alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Rp94 Miliar DAK Kabupaten Dibatalkan

NGABANG – Sesuai perintah pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan Republik Indonesia semua proses pengadaan barang jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2020, untuk sementara dibatalkan.

Pembatalan ini melalui surat No S-247/MK_07/2020 tanggal 27 Maret 2020 yang meminta agar seluruh proses pengadaan barang dan jasa untuk seluruh jenis/bidang/subbidang Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik selain Bidang Kesehatan dan Bidang Pendidikan, baik yang sedang berlangsung maupun belum dimulai prosesnya untuk dapat dihentikan pelaksanaannya. Dan surat dengan klasifikasi sangat segera itu ditujukan ke semua gubernur, bupati dan walikota penerima fisik DAK fisik se-Indonesia

Merujuk dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Landak juga melakukan pembatalan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Landak sebesar 95 miliar. Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjelaskan pembatalan DAK Kabupaten Landak sudah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat dengan melakukan pengalihan anggaran ke penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Dua Putra Kalbar Telah Gugur di Tanah Papua

“Kita melakukan pembatalan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Landak sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Keuangan. Besaran DAK Kabupaten Landak berkisar 94 miliar tersebut digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19). Namun kita tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat lebih lanjut,” kata Karolin, Kamis (2/4).

Bupati menambahkan, pembatalan DAK fisik meliputi berbagai bidang yang dipastikan tidak dapat dilaksanakan, sesuai perintah pemerintah pusat. “Adapun Pembatalan DAK ini meliputi DAK air minum, sanitasi, jalan, irigasi, pasar, pariwisata, pertanian, rumah swadaya, transportasi pedesaan. Dipastikan tidak dapat dilaksanakan sesuai arahan pemerintah pusat. Anggaran dialihkan untuk menanggulangi bencana Covid-19 di Indonesia,” terang Karolin.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Landak Kunjungi Disdikbud Kalimantan Barat

Lebih lanjut Karolin meminta OPD untuk dapat menyisir anggaran masing-masing. “Saya meminta kepada seluruh OPD Kabupaten Landak dapat menyisir lagi anggaran di masing-masing satuan kerja, sehingga dapat mengefektifkan anggaran yang ada,” jelasnya.

Bupati Karolin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Landak karena belum bisa melaksanakan pembangunan. “Kami mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Landak, ada beberapa pembangunan yang belum dapat dilaksanakan. Karena situasi keuangan negara difokuskan pada penanganan COVID-19. Semoga situasi segera pulih dan pembangunan dapat diteruskan kembali,” harap Karolin. (mif)

NGABANG – Sesuai perintah pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan Republik Indonesia semua proses pengadaan barang jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2020, untuk sementara dibatalkan.

Pembatalan ini melalui surat No S-247/MK_07/2020 tanggal 27 Maret 2020 yang meminta agar seluruh proses pengadaan barang dan jasa untuk seluruh jenis/bidang/subbidang Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik selain Bidang Kesehatan dan Bidang Pendidikan, baik yang sedang berlangsung maupun belum dimulai prosesnya untuk dapat dihentikan pelaksanaannya. Dan surat dengan klasifikasi sangat segera itu ditujukan ke semua gubernur, bupati dan walikota penerima fisik DAK fisik se-Indonesia

Merujuk dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Landak juga melakukan pembatalan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Landak sebesar 95 miliar. Bupati Landak Karolin Margret Natasa menjelaskan pembatalan DAK Kabupaten Landak sudah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat dengan melakukan pengalihan anggaran ke penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Redam Penularan Covid-19, Ini Sederet Seruan Terkait Perayaan Imlek

“Kita melakukan pembatalan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Landak sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Keuangan. Besaran DAK Kabupaten Landak berkisar 94 miliar tersebut digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19). Namun kita tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat lebih lanjut,” kata Karolin, Kamis (2/4).

Bupati menambahkan, pembatalan DAK fisik meliputi berbagai bidang yang dipastikan tidak dapat dilaksanakan, sesuai perintah pemerintah pusat. “Adapun Pembatalan DAK ini meliputi DAK air minum, sanitasi, jalan, irigasi, pasar, pariwisata, pertanian, rumah swadaya, transportasi pedesaan. Dipastikan tidak dapat dilaksanakan sesuai arahan pemerintah pusat. Anggaran dialihkan untuk menanggulangi bencana Covid-19 di Indonesia,” terang Karolin.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Adat Pantu Seratus Unjuk Rasa, Desak Bubarkan Binua Baru

Lebih lanjut Karolin meminta OPD untuk dapat menyisir anggaran masing-masing. “Saya meminta kepada seluruh OPD Kabupaten Landak dapat menyisir lagi anggaran di masing-masing satuan kerja, sehingga dapat mengefektifkan anggaran yang ada,” jelasnya.

Bupati Karolin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Landak karena belum bisa melaksanakan pembangunan. “Kami mohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Landak, ada beberapa pembangunan yang belum dapat dilaksanakan. Karena situasi keuangan negara difokuskan pada penanganan COVID-19. Semoga situasi segera pulih dan pembangunan dapat diteruskan kembali,” harap Karolin. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/