alexametrics
24.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Optimistis Maksimal Turunkan Angka Stunting

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis bisa maksimal menekan jumlah kasus stunting di kabupaten dengan Sembilan kecamatan ini. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengutarakan dalam upaya menekan kasus stunting, pihaknya akan melakukan pemetaan langsung di lapangan. “Saya melihat berbicara maslaha stunting di Kubu Raya ini sudah tidak terlalu banyak, hanya hal-hal yang normative saja, karena semua kebijakan untuk mengatasi kasus stunting ini sudah jelas terlebih sebelumnya kita juga sudah bisa melampaui target penurunan angka stunting di tahun 2024 ditargetkan turun 14 persen, namun saat ini sudah turun 13,40 persen artinya ada penurunan 9 persen lebih untuk kasus stunting ini dari jumlah kasus stunting sebesar 23,60 persen di Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan, Selasa (30/3) usai menghadiri Rembuk Stunting di Gardenia Resort dan Spa Sungai Raya.

Kendati saat ini angka stunting di Kubu Raya turun signifikan, namun kata Muda hal itu tidak membuat pemerintah daerah setempat menjadir terlena, bahkan pihaknya akan kembali berupaya maksimal menggerakkan semua pihak termasuk elemen masyarakat dengna strategi kepung bakul untuk sama-saama berupaya menurunkan angka stunting bahkan jika memungkinkan akan menjadikan Kubu Raya menjadi zero stunting.

“Kita memang tahu menjadikan Kubu Raya zero stunting ini berat, namun saya kira dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang dibangun masyarakat mulai dari membangun cara pikir yang lebih baik. Kalau semua sudah sadar dan paham maka dengan gerakan kepung bakul atau gotong royong yang solid akan mendukung upaya penurunan angka stunting ini,” jelasnya.

Kata Muda, selain berupaya mengubah pola pikir masyarakat untuk sama-sama mencegah kembali terjadinya stunting, di sisi lain pemerintah kabupaten juga mendorong agar kasus stunting ini bisa dicegah sejak masa kehamilan, seperti dengan menyediakan fasilitas USG Portable bagi 20 Puskesmas yang tersebar di Sembilan kecamatan Kubu Raya.

Baca Juga :  Intervensi Gizi Terpadu Tekan Angka Stunting

“Melalui USG portable ini para ibu hamil bisa memeriksakan kandungannya sejak dini, sehingga bisa mengetahui perkembangan bayi sejak masa kehamilan, dan upaya upaya mencegah terjadinya stunting ini juga bisa diantisipasi dan diatasi sejak awal,” ungkapnya.

Bahkan saat ini lanjut Muda Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga mendorong setiap desa untuk memiliki portable masing-masing sehingga diharapkan bisa cakupan pemeriksaan kehamilan dan sejenisnya bisa lebih maksimal hingga kepelosok desa.

Di sisi lain, kata Muda, soal stunting juga erat kaitannya dengan penyediaan fasilitas air bersih dan sanitas. Karenanya dia berharap ke depan ada program inovasi yang membangkitkan cara masyarakat untuk kepung bakul dalam memperkuat sanitasi masyarakat. Misalnya dengan membangun fasilitas WC atau kakus yang memadai, mengolah air bersih dari sumur bor, atau sumber air bersih yang diolah baik dari Sungai atau sumber air bukti sejenisnya secara bersama-sama.

“Bagi saya hal lain yang juga penting adalah psikis, karena kami meyakini faktor psikis sangat penting. Karena masyarakat itu kalau diperhatikan saja seperti diperiksa melalui USG portable yang disediakan pemerintah itu membuat warga merasa diperhatikan sehingga membuat masyarakat bahagia. Dan bagi saya, kebahagiaan itu juga akan memunculkan sugesti yang baik untuk sehat dan bisa membuat upaya penurunan stunting hingga zero stunting tidak menutup kemungkinan akan teralisasi,” paparnya.

“Melalui  kegiatan rembuk stunting ini, saya mengajak semua pihak untuk saling mendukung dengan program kebijakan masing-masing yang menyasar langsung pada sasaran sehingga upaya upaya menurunkan angka stunting ini maksimal,” ungkapnya

Baca Juga :  Perjuangan Desa Bunut Hilir Melepas Kasus Stunting

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan melalui rembuk stunting bertujuan untuk menyamakan persepsi dan membuat kolaborasi yang lebih baik antar SKPD, organisasi profesi, organisasi keagamaan dan masyarakat untuk mendorong agar terjadi penurunan angka stunting yang signifikan bahkanm menjadikan Kubu Raya zero stunting.

Marijan menilai Dinas Kesehatan sendiri memiliki peran besar dalam mengatasi dan menekan angka stunting di Kubu Raya. “Agar upaya menurunkan bahkan menzero kan angka stunting ini kami berharap adanya peran dari semua pihak untuk membantu di lapangan. Disetiap SKPD sendiri saya melihat ada ada saling keterkaitan dalam menekan kasus stunting ini seperti di Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Perekonomian, pemerintahan desa dan sejumah SKPD lainnya,” ungkapnya.

Marijan tidak memungkiri jika angka penurunan stunting di Kubu Raya tahun 2019 lalu cukup signifikan, yakni dari 23,60 persen turun menjadi 13,40 persen atau turun sekitar 9 persen. “Turunnya angka stunting ini tidak terlepas dari peran masyarakat dan semua pihak terkait lainnya, termasuk kader kesehatan dan kader posyandu hingga ke tingkat desa,”  ujarnya.

Dengan angka ini, kata Marijan tidak membuat pihaknya lalai, namun akan terus termotivasi untuk terus menekan kasus stunting bahkan jika akan mendorong terjadinya zero stunting di Kubu Raya. “Kami meyakini, jika ada kerjasama yang baik dan solid lintas SKPD, dan organisasi terkait maka upaya untuk menzerokan kasus stunting di Kubu Raya bisa terwujud. Dan bagi saya pada dasarnya hal ini tidak sulit dilakukan, asal dan kemauan, kerjasama yang baik,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya optimistis bisa maksimal menekan jumlah kasus stunting di kabupaten dengan Sembilan kecamatan ini. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengutarakan dalam upaya menekan kasus stunting, pihaknya akan melakukan pemetaan langsung di lapangan. “Saya melihat berbicara maslaha stunting di Kubu Raya ini sudah tidak terlalu banyak, hanya hal-hal yang normative saja, karena semua kebijakan untuk mengatasi kasus stunting ini sudah jelas terlebih sebelumnya kita juga sudah bisa melampaui target penurunan angka stunting di tahun 2024 ditargetkan turun 14 persen, namun saat ini sudah turun 13,40 persen artinya ada penurunan 9 persen lebih untuk kasus stunting ini dari jumlah kasus stunting sebesar 23,60 persen di Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan, Selasa (30/3) usai menghadiri Rembuk Stunting di Gardenia Resort dan Spa Sungai Raya.

Kendati saat ini angka stunting di Kubu Raya turun signifikan, namun kata Muda hal itu tidak membuat pemerintah daerah setempat menjadir terlena, bahkan pihaknya akan kembali berupaya maksimal menggerakkan semua pihak termasuk elemen masyarakat dengna strategi kepung bakul untuk sama-saama berupaya menurunkan angka stunting bahkan jika memungkinkan akan menjadikan Kubu Raya menjadi zero stunting.

“Kita memang tahu menjadikan Kubu Raya zero stunting ini berat, namun saya kira dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang dibangun masyarakat mulai dari membangun cara pikir yang lebih baik. Kalau semua sudah sadar dan paham maka dengan gerakan kepung bakul atau gotong royong yang solid akan mendukung upaya penurunan angka stunting ini,” jelasnya.

Kata Muda, selain berupaya mengubah pola pikir masyarakat untuk sama-sama mencegah kembali terjadinya stunting, di sisi lain pemerintah kabupaten juga mendorong agar kasus stunting ini bisa dicegah sejak masa kehamilan, seperti dengan menyediakan fasilitas USG Portable bagi 20 Puskesmas yang tersebar di Sembilan kecamatan Kubu Raya.

Baca Juga :  Dorong Pemkab Terbitkan Perda Pencegahan Narkoba

“Melalui USG portable ini para ibu hamil bisa memeriksakan kandungannya sejak dini, sehingga bisa mengetahui perkembangan bayi sejak masa kehamilan, dan upaya upaya mencegah terjadinya stunting ini juga bisa diantisipasi dan diatasi sejak awal,” ungkapnya.

Bahkan saat ini lanjut Muda Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga mendorong setiap desa untuk memiliki portable masing-masing sehingga diharapkan bisa cakupan pemeriksaan kehamilan dan sejenisnya bisa lebih maksimal hingga kepelosok desa.

Di sisi lain, kata Muda, soal stunting juga erat kaitannya dengan penyediaan fasilitas air bersih dan sanitas. Karenanya dia berharap ke depan ada program inovasi yang membangkitkan cara masyarakat untuk kepung bakul dalam memperkuat sanitasi masyarakat. Misalnya dengan membangun fasilitas WC atau kakus yang memadai, mengolah air bersih dari sumur bor, atau sumber air bersih yang diolah baik dari Sungai atau sumber air bukti sejenisnya secara bersama-sama.

“Bagi saya hal lain yang juga penting adalah psikis, karena kami meyakini faktor psikis sangat penting. Karena masyarakat itu kalau diperhatikan saja seperti diperiksa melalui USG portable yang disediakan pemerintah itu membuat warga merasa diperhatikan sehingga membuat masyarakat bahagia. Dan bagi saya, kebahagiaan itu juga akan memunculkan sugesti yang baik untuk sehat dan bisa membuat upaya penurunan stunting hingga zero stunting tidak menutup kemungkinan akan teralisasi,” paparnya.

“Melalui  kegiatan rembuk stunting ini, saya mengajak semua pihak untuk saling mendukung dengan program kebijakan masing-masing yang menyasar langsung pada sasaran sehingga upaya upaya menurunkan angka stunting ini maksimal,” ungkapnya

Baca Juga :  22 Kasus Stunting di Mensere, Masyarakat Diberikan Sosialisasi Pengasuhan 1000 HPK

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Marijan mengatakan melalui rembuk stunting bertujuan untuk menyamakan persepsi dan membuat kolaborasi yang lebih baik antar SKPD, organisasi profesi, organisasi keagamaan dan masyarakat untuk mendorong agar terjadi penurunan angka stunting yang signifikan bahkanm menjadikan Kubu Raya zero stunting.

Marijan menilai Dinas Kesehatan sendiri memiliki peran besar dalam mengatasi dan menekan angka stunting di Kubu Raya. “Agar upaya menurunkan bahkan menzero kan angka stunting ini kami berharap adanya peran dari semua pihak untuk membantu di lapangan. Disetiap SKPD sendiri saya melihat ada ada saling keterkaitan dalam menekan kasus stunting ini seperti di Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Perekonomian, pemerintahan desa dan sejumah SKPD lainnya,” ungkapnya.

Marijan tidak memungkiri jika angka penurunan stunting di Kubu Raya tahun 2019 lalu cukup signifikan, yakni dari 23,60 persen turun menjadi 13,40 persen atau turun sekitar 9 persen. “Turunnya angka stunting ini tidak terlepas dari peran masyarakat dan semua pihak terkait lainnya, termasuk kader kesehatan dan kader posyandu hingga ke tingkat desa,”  ujarnya.

Dengan angka ini, kata Marijan tidak membuat pihaknya lalai, namun akan terus termotivasi untuk terus menekan kasus stunting bahkan jika akan mendorong terjadinya zero stunting di Kubu Raya. “Kami meyakini, jika ada kerjasama yang baik dan solid lintas SKPD, dan organisasi terkait maka upaya untuk menzerokan kasus stunting di Kubu Raya bisa terwujud. Dan bagi saya pada dasarnya hal ini tidak sulit dilakukan, asal dan kemauan, kerjasama yang baik,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Sejumlah Pihak Bergantian Gelar Vaksinasi

Sunatan Masal Gratis Diikuti 52 Anak

Eprise Sediakan Busana untuk Wanita

PPKM Mikro Tetap Lanjut

Artikel Terbaru

/