alexametrics
31.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Sungai yang Membentang Menyimpan Potensi Perikanan dan Pariwisata

Dusun Kumpai Raya, Desa Sungai Ambangah, yang dilalui aliran Sungai Kapuas kaya akan potensi di sektor perikanan. Dusun yang tidak jauh dari Kota Pontianak, ibukota Kalimantan Barat itu juga menyimpan potensi wisata alam sekaligus wisata religi.

SITI SULBIYAH, Sungai Raya

DI bawah terik matahari, para pemancing duduk menunggu umpannya dilahap ikan. Mereka berjejer di tepian Sungai Kapuas di Kumpai Besar atau tepatnya di Dusun Kumpai Raya, Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Semakin tinggi matahari, jumlah pemancing justru semakin bertambah.

“Mancing ini sudah jadi hobi,” kata Rudi, salah seorang pemancing di wilayah itu, saat ditemui Pontianak Post, Minggu (29/8).

Hal seperti ini menjadi pemandangan yang biasa di tepian sungai di Kumpai Besar. Apalagi ketika akhir pekan, jumlah pemancing semakin padat. Tak hanya mereka, ada pula warga umum yang datang untuk berwisata.

Kelenteng Tri Dharma Macou Kheng yang berada tepat menghadap Sungai Kapuas, menjadi pusat wilayah tersebut. Keberadaan bangunan ini sudah lebih dari 300 tahun. Bangunan tersebut menjadi saksi bisu perkembangan wilayah itu dari waktu ke waktu.

Baca Juga :  Gadis Kecil Penjual Gorengan, Bercita-cita jadi Polwan

Tak jauh dari bangunan, terdapat patung Dewi Kwan Im yang dicat berwarna putih dan dua patung lainnya dengan ukuran yang lebih kecil. Ketiga patung ini berdiri tegak tepat di atas sebuah tempat yang digunakan untuk bersantai. Terdapat meja dan beberapa kursi yang disediakan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana Sungai Kapuas.

Kepala Desa Sungai Ambangah, Samsuri mengatakan, Dusun Kumpai Raya menyimpan potensi wisata alam sekaligus wisata religi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Keberadaan wilayah yang bersinggungan dengan Sungai Kapuas itu, menurutnya dapat dikembangkan lebih jauh untuk dijadikan destinasi wisata.

“Salah satu yang sedang kami rencanakan adalah kafe terapung. Kami rencanakan ini untuk tahun 2022 mendatang. Tapi sepertinya membutuhkan bantuan dari pelaku usaha atau swasta,” ucapnya.

Selain pengembangan wisata, dia menilai, wilayah yang dialiri sungai terpanjang di Indonesia tersebut juga menyimpan potensi pengembangan ikan air tawar. Menurutnya, banyak warga sekitar yang melakukan budidaya ikan air tawar dengan membuat tambak. Sebagian besar warganya juga menggantungkan hidup di sektor perikanan ini.

Baca Juga :  Menteri Sandi Juara Pertama Lomba Buat Es Lidah Buaya, Edi Kamtono Juara Dua

Usaha tambak di Kumpai Besar ini salah satunya digeluti oleh Toni. Ia memulai usaha tersebut sekitar 10 tahun yang lalu. Jenis ikan yang ia budidayakan adalah ikan nila dan mas.

“Sehari bisa sekitar 200 kilogram ikan yang dikirim ke pasar Flamboyan. Kadang dipasok ke restoran,” kata Toni ditemui disela aktivitas memberi makan ikan di tambak miliknya.

Budi daya dengan membuat tambak ikan di tapi sungai memang sangat potensial. Potensi inilah yang dilirik oleh Oky, Kevin, dan Kelvin. Mereka merintis usaha Tambak Ikan di Kumpai Besar sekitar satu tahun yang lalu.

“Keuntungan membuat tambak di sungai itu sirkulasi airnya bagus. Selain itu, ikan juga lebih cepat besar sebab berenang melawan arus sungai,” ucap Kevin.

Ada empat jenis ikan yang dibudidayakan oleh mereka, yaitu Ikan nila, mas, patin dan lele. Permintaan keempat jenis ikan ini cukup besar. Tidak hanya datang dari pedagang di Pasar Flamboyan, permintaan juga datang dari daerah hulu Kalbar.

“Permintaan sejauh ini masih cukup baik. Kami jual ke pengepul, dan mereka yang akan memasarkannya,” tambah Oky.*

Dusun Kumpai Raya, Desa Sungai Ambangah, yang dilalui aliran Sungai Kapuas kaya akan potensi di sektor perikanan. Dusun yang tidak jauh dari Kota Pontianak, ibukota Kalimantan Barat itu juga menyimpan potensi wisata alam sekaligus wisata religi.

SITI SULBIYAH, Sungai Raya

DI bawah terik matahari, para pemancing duduk menunggu umpannya dilahap ikan. Mereka berjejer di tepian Sungai Kapuas di Kumpai Besar atau tepatnya di Dusun Kumpai Raya, Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Semakin tinggi matahari, jumlah pemancing justru semakin bertambah.

“Mancing ini sudah jadi hobi,” kata Rudi, salah seorang pemancing di wilayah itu, saat ditemui Pontianak Post, Minggu (29/8).

Hal seperti ini menjadi pemandangan yang biasa di tepian sungai di Kumpai Besar. Apalagi ketika akhir pekan, jumlah pemancing semakin padat. Tak hanya mereka, ada pula warga umum yang datang untuk berwisata.

Kelenteng Tri Dharma Macou Kheng yang berada tepat menghadap Sungai Kapuas, menjadi pusat wilayah tersebut. Keberadaan bangunan ini sudah lebih dari 300 tahun. Bangunan tersebut menjadi saksi bisu perkembangan wilayah itu dari waktu ke waktu.

Baca Juga :  Tunda Pelaksanaan Pilkades e-Voting

Tak jauh dari bangunan, terdapat patung Dewi Kwan Im yang dicat berwarna putih dan dua patung lainnya dengan ukuran yang lebih kecil. Ketiga patung ini berdiri tegak tepat di atas sebuah tempat yang digunakan untuk bersantai. Terdapat meja dan beberapa kursi yang disediakan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana Sungai Kapuas.

Kepala Desa Sungai Ambangah, Samsuri mengatakan, Dusun Kumpai Raya menyimpan potensi wisata alam sekaligus wisata religi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Keberadaan wilayah yang bersinggungan dengan Sungai Kapuas itu, menurutnya dapat dikembangkan lebih jauh untuk dijadikan destinasi wisata.

“Salah satu yang sedang kami rencanakan adalah kafe terapung. Kami rencanakan ini untuk tahun 2022 mendatang. Tapi sepertinya membutuhkan bantuan dari pelaku usaha atau swasta,” ucapnya.

Selain pengembangan wisata, dia menilai, wilayah yang dialiri sungai terpanjang di Indonesia tersebut juga menyimpan potensi pengembangan ikan air tawar. Menurutnya, banyak warga sekitar yang melakukan budidaya ikan air tawar dengan membuat tambak. Sebagian besar warganya juga menggantungkan hidup di sektor perikanan ini.

Baca Juga :  Pariwisata New Normal, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Usaha tambak di Kumpai Besar ini salah satunya digeluti oleh Toni. Ia memulai usaha tersebut sekitar 10 tahun yang lalu. Jenis ikan yang ia budidayakan adalah ikan nila dan mas.

“Sehari bisa sekitar 200 kilogram ikan yang dikirim ke pasar Flamboyan. Kadang dipasok ke restoran,” kata Toni ditemui disela aktivitas memberi makan ikan di tambak miliknya.

Budi daya dengan membuat tambak ikan di tapi sungai memang sangat potensial. Potensi inilah yang dilirik oleh Oky, Kevin, dan Kelvin. Mereka merintis usaha Tambak Ikan di Kumpai Besar sekitar satu tahun yang lalu.

“Keuntungan membuat tambak di sungai itu sirkulasi airnya bagus. Selain itu, ikan juga lebih cepat besar sebab berenang melawan arus sungai,” ucap Kevin.

Ada empat jenis ikan yang dibudidayakan oleh mereka, yaitu Ikan nila, mas, patin dan lele. Permintaan keempat jenis ikan ini cukup besar. Tidak hanya datang dari pedagang di Pasar Flamboyan, permintaan juga datang dari daerah hulu Kalbar.

“Permintaan sejauh ini masih cukup baik. Kami jual ke pengepul, dan mereka yang akan memasarkannya,” tambah Oky.*

Most Read

Artikel Terbaru

/