alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Tambah Lima Unit Tapping Box dan I-Pos

SUNGAI RAYA — Badan Pengelolaan Pajak dan Rateribusi Daerah (BP2RD) Kubu Raya, saat ini tengah mengupayakan penambahan 5 unit tapping box dan i-pos di Kubu Raya.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kubu Raya, Lugito mengatakan hingga saat ini terdapat sebanyak 47 tapping box dan i-pos bantuan dari Bank Kalbar yang tesebar dibeberapa tempat usaha di Kubu Raya. “Dan informasi terakhir yang kami dapat jumlah tapping box dan i-pos di Kubu Raya ini terbanyak jumlahnya di Kalimantan Barat dan melalui alat ini tentu akan memudahkan kami untuk meningkatkan pendapatan pajak dari hotel, rumah makan, restoran dan sejenisnya ini,” kata Lugito, Selasa (30/3) kepada Pontianak Post di Sungai Raya.

Lugito menerangkan adanya tapping box dan i-pos yang merupakan alat perekam elektronik transaksi belanja ini sebagai salah satu upaya yang dilakukan BP2RD untuk mengoptimalkan pendapatan pajak hotel, restoran, rumah makan dan sejenisnya di Kubu Raya.

Baca Juga :  Tim PHP2D Universitas Nahdlatul Ulama Gelar Kegiatan Budidaya Jamur Tiram di Desa Betuah Kubu Raya

Lugito pun tidak memungkiri jika pihaknya memang tengah berupaya maksimal mendorong penambahan Tapping box dan i-pos, terlebih dia melihat saat ini masih cukup besar potensi pendapatan pajak di Kubu Raya.

“Kami berupaya maksimal agar tahun ini bisa ditambah jumlah tapping box dan i-posnya, karena saya melihat saat ini cukup banyak potensi penambahan objek wajib pajak baru seiring dengan beroperasinya Gaia Bumi Raya city mall di Kubu Raya, sehingga dengan dipasangnya alat tapping box dan i-pos itu akan menjamin semua transaksi dilakukan memang rill sesuai dengan transaksi yang dilakukan  pelanggan,” ungkapnya.

“Di sisi lain melalui tapping box dan i-pos ini akan sangat membantu pelaku usaha untuk mengetahui secara rinci jumlah transaksi usaha yang dilakukan. Di sisi lain dengan alat tersebut juga membuat kami dari BPPRD ini lebih mudah kami melakukan pengawasannya,” ucap Lugito

Baca Juga :  Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan

Dikesempatan yang sama, Lugito menambahkan pada dasarnya pelaku usaha hotel, rumah makan, restoran dan sejenisnya, bahwa pajak yang dibayarkan bukan dibebankan ke pelaku usaha, namun ke pelanggan.

“Misalnya saja, ada konsumen makan dengan nominal Rp100 ribu,  maka pajaknya 10 persen, jadi Rp110ribu. Itu yang bayarkan pelanggan, jadi tidak dipotong dari keuntungan pelaku usaha baik itu rumah makan, hotel, restoran dan sejenisnya. Jadi pelaku usaha itu dia hanya menghimpun dari para pelanggan untuk diserahkan ke pemerintah. Dan hasil dari pendapatan pajam itu akan dikembalikan lagi ke masyarakat untuk pembangunan daerah misalnya membangun infrastruktur jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi untuk kepentingan masyarakat juga,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA — Badan Pengelolaan Pajak dan Rateribusi Daerah (BP2RD) Kubu Raya, saat ini tengah mengupayakan penambahan 5 unit tapping box dan i-pos di Kubu Raya.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kubu Raya, Lugito mengatakan hingga saat ini terdapat sebanyak 47 tapping box dan i-pos bantuan dari Bank Kalbar yang tesebar dibeberapa tempat usaha di Kubu Raya. “Dan informasi terakhir yang kami dapat jumlah tapping box dan i-pos di Kubu Raya ini terbanyak jumlahnya di Kalimantan Barat dan melalui alat ini tentu akan memudahkan kami untuk meningkatkan pendapatan pajak dari hotel, rumah makan, restoran dan sejenisnya ini,” kata Lugito, Selasa (30/3) kepada Pontianak Post di Sungai Raya.

Lugito menerangkan adanya tapping box dan i-pos yang merupakan alat perekam elektronik transaksi belanja ini sebagai salah satu upaya yang dilakukan BP2RD untuk mengoptimalkan pendapatan pajak hotel, restoran, rumah makan dan sejenisnya di Kubu Raya.

Baca Juga :  Kampanyekan Gerakan Gemar Makan Ikan

Lugito pun tidak memungkiri jika pihaknya memang tengah berupaya maksimal mendorong penambahan Tapping box dan i-pos, terlebih dia melihat saat ini masih cukup besar potensi pendapatan pajak di Kubu Raya.

“Kami berupaya maksimal agar tahun ini bisa ditambah jumlah tapping box dan i-posnya, karena saya melihat saat ini cukup banyak potensi penambahan objek wajib pajak baru seiring dengan beroperasinya Gaia Bumi Raya city mall di Kubu Raya, sehingga dengan dipasangnya alat tapping box dan i-pos itu akan menjamin semua transaksi dilakukan memang rill sesuai dengan transaksi yang dilakukan  pelanggan,” ungkapnya.

“Di sisi lain melalui tapping box dan i-pos ini akan sangat membantu pelaku usaha untuk mengetahui secara rinci jumlah transaksi usaha yang dilakukan. Di sisi lain dengan alat tersebut juga membuat kami dari BPPRD ini lebih mudah kami melakukan pengawasannya,” ucap Lugito

Baca Juga :  Pelajar Kubu Raya Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Dikesempatan yang sama, Lugito menambahkan pada dasarnya pelaku usaha hotel, rumah makan, restoran dan sejenisnya, bahwa pajak yang dibayarkan bukan dibebankan ke pelaku usaha, namun ke pelanggan.

“Misalnya saja, ada konsumen makan dengan nominal Rp100 ribu,  maka pajaknya 10 persen, jadi Rp110ribu. Itu yang bayarkan pelanggan, jadi tidak dipotong dari keuntungan pelaku usaha baik itu rumah makan, hotel, restoran dan sejenisnya. Jadi pelaku usaha itu dia hanya menghimpun dari para pelanggan untuk diserahkan ke pemerintah. Dan hasil dari pendapatan pajam itu akan dikembalikan lagi ke masyarakat untuk pembangunan daerah misalnya membangun infrastruktur jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi untuk kepentingan masyarakat juga,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/