alexametrics
33 C
Pontianak
Wednesday, August 10, 2022

Bupati Landak Minta Uji Swab Covid-19 Dipercepat

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mendesak pemerintah provinsi untuk mempercepat pengujian sampel usap kontak erat dan pasien Covid-19. Lamanya hasil usap dari pemerintah provinsi menurutnya membuat penanganan Covid-19 menjadi terhambat.

“Kami mohon agar pemerintah provinsi kan yang memerintahkan. Tolong dipercepatlah. Karena kita kan ditanya masyarakat. Hasilnya mana, kok nggak keluar-keluar. Lebih baik orang nggak usah dites,” katanya saat ditemui di Ngabang, kamis (1/10).

Menurut Karolin, menurut Peraturan Gubernur 110 tahun 2020 pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat mengirimkan sampel swab dengan standar 200 sampel per minggu.

“Kita kan menurut Pergub disuruh ngasi sampel 200 seminggu, sebulan 800 sampel. Sudah kita laksanakan, tapi hasilnya nggak keluar-keluar. Ya kalau begitu kita nggak usah aja,” tegasnya.

Baca Juga :  Pontianak Zona Merah, Bupati Karolin Imbau Warga Tunda Ke Luar Kota

Hingga saat ini, kata dia terdapat lebih dari 300 sampel swab yang belum keluar hasilnya. Sampel itu telah dikirimkan sejak Agustus lalu. Belum lagi, ditambah sampel swab yang dikirimkan tiap minggunya.

“Kan dalam pedoman penanganan Covid-19, salah satu yang dilakukan adalah tracing. Tes sebanyak-banyaknya, pisahkan yang sehat dan yang sakit. Itu adalah prinsip penanganan Covid-19 ini,” ungkap Karolin. (mif)

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mendesak pemerintah provinsi untuk mempercepat pengujian sampel usap kontak erat dan pasien Covid-19. Lamanya hasil usap dari pemerintah provinsi menurutnya membuat penanganan Covid-19 menjadi terhambat.

“Kami mohon agar pemerintah provinsi kan yang memerintahkan. Tolong dipercepatlah. Karena kita kan ditanya masyarakat. Hasilnya mana, kok nggak keluar-keluar. Lebih baik orang nggak usah dites,” katanya saat ditemui di Ngabang, kamis (1/10).

Menurut Karolin, menurut Peraturan Gubernur 110 tahun 2020 pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat mengirimkan sampel swab dengan standar 200 sampel per minggu.

“Kita kan menurut Pergub disuruh ngasi sampel 200 seminggu, sebulan 800 sampel. Sudah kita laksanakan, tapi hasilnya nggak keluar-keluar. Ya kalau begitu kita nggak usah aja,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Luncurkan Kurikulum Muatan Lokal Kebudayaan Landak

Hingga saat ini, kata dia terdapat lebih dari 300 sampel swab yang belum keluar hasilnya. Sampel itu telah dikirimkan sejak Agustus lalu. Belum lagi, ditambah sampel swab yang dikirimkan tiap minggunya.

“Kan dalam pedoman penanganan Covid-19, salah satu yang dilakukan adalah tracing. Tes sebanyak-banyaknya, pisahkan yang sehat dan yang sakit. Itu adalah prinsip penanganan Covid-19 ini,” ungkap Karolin. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/