alexametrics
33.7 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Satu Pelanggar Prokes Ngabang Positif

NGABANG – Tim Yustisi Kabupaten Landak kembali menggelar penertiban PPKM berbasis mikro di seputar kota Ngabang, Sabtu (1/5) malam. Dalam penertiban itu, hasil tes cepat antigen satu pelanggar protokol kesehatan dinyatakan positif.

Dalam penertiban malam itu, tim menemukan 41 orang pelanggar protokol kesehatan. Satu di antaranya positif tes usap antigen. Ia pun diharuskan menjalani isolasi mandiri di RSUD Landak.

Menurut pantauan Pontianak Post, tim penertiban terbagi dalam tiga tim. Mereka kala itu tidak hanya menyusuri jalan raya di Kota Ngabang, namun juga masuk ke dalam gang dan titik potensial lainnya. Benar saja, petugas menemukan sejumlah remaja yang masih asyik nongkrong di Taman Baca Ngabang. Beberapa remaja kabur, sementara lainnya harus menjalani tes cepat antigen.

Tak hanya itu, salah satu warung kopi di Jalur 2 Ngabang yang sudah tutup, digedor petugas. Mereka kedapatan masih terdapat pemuda yang masih nongkrong di dalamnya. Mereka beralasan, warung kopi sudah tutup, sementara mereka sedang latihan gim daring PUBG untuk kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON). Tak pandang bulu, pemuda tersebut pun menjalani tes cepat antigen.

Baca Juga :  Kejari Sanggau Luncurkan Mobil Layanan, Bisa Konsultasi Hukum Gratis dalam Suasana Santai

Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, Vinsensius ditemui usai apel pasukan penertiban mengatakan, pihaknya menaruh perhatian khusus pada penertiban kala itu. Mengingat, pada malam minggu remaja dari luar Ngabang pun kerap datang untuk sekadar nongkrong.

“Kita antisipasi malam minggu kan banyak pengunjung-pengunjung karena ini sudah sesuai aturan, kita tetap lakukan razia,” kata Sekda di Ngabang, Sabtu (1/5) malam.

Ia menambahkan, selama lima hari razia hasil tes usap tak ada yang menunjukkan hasil positif. Para pelanggar pun terbilang sangat sedikit. Namun, apabila malam itu ditemukan hasil positif, Pemkab Landak telah menyiapkan tempat khusus di RSUD Landak untuk isolasi mandiri. Apabila dirasa tidak cukup akan ditempatkan di rumah dinas camat Ngabang.

Baca Juga :  Reses Sekaligus Sosialisasi PPKM Berskala Mikro

“Tim akan langsung segera membawa yang bersangkutan ke RSUD di ruang isolasi,” tegasnya.

Kendati hasilnya negatifpengunjung warkop yang menjalani rapid antigen tetap diminta menerapkan protokol kesehatan. Kepada masyarakat yang sudah memahami dan sesuai dengan PPKM ia mengucapkan banyak terima kasih. Karena kondisi Covid-19 ini belum berakhir, bahkan indikasinya ada muncul varian baru. Dan masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan.

“Kita apresiasi kepada masyarakat kita Kabupaten Landak, selama lima hari dilakukan PPKM itu presentasenya sangat mendukung. Kecil sekali presentase yang tidak menerima. Bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke tempat hiburan, pasar atau tempat keramaian lainnya, kita pesan sekali lagi, dengan kondisi sekarang ini, wajib kita menerapkan protokol kesehatan dengan mengutamakan 5M,” tuturnya. (mif)

NGABANG – Tim Yustisi Kabupaten Landak kembali menggelar penertiban PPKM berbasis mikro di seputar kota Ngabang, Sabtu (1/5) malam. Dalam penertiban itu, hasil tes cepat antigen satu pelanggar protokol kesehatan dinyatakan positif.

Dalam penertiban malam itu, tim menemukan 41 orang pelanggar protokol kesehatan. Satu di antaranya positif tes usap antigen. Ia pun diharuskan menjalani isolasi mandiri di RSUD Landak.

Menurut pantauan Pontianak Post, tim penertiban terbagi dalam tiga tim. Mereka kala itu tidak hanya menyusuri jalan raya di Kota Ngabang, namun juga masuk ke dalam gang dan titik potensial lainnya. Benar saja, petugas menemukan sejumlah remaja yang masih asyik nongkrong di Taman Baca Ngabang. Beberapa remaja kabur, sementara lainnya harus menjalani tes cepat antigen.

Tak hanya itu, salah satu warung kopi di Jalur 2 Ngabang yang sudah tutup, digedor petugas. Mereka kedapatan masih terdapat pemuda yang masih nongkrong di dalamnya. Mereka beralasan, warung kopi sudah tutup, sementara mereka sedang latihan gim daring PUBG untuk kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON). Tak pandang bulu, pemuda tersebut pun menjalani tes cepat antigen.

Baca Juga :  Aura Kepemimpinan sudah Menonjol, Selalu Ingat dengan Guru

Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, Vinsensius ditemui usai apel pasukan penertiban mengatakan, pihaknya menaruh perhatian khusus pada penertiban kala itu. Mengingat, pada malam minggu remaja dari luar Ngabang pun kerap datang untuk sekadar nongkrong.

“Kita antisipasi malam minggu kan banyak pengunjung-pengunjung karena ini sudah sesuai aturan, kita tetap lakukan razia,” kata Sekda di Ngabang, Sabtu (1/5) malam.

Ia menambahkan, selama lima hari razia hasil tes usap tak ada yang menunjukkan hasil positif. Para pelanggar pun terbilang sangat sedikit. Namun, apabila malam itu ditemukan hasil positif, Pemkab Landak telah menyiapkan tempat khusus di RSUD Landak untuk isolasi mandiri. Apabila dirasa tidak cukup akan ditempatkan di rumah dinas camat Ngabang.

Baca Juga :  Awas Hoaks Bergentayangan

“Tim akan langsung segera membawa yang bersangkutan ke RSUD di ruang isolasi,” tegasnya.

Kendati hasilnya negatifpengunjung warkop yang menjalani rapid antigen tetap diminta menerapkan protokol kesehatan. Kepada masyarakat yang sudah memahami dan sesuai dengan PPKM ia mengucapkan banyak terima kasih. Karena kondisi Covid-19 ini belum berakhir, bahkan indikasinya ada muncul varian baru. Dan masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan.

“Kita apresiasi kepada masyarakat kita Kabupaten Landak, selama lima hari dilakukan PPKM itu presentasenya sangat mendukung. Kecil sekali presentase yang tidak menerima. Bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke tempat hiburan, pasar atau tempat keramaian lainnya, kita pesan sekali lagi, dengan kondisi sekarang ini, wajib kita menerapkan protokol kesehatan dengan mengutamakan 5M,” tuturnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/