alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Bengkayang Karate Cup, Landak Borong 50 Medali

NGABANG – Kontingen karate Landak berhasil memboyong total 50 medali dalam perhelatan Karate Open Tournament Bengkayang Cup II di Kantor Bupati Bengkayang pada Sabtu (30/7). Sebanyak 33 kontingen dan 1.120 atlet dari seluruh Kalimantan Barat berlaga dalam turnamen terbuka tersebut. Termasuk 43 atlet dari Yamarashi Dojo Inkai Kabupaten Landak (FORKI Landak) juga turut hadir bertarung memperebutkan piala bergilir Bupati Bengkayang.

Setelah berlaga sengit selama 4 hari, atlet Yamarashi Dojo berhasil memboyong 50 medali dari berbagai kelas yang dipertandingkan. Adapun medali yang diperoleh terdiri dari 12 emas, 14 perak,  dan 24 perunggu. Medali-medali tersebut terbagi dari 10 di kategori open, dan 40 di kategori festival.

Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-do Indonesia Kabupaten Landak Wahyu Purnomo memberikan apresiasi kepada para atlet yang bertanding dalam laga tersebut. “Saya selaku Ketua Umum FORKI Landak merasa sangat bangga. Apalagi mereka bisa menempati posisi 10 besar perolehan medali,” ujar Wahyu di Ngabang, Selasa (2/8).

Pria yang berprofesi sebagai dokter bedah tersebut pun memberikan pesan kepada para atlet agar tidak mudah berpuas diri dan merasa cukup dengan prestasi yang sudah diraih. Ia minta kepada para atlet agar tidak mudah merasa jumawa dan berpuas diri atas prestasi kali ini.

Baca Juga :  Dandim Mempawah Serahkan Kunci RTLH

“Masih banyak yang harus dievaluasi dan dikembangkan lagi agar semakin lebar kepak sayap para atlet di dunia perkaratean Kalimantan Barat. Tetap kembangkan diri, ikuti dinamika-dinamika yang ada dan tetap tekun berlatih,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum INKAI Kabupaten Landak Yulianus Edo Natalaga juga turut bangga. “Saya selaku Ketua INKAI Kabupaten Landak sangat merasa bangga saat mendapat kabar dari manager bahwa Yamarashi Dojo berhasil membawa 50 medali dan membawa nama besar INKAI di kejuaraan tersebut,” ucap Edo.

Menurut Edi, Karate merupakan olahraga tidak terukur. Oleh karenanya, ia selalu menekankan kepada para atlet yang akan bertanding untuk selalu menjaga sportifitas dalam bertanding dan mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh WKF maupun Panitia penyelenggara.

Edo juga kembali mengingatkan kembali tujuan dari pertandingan Karate kepada para atlet. Atlet bertanding bukan dengan tujuan membuat lawan KO dan terkapar di tatami. Namun mencari prestasi dengan berusaha mendapatkan poin sebanyak mungkin dengan teknik yang tepat. “Untuk itu saya menekankan agar para atlet Yamarashi Dojo harus bisa menjadi fleksibel mengikuti aturan-aturan yang ada dan tetap berlatih untuk meningkatkan kemampuan termasuk kemampuan menguasai diri sesuai sumpah karate kelima,” ujar Edo.

Baca Juga :  TNI Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Pelajar SMP Desa Tolok

Disisi lainnya Bripka Enggal Prasetyo selaku manajer tim Yamarashi Dojo mengaku sangat bangga atas perjuangan dan kerja keras para atletnya. “Luar biasa bangga, akhirnya perjuangan kami bersama para atlet berlatih intens selama 2 bulan terakhir dapat membuahkan hasil yang patut dibanggakan. Sehingga kami dapat kembali ke Ngabang dengan kebanggaan dengan masuk sebagai 10 besar Perolehan Medali,” ucap Enggal sembari tersenyum. Dia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung Yamarashi Dojo sehingga dapat berangkat dan bertanding di Bengkayang.  (mif)

NGABANG – Kontingen karate Landak berhasil memboyong total 50 medali dalam perhelatan Karate Open Tournament Bengkayang Cup II di Kantor Bupati Bengkayang pada Sabtu (30/7). Sebanyak 33 kontingen dan 1.120 atlet dari seluruh Kalimantan Barat berlaga dalam turnamen terbuka tersebut. Termasuk 43 atlet dari Yamarashi Dojo Inkai Kabupaten Landak (FORKI Landak) juga turut hadir bertarung memperebutkan piala bergilir Bupati Bengkayang.

Setelah berlaga sengit selama 4 hari, atlet Yamarashi Dojo berhasil memboyong 50 medali dari berbagai kelas yang dipertandingkan. Adapun medali yang diperoleh terdiri dari 12 emas, 14 perak,  dan 24 perunggu. Medali-medali tersebut terbagi dari 10 di kategori open, dan 40 di kategori festival.

Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-do Indonesia Kabupaten Landak Wahyu Purnomo memberikan apresiasi kepada para atlet yang bertanding dalam laga tersebut. “Saya selaku Ketua Umum FORKI Landak merasa sangat bangga. Apalagi mereka bisa menempati posisi 10 besar perolehan medali,” ujar Wahyu di Ngabang, Selasa (2/8).

Pria yang berprofesi sebagai dokter bedah tersebut pun memberikan pesan kepada para atlet agar tidak mudah berpuas diri dan merasa cukup dengan prestasi yang sudah diraih. Ia minta kepada para atlet agar tidak mudah merasa jumawa dan berpuas diri atas prestasi kali ini.

Baca Juga :  Banggar DPRD Bahas Rancangan KUA & PPAS APBD TA 2022

“Masih banyak yang harus dievaluasi dan dikembangkan lagi agar semakin lebar kepak sayap para atlet di dunia perkaratean Kalimantan Barat. Tetap kembangkan diri, ikuti dinamika-dinamika yang ada dan tetap tekun berlatih,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum INKAI Kabupaten Landak Yulianus Edo Natalaga juga turut bangga. “Saya selaku Ketua INKAI Kabupaten Landak sangat merasa bangga saat mendapat kabar dari manager bahwa Yamarashi Dojo berhasil membawa 50 medali dan membawa nama besar INKAI di kejuaraan tersebut,” ucap Edo.

Menurut Edi, Karate merupakan olahraga tidak terukur. Oleh karenanya, ia selalu menekankan kepada para atlet yang akan bertanding untuk selalu menjaga sportifitas dalam bertanding dan mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh WKF maupun Panitia penyelenggara.

Edo juga kembali mengingatkan kembali tujuan dari pertandingan Karate kepada para atlet. Atlet bertanding bukan dengan tujuan membuat lawan KO dan terkapar di tatami. Namun mencari prestasi dengan berusaha mendapatkan poin sebanyak mungkin dengan teknik yang tepat. “Untuk itu saya menekankan agar para atlet Yamarashi Dojo harus bisa menjadi fleksibel mengikuti aturan-aturan yang ada dan tetap berlatih untuk meningkatkan kemampuan termasuk kemampuan menguasai diri sesuai sumpah karate kelima,” ujar Edo.

Baca Juga :  Dewan Landak Apresiasi UPR dan Gapoktan Majukan Petani

Disisi lainnya Bripka Enggal Prasetyo selaku manajer tim Yamarashi Dojo mengaku sangat bangga atas perjuangan dan kerja keras para atletnya. “Luar biasa bangga, akhirnya perjuangan kami bersama para atlet berlatih intens selama 2 bulan terakhir dapat membuahkan hasil yang patut dibanggakan. Sehingga kami dapat kembali ke Ngabang dengan kebanggaan dengan masuk sebagai 10 besar Perolehan Medali,” ucap Enggal sembari tersenyum. Dia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung Yamarashi Dojo sehingga dapat berangkat dan bertanding di Bengkayang.  (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/