alexametrics
27 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Gelar Resepsi, Camat Dicopot Akibat Langgar Protokol Covid-19

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mencopot HR, Camat Menjalin akibat melanggar protokol kesehatan Covid-19 usai menggelar pesta pernikahan anaknya pada Minggu (1/11) lalu. Diduga, resepsi pernikahan tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan.

Bupati menyampaikan, seorang camat semestinya paham akan panduan terkait aturan penerapan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

HR digantikan oleh Fortunata Didian, Kepala Bidang Perencanaan Sosial dan Budaya pada Bappeda Kabupaten Landak. Pengangkatan sumpah jabatan digelar di aula bupati Landak, Senin (2/11).

Saat ini, menurut Bupati Karolin, sebagai Aparatur Sipil Negara wajib berpedoman pada Keppres Nomor 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Dengan begitu, para ASN bertanggung jawab supaya masyarakat mampu untuk bertahan dalam menghadapinya. Serta diwajibkan untuk menyadari akan bahaya pandemi tersebut yang saat ini belum situasi normal.

“Ingat Keppres ini masih berlaku. Oleh sebab itu, jangan melanggar protokol kesehatan karena sudah banyak yang menjadi korban akibat hal ini,” jelas Bupati Landak saat pengangkatan sejumlah pejabat baru, di aula Bupati Landak Senin (2/11).

Karolin menjelaskan dirinya sudah menerima laporan terkait pelanggaran tersebut. Sebagai pimpinan, dirinya mengatakan wajib mengetahui semua kegiatan terlebih yang berpotensi akan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

“Kita sudah menerima laporan terkait pelanggaran ini. Sebagai pimpinan maka kita wajib mengetahui semua kegiatan apalagi yang akan berkaitan dengan orang banyak. Kita tidak ingin ada warga kita yang menjadi korban dalam akibat dari semua ini karena sebagai Bupati maka saya bertanggungjawab bagi warga Kabupaten Landak. Maka dari itu para ASN terlebih seorang pejabat harus memberi contoh yang baik,” pungkas Karolin.

Baca Juga :  Perkuat Profesionalitas Tim, Kancil BBK Lakukan Perubahan

Lebih lanjut Bupati Landak berpesan bagi semua warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan apabila akan menggelar kegiatan atau lainnya yang melibatkan orang banyak. Hal ini dilakukan guna mendukung pemerintah serta menekan angka pasien baru Covid-19 di Kabupaten Landak.

“Kepada seluruh warga Kabupaten Landak saya berpesan tetap menerapkan protokol kesehatan 4M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menghindari Kerumunan, Menjaga Jarak. Jika akan melangsungkan pernikahan kiranya tidak mengundang orang, cukup keluarga dekat dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Bupati Karolin juga menjelaskan pencopotan jabatan merupakan sudah menjadi risiko seorang pejabat, terlebih memiliki jabatan dalam menegakkan protokol kesehatan ditengah Pandemi Covid-19.

“Tidak sedikit pejabat yang sudah dicopot jabatannya, hal ini dilakukan mengingat saat ini lonjakan pasien baru Covid-19 selalu bertambah. Kita di Kabupaten Landak sudah memasuki zona orange, yang artinya tingkat penyebaran relatif tinggi dan bisa saja berubah menjadi zona merah bilamana kita lalai dalam menangani hal ini,” jelas Karolin.

Pada hari itu, Bupati juga melantik empat pejabat administrator dan pengawasan lainnya di lingkungan Pemkab Landak. Mereka ialah Sri Supartinah sebelumnya Pelaksana pada Dinas Kesehatan dilantik menjadi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan, Kasianus sebelumnya Kasubbag Protokol Setda dilantik menjadi Kasi Ketahanan Seni, Budaya, Agama, Masyarakat dan Ekonomi pada Kantor Kesbangpol.

Baca Juga :  Pontianak Zona Merah, Bupati Karolin Imbau Warga Tunda Ke Luar Kota

Selanjutnya Rosi Pirmansyah sebelumnya Kasi Penyadaran dan Pemberdayaan Pemuda pada Disporapar dilantik menjadi Kasubbag Protokol Setda dan Rusdinus sebelumnya pelaksana pada Kantor Kesbangpol dilantik menjadi Kasi Penyadaran dan Pemberdayaan Pemuda pada Disporapar.

Bupati Landak mengatakan bahwa mutasi ataupun rotasi jabatan adalah hal yang biasa dalam roda pemerintahan. Hal itu dalam rangka menciptakan dan meningkatkan etos kerja baru dalam pemerintahan.

“Rotasi maupun mutasi jabatan bukanlah hal yang baru, karena tujuannya yakni untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja dalam sebuah pemerintahan,” terang Bupati Landak.

Lebih lanjut Karolin menekankan bahwa sebagai penanggung jawab wilayah maka apapun yang terjadi pada Kabupaten Landak maka seorang Bupati wajib tahu dan wajib mengetahui. Oleh sebab itu, ASN harus mampu memberi pelayanan yang baik di pemerintahan, memberi contoh yang baik di masyarakat.

“Saya sebagai pimpinan Bapak/Ibu ASN Kabupaten Landak maka kita adalah satu tim, bila kinerja bagus maka saya juga akan bangga. Saya juga berharap Bapak/Ibu yang sudah dilantik hari ini segera bekerja, menyesuaikan dengan pekerjaan yang baru karena semua sudah ada panduannya. Bila mengalami masalah, maka segera koordinasi dan komunikasikan supaya kita bisa melayani masyarakat Kabupaten Landak dengan sebaik-baiknya,” pesan Karolin. (mif)

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mencopot HR, Camat Menjalin akibat melanggar protokol kesehatan Covid-19 usai menggelar pesta pernikahan anaknya pada Minggu (1/11) lalu. Diduga, resepsi pernikahan tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan.

Bupati menyampaikan, seorang camat semestinya paham akan panduan terkait aturan penerapan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

HR digantikan oleh Fortunata Didian, Kepala Bidang Perencanaan Sosial dan Budaya pada Bappeda Kabupaten Landak. Pengangkatan sumpah jabatan digelar di aula bupati Landak, Senin (2/11).

Saat ini, menurut Bupati Karolin, sebagai Aparatur Sipil Negara wajib berpedoman pada Keppres Nomor 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Dengan begitu, para ASN bertanggung jawab supaya masyarakat mampu untuk bertahan dalam menghadapinya. Serta diwajibkan untuk menyadari akan bahaya pandemi tersebut yang saat ini belum situasi normal.

“Ingat Keppres ini masih berlaku. Oleh sebab itu, jangan melanggar protokol kesehatan karena sudah banyak yang menjadi korban akibat hal ini,” jelas Bupati Landak saat pengangkatan sejumlah pejabat baru, di aula Bupati Landak Senin (2/11).

Karolin menjelaskan dirinya sudah menerima laporan terkait pelanggaran tersebut. Sebagai pimpinan, dirinya mengatakan wajib mengetahui semua kegiatan terlebih yang berpotensi akan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

“Kita sudah menerima laporan terkait pelanggaran ini. Sebagai pimpinan maka kita wajib mengetahui semua kegiatan apalagi yang akan berkaitan dengan orang banyak. Kita tidak ingin ada warga kita yang menjadi korban dalam akibat dari semua ini karena sebagai Bupati maka saya bertanggungjawab bagi warga Kabupaten Landak. Maka dari itu para ASN terlebih seorang pejabat harus memberi contoh yang baik,” pungkas Karolin.

Baca Juga :  Singkawang Melawan Corona

Lebih lanjut Bupati Landak berpesan bagi semua warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan apabila akan menggelar kegiatan atau lainnya yang melibatkan orang banyak. Hal ini dilakukan guna mendukung pemerintah serta menekan angka pasien baru Covid-19 di Kabupaten Landak.

“Kepada seluruh warga Kabupaten Landak saya berpesan tetap menerapkan protokol kesehatan 4M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menghindari Kerumunan, Menjaga Jarak. Jika akan melangsungkan pernikahan kiranya tidak mengundang orang, cukup keluarga dekat dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Bupati Karolin juga menjelaskan pencopotan jabatan merupakan sudah menjadi risiko seorang pejabat, terlebih memiliki jabatan dalam menegakkan protokol kesehatan ditengah Pandemi Covid-19.

“Tidak sedikit pejabat yang sudah dicopot jabatannya, hal ini dilakukan mengingat saat ini lonjakan pasien baru Covid-19 selalu bertambah. Kita di Kabupaten Landak sudah memasuki zona orange, yang artinya tingkat penyebaran relatif tinggi dan bisa saja berubah menjadi zona merah bilamana kita lalai dalam menangani hal ini,” jelas Karolin.

Pada hari itu, Bupati juga melantik empat pejabat administrator dan pengawasan lainnya di lingkungan Pemkab Landak. Mereka ialah Sri Supartinah sebelumnya Pelaksana pada Dinas Kesehatan dilantik menjadi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan, Kasianus sebelumnya Kasubbag Protokol Setda dilantik menjadi Kasi Ketahanan Seni, Budaya, Agama, Masyarakat dan Ekonomi pada Kantor Kesbangpol.

Baca Juga :  RS Untan Jadi Lab Uji Swab dan PCR

Selanjutnya Rosi Pirmansyah sebelumnya Kasi Penyadaran dan Pemberdayaan Pemuda pada Disporapar dilantik menjadi Kasubbag Protokol Setda dan Rusdinus sebelumnya pelaksana pada Kantor Kesbangpol dilantik menjadi Kasi Penyadaran dan Pemberdayaan Pemuda pada Disporapar.

Bupati Landak mengatakan bahwa mutasi ataupun rotasi jabatan adalah hal yang biasa dalam roda pemerintahan. Hal itu dalam rangka menciptakan dan meningkatkan etos kerja baru dalam pemerintahan.

“Rotasi maupun mutasi jabatan bukanlah hal yang baru, karena tujuannya yakni untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja dalam sebuah pemerintahan,” terang Bupati Landak.

Lebih lanjut Karolin menekankan bahwa sebagai penanggung jawab wilayah maka apapun yang terjadi pada Kabupaten Landak maka seorang Bupati wajib tahu dan wajib mengetahui. Oleh sebab itu, ASN harus mampu memberi pelayanan yang baik di pemerintahan, memberi contoh yang baik di masyarakat.

“Saya sebagai pimpinan Bapak/Ibu ASN Kabupaten Landak maka kita adalah satu tim, bila kinerja bagus maka saya juga akan bangga. Saya juga berharap Bapak/Ibu yang sudah dilantik hari ini segera bekerja, menyesuaikan dengan pekerjaan yang baru karena semua sudah ada panduannya. Bila mengalami masalah, maka segera koordinasi dan komunikasikan supaya kita bisa melayani masyarakat Kabupaten Landak dengan sebaik-baiknya,” pesan Karolin. (mif)

Most Read

Perkara Biaya Kencan

Malu Menjadi Seorang Doktor

Artikel Terbaru

/