alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Ingatkan Masyarakat akan Ancaman Banjir

SUNGAI RAYA – Memasuki musim penghujan pada beberapa waktu terkahir membuat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar mengimbau masyarakat Kubu Raya, khususnya di sejumlah desa di kabupaten ini, untuk mewaspadai terjadinya banjir.

“Belajar dari pengalaman sebelumnya, hingga saat ini masih ada sejumlah desa yang rawan terjadi banjir. Jadi saat masuk musim hujan beberapa desa ini mulai tergenang air. Makanya saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir,” kata Mokhtar kepada Pontianak Post, Jumat (31/10) di Sungai Raya.

Sebelumnya, kata Mokhtar, pada awal Oktober lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya melalui Bupati sudah menyatakan status siaga banjir di kabupaten dengan sembilan ini. “Karena memang sudah masuk musim penghujan, jadi kami dari BPBD bersama sejumlah pihak terkait lainnya lebih menggiatkan patroli dan mengaktifkan kelompok masyarakat di setiap desa untuk selalu siaga saat masuk musim penghujan,” paparnya.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio, diungkapkan dia bahwa beberapa waktu belakangan diperikarakan curah hujan mulai merata dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat. Mengacu pada prediksi tersebutlah, pihaknya kian mengaktifkan peran aktif kelompok mayarakat disejumlah titik yang dinyatakan rentan terjadi banjir termasuk puting beliung.

Baca Juga :  Jalur Khusus Lansia dan Ibu Hamil

“Jadi biasanya hujan juga disertai dengan angin kencang berdurasi singkat, kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan juga bisa dibarengi dengan adanya angin puting beliung makanya selain banjir kami juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap puting beliung,” terangnya.

Beberapa daerah yang dinilai rawan terjadi puting beliung, kata Mokhtar, seperti di Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Sungai Ambawang, dan Kuala Mandor B. Sedangkan bagi daerah yang terpantau rentan terjadi banjir, lanjutnya, seperti di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Ambawang seperti di Desa Pasa Piang, Panncaroba, Lingga dan Leluk Bakung, termasuk di Kecamatan Kuala Mandor B seperti Desa  Retok, Kubu Padi, Sungai Enau, dan Padi Jaya.

Disinggung mengenai sarana dan prasarana kelompok masyarakat di setiap desa di Kubu Raya, dalam upaya ikut serta mengantisipasi dan menangani  terjadinya bencana seperti alam seperti banjir dan puting beliung, kata Mokhtar sejauh ini sebagian di Kubu Raya setiap kelompok masyarakat yang telah terbentuk fasilitas yang dimiliki masih seadanya lantaran keterbatasan angggaran yang dimiliki pihaknya. Meski begitu Mokhtar meyakini operasinoal setiap kelompok masyarakat di Kubu Raya masih bisa berjalan maksimal karena di bantu dengan anggaran dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di setiap desa masing-masing.

Baca Juga :  Antusiasme Pelajar SMPN Ikut Vaksinasi

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Usman turut mengimbau BPBD Kubu Raya bisa meningkatkan pemantauan dan berkoordinasi dengan masyarakat, khususnya disejumlah titik rawan terjadi banjir dan putting beliung.

Dia memperkirakan, selain karena berada di daratan rendah, bisa saja sejumlah desa-desa yang rentan terjadi banjir itu salah satu penyebabnya karena aliran sungainya tidak baik atau tersumbat, sehingga saat air masuk atau menggenang akan lebih sulit atau lama surutnya. “Untuk mengatasinya masyarakat mungkin bisa secara bergotong royong melakukan normalisasi saluran air disekitar desa setempat. Dan keterlibatan pihak perusahaan yang berinvestasi disekitar lingkungan masyarakat desa juga sangat dibutuhkan dalam upaya mengantisipasi dan mencegah tarjadinya banjir. Hal ini bisa dilakukan pihak perusahaan melalui program social corporate responsibility (CSR) yang dimiliki,” ungkapnya.

Usman juga berharap BPBD Kubu Raya bersama sejumlah pihak terkait lainnya, untuk  kian proaktif memantau kondisi setiap desa yang dinilai rawan terjadi banjir dan puting beliung.

“Dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik lintas sektor, Insyaallah upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir, puting beliung dan sejenisnyabisa maksimal di lakukan,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Memasuki musim penghujan pada beberapa waktu terkahir membuat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar mengimbau masyarakat Kubu Raya, khususnya di sejumlah desa di kabupaten ini, untuk mewaspadai terjadinya banjir.

“Belajar dari pengalaman sebelumnya, hingga saat ini masih ada sejumlah desa yang rawan terjadi banjir. Jadi saat masuk musim hujan beberapa desa ini mulai tergenang air. Makanya saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir,” kata Mokhtar kepada Pontianak Post, Jumat (31/10) di Sungai Raya.

Sebelumnya, kata Mokhtar, pada awal Oktober lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya melalui Bupati sudah menyatakan status siaga banjir di kabupaten dengan sembilan ini. “Karena memang sudah masuk musim penghujan, jadi kami dari BPBD bersama sejumlah pihak terkait lainnya lebih menggiatkan patroli dan mengaktifkan kelompok masyarakat di setiap desa untuk selalu siaga saat masuk musim penghujan,” paparnya.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio, diungkapkan dia bahwa beberapa waktu belakangan diperikarakan curah hujan mulai merata dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat. Mengacu pada prediksi tersebutlah, pihaknya kian mengaktifkan peran aktif kelompok mayarakat disejumlah titik yang dinyatakan rentan terjadi banjir termasuk puting beliung.

Baca Juga :  Keburu Diciduk Aparat, Edarkan Sabu di Ngabang Gagal

“Jadi biasanya hujan juga disertai dengan angin kencang berdurasi singkat, kondisi seperti ini tidak menutup kemungkinan juga bisa dibarengi dengan adanya angin puting beliung makanya selain banjir kami juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap puting beliung,” terangnya.

Beberapa daerah yang dinilai rawan terjadi puting beliung, kata Mokhtar, seperti di Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Sungai Ambawang, dan Kuala Mandor B. Sedangkan bagi daerah yang terpantau rentan terjadi banjir, lanjutnya, seperti di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Kecamatan Sungai Ambawang seperti di Desa Pasa Piang, Panncaroba, Lingga dan Leluk Bakung, termasuk di Kecamatan Kuala Mandor B seperti Desa  Retok, Kubu Padi, Sungai Enau, dan Padi Jaya.

Disinggung mengenai sarana dan prasarana kelompok masyarakat di setiap desa di Kubu Raya, dalam upaya ikut serta mengantisipasi dan menangani  terjadinya bencana seperti alam seperti banjir dan puting beliung, kata Mokhtar sejauh ini sebagian di Kubu Raya setiap kelompok masyarakat yang telah terbentuk fasilitas yang dimiliki masih seadanya lantaran keterbatasan angggaran yang dimiliki pihaknya. Meski begitu Mokhtar meyakini operasinoal setiap kelompok masyarakat di Kubu Raya masih bisa berjalan maksimal karena di bantu dengan anggaran dari Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di setiap desa masing-masing.

Baca Juga :  Midji Koreksi Mendagri

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya, Usman turut mengimbau BPBD Kubu Raya bisa meningkatkan pemantauan dan berkoordinasi dengan masyarakat, khususnya disejumlah titik rawan terjadi banjir dan putting beliung.

Dia memperkirakan, selain karena berada di daratan rendah, bisa saja sejumlah desa-desa yang rentan terjadi banjir itu salah satu penyebabnya karena aliran sungainya tidak baik atau tersumbat, sehingga saat air masuk atau menggenang akan lebih sulit atau lama surutnya. “Untuk mengatasinya masyarakat mungkin bisa secara bergotong royong melakukan normalisasi saluran air disekitar desa setempat. Dan keterlibatan pihak perusahaan yang berinvestasi disekitar lingkungan masyarakat desa juga sangat dibutuhkan dalam upaya mengantisipasi dan mencegah tarjadinya banjir. Hal ini bisa dilakukan pihak perusahaan melalui program social corporate responsibility (CSR) yang dimiliki,” ungkapnya.

Usman juga berharap BPBD Kubu Raya bersama sejumlah pihak terkait lainnya, untuk  kian proaktif memantau kondisi setiap desa yang dinilai rawan terjadi banjir dan puting beliung.

“Dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik lintas sektor, Insyaallah upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti banjir, puting beliung dan sejenisnyabisa maksimal di lakukan,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/