alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Diterjang Ombak, Sampan Motor Berisikan 6 Penumpang Tenggelam di Perairan Batu Ampar

SUNGAI RAYA – Sebuah sampan motor yang ditumpangi satu keluarga berjumlah enam orang yang berangkat dari Batu Ampar dalam perjalanan menuju Munggu Linang, pada Minggu (30/5) sekitar pukul 18.00 wib diterjang ombak disekitar parairan Batu Ampar dan kemudian tenggelam.

Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung memberangkatkan tim rescue bersama pihak terkait untuk melakukan pencarian. Bahkan satu tim rescue dari unit siaga SAR di Kayong Utara juga turut dilibatkan untuk melakukan pencarian.

“Pada saat kejadian sampan ini berisikan satu keluarga berjumlah enam orang dan dua orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri yakni Apriadi (39) dan Tini (32) Sementara satu orang, yakni Ahtar Khunair (11bulan) telah ditemukan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Batu Ampar dan tiga orang lainnya selanjutnya kembali dilakukan pencarian oleh dari tim SAR gabungan sejak pagi hari,” kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi, Senin (31/5) di Sungai Raya.

Adapun data penumpang sampan motor tersebut yakni ; Apriadi (39), Tini (32), Putri Khumairah (7), Anisa Rofli (3), Ahtar Khunair (11bulan) dan Wiwik Aliansyah (22).
Setelah melakukan pencarian kata Yopi, sekitar pukul 6.20 wib tim SAR gabungan menemukan satu korban atas nama Anisa Rofli (3th) dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban pertama ini ditemukan sekitar 200 meter dari sampan nahas tersebut tenggelam, arah hilir sungai,” jelasnya.

Setelah kembali melakukan pencarian, tim SAR gabungan bersama sejumlah pihak terkait, kembali menemukan korban kedua, yakni Wiwik Aliansyah sekitar pukul 9.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban kedua atas nama. Wiwik Aliansyah juga sudah ditemukan, dalam kondisi meninggal dunia dan korban kedua ini ditemukan arah selatan dari lokasi sampan tenggelam,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Usulkan Pembangunan Jalan PorosĀ 

“Korban pertama dan kedua ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi, hanya saja untuk korban kedua sebelah selatannya, sedangkan korban pertama pada hilir sungai,” jelasnya.

Sementara korban ketiga yakni, Putri Khumairah (7) berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada siang hari juga dalam kondisi meninggal dunia.

“Siang ini korban ketiga atau terakhir akibat tenggelamnya sebuah sampan motor di daerah Batu Ampar Kubu Raya sudah ditemukan korban atas nama Putri Khumairah (7th) ini kondisinya sudah meninggal dunia saat kami ( tim SAR gabungan ) temukan. Korban merupakan anak dari saudara Apriadi dan Ibu Tini yang juga ikut dalam peristiwa nahas ini,” jelasnya.

Menurutnya Putri ditemukan 100 meter dari lokasi kecelakaan tersebut. “Korban terakhir kami temukan masih berdekatan dengan dua korban sebelumnya Almarhum Putri ini ditemukan sekitar 100 M sebelah Utara atau arah hulu sungai dari tempat kecelakaan,” jelasnya.
Kata Yopi, setelah pihaknya menemukan korban ketiga maka proses pencarian pun berakhir.

” Setelah korban atas namaPutri yang merupakan korban ketiga atau terakhir dalam kecelakaan tenggelamnya sampan motor di Perairan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya kami dari tim SAR gabungan temukan maka rangkaian proses pencarian (operasi SAR ) secara resmi juga berakhir dan dihentikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  BIDESI Pemuda Mujahidin Kalbar Bangun Peradaban Islam dari Desa

Dalam kesempatan tersebut Yopi menghimbau akan pentingnya prosedur keselamatan dalam bertransportasi
“Pada peristiwa ini kami menghimbau kepada masyarakat maupun pengguna transportasi khususnya moda transportasi air agar mengutamakan keselamatan dalam melakukan perjalanan. Misalnya kendaraan yang akan dinaiki di cek kondisinya, tidak membawa penumpang melebihi kapasitas yang ada serta harus tersedianya alat keselamatan diri untuk mengantisipasi keadaan darurat yang bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kapolsek Batu Ampar, Iptu Kistoyo menerangkan, setelah mendapatkan informasi pihak Polsek Batu Ampar bersama Basarnas, Airud Batu Ampar serta masyarakat setempat turut membantu evakuasi dan pencarian terhadap korban yang tenggelam sampan Kato di Sungai Maklije (Tanjung Gunung Gadung ) Pada hari Minggu (30/5) sekitar pukul 17.45 WIB.

Kata Iptu Kistoyo, mengutip keterangan Apriadi (39) sampan kato tersebut terbalik hingga tenggelam disebabkan oleh gelombang motor air (motor penumpang bone) yang melintas sehingga membuat sampan yang di tumpangi Apriadi sekeluarga terhempas dua kali oleh gelombang motor air bone.
“Setelah turut melalukan pencarian tim gabungan Polsek5 batu Ampar, Basarnas dan Airud di Bantu masyarakat telah berhasil menemukan 4 (empat) orang korban laka Air di sungai Makjile Tanjung gadung Kecamatan Batu Ampar dan saat ini ke empat korban sudah berada dirumah duka di Komplek pasar batu ampar RT 005/rw 002 Dusun sungai limau desa batu Ampar Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Sebuah sampan motor yang ditumpangi satu keluarga berjumlah enam orang yang berangkat dari Batu Ampar dalam perjalanan menuju Munggu Linang, pada Minggu (30/5) sekitar pukul 18.00 wib diterjang ombak disekitar parairan Batu Ampar dan kemudian tenggelam.

Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung memberangkatkan tim rescue bersama pihak terkait untuk melakukan pencarian. Bahkan satu tim rescue dari unit siaga SAR di Kayong Utara juga turut dilibatkan untuk melakukan pencarian.

“Pada saat kejadian sampan ini berisikan satu keluarga berjumlah enam orang dan dua orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri yakni Apriadi (39) dan Tini (32) Sementara satu orang, yakni Ahtar Khunair (11bulan) telah ditemukan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Batu Ampar dan tiga orang lainnya selanjutnya kembali dilakukan pencarian oleh dari tim SAR gabungan sejak pagi hari,” kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi, Senin (31/5) di Sungai Raya.

Adapun data penumpang sampan motor tersebut yakni ; Apriadi (39), Tini (32), Putri Khumairah (7), Anisa Rofli (3), Ahtar Khunair (11bulan) dan Wiwik Aliansyah (22).
Setelah melakukan pencarian kata Yopi, sekitar pukul 6.20 wib tim SAR gabungan menemukan satu korban atas nama Anisa Rofli (3th) dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban pertama ini ditemukan sekitar 200 meter dari sampan nahas tersebut tenggelam, arah hilir sungai,” jelasnya.

Setelah kembali melakukan pencarian, tim SAR gabungan bersama sejumlah pihak terkait, kembali menemukan korban kedua, yakni Wiwik Aliansyah sekitar pukul 9.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban kedua atas nama. Wiwik Aliansyah juga sudah ditemukan, dalam kondisi meninggal dunia dan korban kedua ini ditemukan arah selatan dari lokasi sampan tenggelam,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Usulkan Pembangunan Jalan PorosĀ 

“Korban pertama dan kedua ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi, hanya saja untuk korban kedua sebelah selatannya, sedangkan korban pertama pada hilir sungai,” jelasnya.

Sementara korban ketiga yakni, Putri Khumairah (7) berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada siang hari juga dalam kondisi meninggal dunia.

“Siang ini korban ketiga atau terakhir akibat tenggelamnya sebuah sampan motor di daerah Batu Ampar Kubu Raya sudah ditemukan korban atas nama Putri Khumairah (7th) ini kondisinya sudah meninggal dunia saat kami ( tim SAR gabungan ) temukan. Korban merupakan anak dari saudara Apriadi dan Ibu Tini yang juga ikut dalam peristiwa nahas ini,” jelasnya.

Menurutnya Putri ditemukan 100 meter dari lokasi kecelakaan tersebut. “Korban terakhir kami temukan masih berdekatan dengan dua korban sebelumnya Almarhum Putri ini ditemukan sekitar 100 M sebelah Utara atau arah hulu sungai dari tempat kecelakaan,” jelasnya.
Kata Yopi, setelah pihaknya menemukan korban ketiga maka proses pencarian pun berakhir.

” Setelah korban atas namaPutri yang merupakan korban ketiga atau terakhir dalam kecelakaan tenggelamnya sampan motor di Perairan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya kami dari tim SAR gabungan temukan maka rangkaian proses pencarian (operasi SAR ) secara resmi juga berakhir dan dihentikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Leher Diinjak Lalu Dilecehkan

Dalam kesempatan tersebut Yopi menghimbau akan pentingnya prosedur keselamatan dalam bertransportasi
“Pada peristiwa ini kami menghimbau kepada masyarakat maupun pengguna transportasi khususnya moda transportasi air agar mengutamakan keselamatan dalam melakukan perjalanan. Misalnya kendaraan yang akan dinaiki di cek kondisinya, tidak membawa penumpang melebihi kapasitas yang ada serta harus tersedianya alat keselamatan diri untuk mengantisipasi keadaan darurat yang bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kapolsek Batu Ampar, Iptu Kistoyo menerangkan, setelah mendapatkan informasi pihak Polsek Batu Ampar bersama Basarnas, Airud Batu Ampar serta masyarakat setempat turut membantu evakuasi dan pencarian terhadap korban yang tenggelam sampan Kato di Sungai Maklije (Tanjung Gunung Gadung ) Pada hari Minggu (30/5) sekitar pukul 17.45 WIB.

Kata Iptu Kistoyo, mengutip keterangan Apriadi (39) sampan kato tersebut terbalik hingga tenggelam disebabkan oleh gelombang motor air (motor penumpang bone) yang melintas sehingga membuat sampan yang di tumpangi Apriadi sekeluarga terhempas dua kali oleh gelombang motor air bone.
“Setelah turut melalukan pencarian tim gabungan Polsek5 batu Ampar, Basarnas dan Airud di Bantu masyarakat telah berhasil menemukan 4 (empat) orang korban laka Air di sungai Makjile Tanjung gadung Kecamatan Batu Ampar dan saat ini ke empat korban sudah berada dirumah duka di Komplek pasar batu ampar RT 005/rw 002 Dusun sungai limau desa batu Ampar Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/