alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Tergantung

NGABANG – Warga Dusun Ria Sinir Desa Hilir Kantor, Ngabang digemparkan penemuan sesosok pria yang diduga nekat menghabisi nyawanya dengan gantung diri, Jumat (4/10) sore.

Korban T (65), pertama kali ditemukan oleh sang anak, Atik (45). Saat itu ia tengah mengunjungi rumah orang tuanya tersebut. Atik mengaku sempat mengobrol dengan sang ayah, 30 menit sebelum menemukan ayahnya tergantung.

“Saya tanya, ‘Mamak dimana Pak?’ dan dijawab ‘pergi ke Pontianak berobat’,” kata Atik mencontohkan.

Atik kemudian berlalu. 30 menit kemudian, ia histeris menemukan ayah kandungnya dalam posisi tergantung. Ia berteriak meminta pertolongan tetangga. Namun nahas, nyawa T sudah tak tertolong.

Tak lama kemudian, warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisiana. Polisi lalu mengamankan TKP dan jasad korban.

Baca Juga :  Taman Lalu Lintas Polres Landak Jadi Lokasi Favorit  

Kepala Bagian Operasi (KBO) Reskrim Polres Landak Ipda Didik, beserta tim Inavis mendatangi TKP. Polisi lalu melakukan olah kejadian perkara. Dari sana ditemukan fakta-fakta berupa barang bukti seutas tali warna putih.

“Di TKP kami menemukan barang bukti seorang lelaki yang sudah tidak bernyawa, seutas tali berwarna putih, saksi Atik dan Emi anak kandung almarhum menolak untuk divisum,” kata Didik lewat sambungan telepon.

Sementara penyebab korban nekat bunuh diri masih belum diketahui. Pihak keluarga almarhum, Atik 45 tahun dan Emi 34 tahun menolak untuk dilakukan Visum ET Revertum terhadap mayat orang tuanya.

“Ahli waris anak kandung almarhum meminta agar kasus ini tidak diperpanjang kan lagi dan berencana akan melaksanakan pemakaman pada hari Sabtu besok,” pungkasnya. (mif)

Baca Juga :  Nekat Curi Motor Langsung Dari Dealer, Pelaku Diringkus Polisi di Senakin

NGABANG – Warga Dusun Ria Sinir Desa Hilir Kantor, Ngabang digemparkan penemuan sesosok pria yang diduga nekat menghabisi nyawanya dengan gantung diri, Jumat (4/10) sore.

Korban T (65), pertama kali ditemukan oleh sang anak, Atik (45). Saat itu ia tengah mengunjungi rumah orang tuanya tersebut. Atik mengaku sempat mengobrol dengan sang ayah, 30 menit sebelum menemukan ayahnya tergantung.

“Saya tanya, ‘Mamak dimana Pak?’ dan dijawab ‘pergi ke Pontianak berobat’,” kata Atik mencontohkan.

Atik kemudian berlalu. 30 menit kemudian, ia histeris menemukan ayah kandungnya dalam posisi tergantung. Ia berteriak meminta pertolongan tetangga. Namun nahas, nyawa T sudah tak tertolong.

Tak lama kemudian, warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisiana. Polisi lalu mengamankan TKP dan jasad korban.

Baca Juga :  Pemkab Minta Perusahaan Kelola IPAL Sesuai Standar  

Kepala Bagian Operasi (KBO) Reskrim Polres Landak Ipda Didik, beserta tim Inavis mendatangi TKP. Polisi lalu melakukan olah kejadian perkara. Dari sana ditemukan fakta-fakta berupa barang bukti seutas tali warna putih.

“Di TKP kami menemukan barang bukti seorang lelaki yang sudah tidak bernyawa, seutas tali berwarna putih, saksi Atik dan Emi anak kandung almarhum menolak untuk divisum,” kata Didik lewat sambungan telepon.

Sementara penyebab korban nekat bunuh diri masih belum diketahui. Pihak keluarga almarhum, Atik 45 tahun dan Emi 34 tahun menolak untuk dilakukan Visum ET Revertum terhadap mayat orang tuanya.

“Ahli waris anak kandung almarhum meminta agar kasus ini tidak diperpanjang kan lagi dan berencana akan melaksanakan pemakaman pada hari Sabtu besok,” pungkasnya. (mif)

Baca Juga :  Polisi Sterilkan Gereja Jelang Misa Natal

Most Read

Artikel Terbaru

/