menggerakkan anak-anak untuk membaca-kan buku cerita rakyat atau sejenisnya dalam sebuah kelompok atau forum lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing. “Dengan cara seperti ini, diharapkan, tidak hanya mampu mendorong anak untuk bersahabat dan rajin membaca, namun juga bisa menumbuhkan sikap percaya diri bagi anak karena telah berani tampil membaca-kan cerita di depan banyak orang,” ungkapnya.

Melihat cukup baiknya dampak dari gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya,  kata muda, nantinya gerakan membaca-kan ini akan diakomodir menjadi salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler di setiap sekolah di Kubu Raya.

“Saya menilai gerakan membaca ini, sama dengan yang diinstruksikan Menteri Pendidikan yakni memperkuat karakter dengan belajar di luar sekolah. dan kami sudah menjawab keinginan Menteri Pendidikan tersebut,” terangnya.

Muda mengatakan pihaknya juga menginginkan anak sekolah di Kubu Raya mulai SD hingga SMP setiap Jumat bisa meluangkan waktu untuk mengisi kegiatannya dengan gerakan membaca-kan Kubu Raya ini.

Baca Juga :  Permudah Layanan BPHTB dengan Host to Host

“Dalam gerakan membaca-kan Kubu Raya ini, saya harapkan ada feed back dari masyarakat, dimana masyarakat juga akhirnya akan memiliki partisipasi yang lebih maksimal untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di Kubu Raya dengan gerakan membaca-kan ini,” paparnya.

Muda berharap melalui gerakan membaca-kan ini, bisa membuat anak-anak di Kubu Rya tidak sekedar percaya diri, namun bisa lebih berprestasi dengan memiliki public speaking yang baik dan pada akhirnya anak-anak tersebut bisa lebih percaya diri untuk berorasi dengan baik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Lugito menambahkan untuk mendukung gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya pihaknya akan melengkapi modul untuk mengimplementasikan gerakan membaca-kan Kubu Raya. “Nantinya modulnya akan kami perbanyak sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Lugito mengakui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya dengan hadirnya Perbup nomor 3 tahun 2020 tentang gerakan membaca-kan ini, maka pihaknya akan mewajibkan setiap sekolah di Kubu Raya mulai tingkat SD, terutama kelas IV,V dan VI dan tingkat SMP untuk turut mengimplementasikannya.

“Saya meyakini, jika gerakan ini dilakukan secara masif, maka pengaruhnya akan luar biasa untuk mendorong kian membaiknya minat baca masyarakat khususnya anak-anak di Kubu Raya,” ungkapnya.

Dengan gerakan memba-kan tersebut selain bertujuan bisa meningkatkan minat baca masyarakat, diharapkan juga kata Lugito bisa meningkatkan angka  usia sekolah di Kubu Raya. “Jika selama ini, angka usia sekolah di Kubu Raya hanya, 6,8 persen ,karena rata-rata usia sekolah di Kubu Raya itu hanya usia SMP, namun kalau gerakan membaca-kanin terus digencarkan maka diharapkan bisa mendongkrak usia sekolah menjadi lebih meningkat dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga :  DPD PDIP Kalbar segera Lakukan Konsolidasi Politik

Ditanya mekanisme implementasi gerakan membaca-kan di sekolah, kata Lugito nanti pihaknya akan menyediakan buku yang diperlukan, setelah para pelajar mengikuti kelasnya, nantinya setiap bulan masing-masing guru pendamping akan melakukan penilaian dan evaluasi dan akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya. “Dengan begitu kami akan mengetahui sejauh mana perkembangan anak-anak dalam mengikuti mata pelajaran ekstrakurikuler tentang membaca-kan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Literasi Membaca-kan Kubu Raya, Ahmad Sofian mengatakan untuk tahap awal pihaknya memfokuskan gerakan inovasi literasi membaca-kan Kubu Raya di Desa Parit Rintis, Parit Tembakul, Punggur, Tebang Kacang, Sungai Kupah dan Tanjung Saleh.

“Untuk mendukung gerakan sadar membaca-kan ini kami juga merangkul sejumlah trainer yang diharapkan bisa juga bisa memotivasi anak-anak agar lebih bersahabat dan senang membaca,” terangnya.

Peran trainer membaca-kan lanjutnya untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang teknik membaca-kan yang baik dan mengajarkan cara berkomunikasi yang baik agar anak-anak bisa lebih percaya diri saat tampil didepan orang banyak untuk membaca-kan.  (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/