alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Pembangunan Masih Berjalan di Pandemi

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 pada rapat paripurna ke-2 masa sidang III tahun 2021 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak diruang rapat Utama Kantor DPRD Kabupaten Landak yang dilaksanakan secara langsung dan virtual, Rabu (31/3).

menyampikan bahwa berkaitan dengan kondisi laporan dalam kondisi Pandemi Corona Virus Desiase (COVID-19), banyak hal yang sebenarnya sudah berjalan dari tiga tahun terakhir mulai dari tahun 2017, 2018 dan 2019 mengalami sedikit stagnasi.

“Memang masih ada peningkatan dalam arti masi mencapai target yang telah ditentukan, tapi progresnya sebenarnya tidak seperti tiga tahun yang lalu, karena situasi Pandemi COVID-19 mempengaruhi anggaran dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi kalau Kita lihat pencapaian Kabupaten Landak dengan capaian pemerintahan provinsi dan pemerintahan pusat Saya kira masih batas wajar akibat dari restriksi ekonomi yang terjadi,” kata Karolin ditemui setelah sidang.

Baca Juga :  Penyusunan Pembangunan Melalui Musrembang

Dalam pidatonya, Karolin menyebut pokok-pokok capaian kinerja keuangan Pemkab Landak yang tercermin dalam laporan realisasi APBD tahun anggaran 2019 ialah realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2020 sebesar Rp1.385.670.574.543,74 atau 99,77 persen dari pendapatan daerah setelah perubahan yang dianggarkan sebear Rp1.388.914.069.573,23.

Angka tersebut memiliki rincian yakni, pertama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jumlah yang dianggarkan sebesar Rp104.460.657.104,18 atau mencapai 104,33 persen. “Harus kita syukuri dalam masa pandemi ini, di mana terjadi pembatasan pergerakan masyarakat, target masih bisa dilewati dengan baik,” ujarnya.

Selanjutnya, kedua, Pendapatan transfer dari yang dianggarkan sebesar Rp1.024.572.590.698,00 berhasil direalisasi sebesar 100 persen. Sementara lain-lain pendapatan yang sah yakni, dari yang dianggarkan sebesar Rp 264.045.575.000 berhasil direalisasi sebesar 96,52 persen.

Sementara itu, realisasi belanja daerah sebesar 95,17 persen dari yang dianggarkan sebesar Rp1.440.041.504.250 dengan sejumlah rincian. Pertama, belanja oerasi, yakni terdiri dari belanja egawai, belanja barang, bunga, hibahm bantuan sosal, dan belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan desa, untuk berlanja operasi, dana yang dianggarkan sebesar Rp1.168.706.287.077,84 dapat direalisasikan sebesar 95,09 persen.

Baca Juga :  Polri Tekankan Poin Penanggulangan Covid-19

Selanjutnya belanja modal, yakni belanja dalam rangka pengadaan aset tetap, dapat direalisasikan sebsar 96,55 persen dari dana yang dianggarkan sebesar Rp265.635.217.172,72. Belanja tidak terduga sebesar Rp5,7 miliar dan terealisasi sebesar 56,50 persen.

Kemudian transfer, yakni anggaran untuk transfer bantuan keuangan ke desa sebesar Rp253.935.517.088 atau trealisasi sebesar 99,85 persen. Serta pembiayaan, yang dalam APBD 2020 ditetapkan sebesar Rp58.127.434.677,33 dengan realisasi sebesar 99,94 persen. Sedangkan pengeluaran pembiayaan anggaran tahun 2020 sebesar Rp7 miliar dengan realisasi 100 persen.

Karolin menyampaikan pidato pengantar LKPJ tepat waktu, sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk segera dibahas bersama dengan DPRD Landak.

“Mudah-mudahan LKPJ ini bisa cepat selesai tepat waktu sehingga proses mekanisme penganggaran tahun 2021 dan tahun 2022 bisa berjalan dengan baik,” kata Karolin. (mif)

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 pada rapat paripurna ke-2 masa sidang III tahun 2021 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak diruang rapat Utama Kantor DPRD Kabupaten Landak yang dilaksanakan secara langsung dan virtual, Rabu (31/3).

menyampikan bahwa berkaitan dengan kondisi laporan dalam kondisi Pandemi Corona Virus Desiase (COVID-19), banyak hal yang sebenarnya sudah berjalan dari tiga tahun terakhir mulai dari tahun 2017, 2018 dan 2019 mengalami sedikit stagnasi.

“Memang masih ada peningkatan dalam arti masi mencapai target yang telah ditentukan, tapi progresnya sebenarnya tidak seperti tiga tahun yang lalu, karena situasi Pandemi COVID-19 mempengaruhi anggaran dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi kalau Kita lihat pencapaian Kabupaten Landak dengan capaian pemerintahan provinsi dan pemerintahan pusat Saya kira masih batas wajar akibat dari restriksi ekonomi yang terjadi,” kata Karolin ditemui setelah sidang.

Baca Juga :  Ops Yustisi 2020 : Masker Dicuci, Polisi Berikan Respon

Dalam pidatonya, Karolin menyebut pokok-pokok capaian kinerja keuangan Pemkab Landak yang tercermin dalam laporan realisasi APBD tahun anggaran 2019 ialah realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2020 sebesar Rp1.385.670.574.543,74 atau 99,77 persen dari pendapatan daerah setelah perubahan yang dianggarkan sebear Rp1.388.914.069.573,23.

Angka tersebut memiliki rincian yakni, pertama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jumlah yang dianggarkan sebesar Rp104.460.657.104,18 atau mencapai 104,33 persen. “Harus kita syukuri dalam masa pandemi ini, di mana terjadi pembatasan pergerakan masyarakat, target masih bisa dilewati dengan baik,” ujarnya.

Selanjutnya, kedua, Pendapatan transfer dari yang dianggarkan sebesar Rp1.024.572.590.698,00 berhasil direalisasi sebesar 100 persen. Sementara lain-lain pendapatan yang sah yakni, dari yang dianggarkan sebesar Rp 264.045.575.000 berhasil direalisasi sebesar 96,52 persen.

Sementara itu, realisasi belanja daerah sebesar 95,17 persen dari yang dianggarkan sebesar Rp1.440.041.504.250 dengan sejumlah rincian. Pertama, belanja oerasi, yakni terdiri dari belanja egawai, belanja barang, bunga, hibahm bantuan sosal, dan belanja bantuan keuangan kepada pemerintahan desa, untuk berlanja operasi, dana yang dianggarkan sebesar Rp1.168.706.287.077,84 dapat direalisasikan sebesar 95,09 persen.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkab Siapkan Tempat Khusus Karantina

Selanjutnya belanja modal, yakni belanja dalam rangka pengadaan aset tetap, dapat direalisasikan sebsar 96,55 persen dari dana yang dianggarkan sebesar Rp265.635.217.172,72. Belanja tidak terduga sebesar Rp5,7 miliar dan terealisasi sebesar 56,50 persen.

Kemudian transfer, yakni anggaran untuk transfer bantuan keuangan ke desa sebesar Rp253.935.517.088 atau trealisasi sebesar 99,85 persen. Serta pembiayaan, yang dalam APBD 2020 ditetapkan sebesar Rp58.127.434.677,33 dengan realisasi sebesar 99,94 persen. Sedangkan pengeluaran pembiayaan anggaran tahun 2020 sebesar Rp7 miliar dengan realisasi 100 persen.

Karolin menyampaikan pidato pengantar LKPJ tepat waktu, sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk segera dibahas bersama dengan DPRD Landak.

“Mudah-mudahan LKPJ ini bisa cepat selesai tepat waktu sehingga proses mekanisme penganggaran tahun 2021 dan tahun 2022 bisa berjalan dengan baik,” kata Karolin. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/