alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Pangeran Ratu Gusti Fikri Dapatkan Restu Naik Tahta

NGABANG – Pangeran Ratu Gusti Fiqri Azizurrahmansyah mendapat restu untuk naik tahta menjadi Raja Ismayana Landak dari Ibunda Hj Thaufikiah Amiruddin Hamid, di Mempawah, Sabtu (3/4) lalu. Namun, hasil musyawarah Majelis Keraton Ismahayana Landak menyatakan prosesi tersebut tidak sah atau batal karena tak sesuai hukum adat yang berlaku.

Perestuan naik tahta atau dalam istilah melayu disebut penabalan ini dilakukan di Mempawah karena kondisi kesehatan Ibunda Ratu Suri sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan perjalanan ke Ngabang. Pangeran Ratu Gusti Fikri membawa gelar Raja Iswarahmahayana Dipati Karang Sari.

“Insya Allah puncak prosesi Meniti Adat Penabalan Raja akan dilakukan di Keraton Ismahayana Landak, Ngabang pada Sabtu, 10 April 2021,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Rangkaian Prosesi Perestuan untuk menabalkan ini adalah Utin Reza Putri di Mempawah, Sabtu (3/4).

Sebelum perestuan penabalan ini yang memangku Keraton Ismahayana Landak adalah H Gusti Nanang Mustafa bergelar Pangeran Shri Mangku Adiningrat Kusuma Negeri Ismahayana.
Utin Reza, mengatakan prosesi kala itu adalah bagian dalam Rangkaian Prosesi Perestuan Penabalan Pangeran Ratu menjadi Raja Keraton Ismahayana Landak oleh Ratu Suri Setia Ismahayana, Ibunda Hj Thaufikiah Gusti Amiruddin Hamid.

Baca Juga :  ODP di Landak Meningkat Drastis

Sebelum itu, juga sudah dilaksanakan tahapan prosesi adat pada 1 dan 2 April, yaitu ziarah makam para leluhur, sedekah rumah, buang telur ke air, mandi beras, mandi bunga tujuh warna dan tepung tawar.

Sementara itu, Ketua Majelis Keraton Ismahayana Landak Gusti Hardiansyah mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah majelis pada Minggu (4/4), prosesi penabalan tersebut secara adat adalah tidak sah dan batal demi hukum adat yang berlaku di Keraton Ismahayana Landak.

“Kurang lebih ada enam hari ini, Pangeran Mangku Gusti Nanang Mustafa akan menyampaikan apa pun hal-hal yang perlu disampaikan sesuai keputusan rapat pada hari ini (Minggu, red) kepada segenap kerabat keraton, rakyat Ngabang dan khususnya simpatisan keraton,” ucap Hardiansyah di Ngabang, Minggu (4/4).

Unsur-unsur masyarakat yang hadir dalam Musyawarah atau Beraum tersebut, dijelaskan Hardiansyah yaitu Ormas Persatuan Orang Melayu (POM), Panglima Air Besar, Anggota Majelis Ismahayana Landak Gusti Tajudin Lagum, Gusti Suhardi, Utin Trimurti, Kerabat keraton Gusti Boang, Gusti Rifin, Gusti Heri, Gusti Agus, Gusti Basrun dan Utin Yulianti.

Baca Juga :  Pekerja Pabrik PKS PTPN XIII Ngabang Meninggal Dunia Saat Servis Mesin

Apa pun keputusan yang akan diambil dalam waktu enam hari ini, akan sepenuhnya diberikan kepada Pangeran Mangku. “Memang harus ada pembatalan atau pelurusan kembali, sehingga tidak menyelahi baik ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Hal yang paling penting, kata dia, adalah ia meminta peserta yang hadir pada kegiatan hari ini untuk memberikan penjelasan ke masyarakat. Dengan tujuan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang memang bisa memecah persatuan dan kesatuan.

“Pangeran mangku insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama akan memanggil dan mengundang pihak Gusti Fikri untuk menjelaskan kembali hasil rapat hari ini, dan akan diambil langkah-langkah terutama menyangkut tanggal 10 April mendatang. Mudah-mudahan kita harapkan komunikasi yang dilakukan ini memberikan sebagai harapan dalam rapat itu penyatuan keluarga besar keraton ismahayana,” tutupnya. (mif)

NGABANG – Pangeran Ratu Gusti Fiqri Azizurrahmansyah mendapat restu untuk naik tahta menjadi Raja Ismayana Landak dari Ibunda Hj Thaufikiah Amiruddin Hamid, di Mempawah, Sabtu (3/4) lalu. Namun, hasil musyawarah Majelis Keraton Ismahayana Landak menyatakan prosesi tersebut tidak sah atau batal karena tak sesuai hukum adat yang berlaku.

Perestuan naik tahta atau dalam istilah melayu disebut penabalan ini dilakukan di Mempawah karena kondisi kesehatan Ibunda Ratu Suri sudah tidak memungkinkan lagi untuk melakukan perjalanan ke Ngabang. Pangeran Ratu Gusti Fikri membawa gelar Raja Iswarahmahayana Dipati Karang Sari.

“Insya Allah puncak prosesi Meniti Adat Penabalan Raja akan dilakukan di Keraton Ismahayana Landak, Ngabang pada Sabtu, 10 April 2021,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Rangkaian Prosesi Perestuan untuk menabalkan ini adalah Utin Reza Putri di Mempawah, Sabtu (3/4).

Sebelum perestuan penabalan ini yang memangku Keraton Ismahayana Landak adalah H Gusti Nanang Mustafa bergelar Pangeran Shri Mangku Adiningrat Kusuma Negeri Ismahayana.
Utin Reza, mengatakan prosesi kala itu adalah bagian dalam Rangkaian Prosesi Perestuan Penabalan Pangeran Ratu menjadi Raja Keraton Ismahayana Landak oleh Ratu Suri Setia Ismahayana, Ibunda Hj Thaufikiah Gusti Amiruddin Hamid.

Baca Juga :  BLT-DD Desa Agak Disalurkan Bertahap

Sebelum itu, juga sudah dilaksanakan tahapan prosesi adat pada 1 dan 2 April, yaitu ziarah makam para leluhur, sedekah rumah, buang telur ke air, mandi beras, mandi bunga tujuh warna dan tepung tawar.

Sementara itu, Ketua Majelis Keraton Ismahayana Landak Gusti Hardiansyah mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah majelis pada Minggu (4/4), prosesi penabalan tersebut secara adat adalah tidak sah dan batal demi hukum adat yang berlaku di Keraton Ismahayana Landak.

“Kurang lebih ada enam hari ini, Pangeran Mangku Gusti Nanang Mustafa akan menyampaikan apa pun hal-hal yang perlu disampaikan sesuai keputusan rapat pada hari ini (Minggu, red) kepada segenap kerabat keraton, rakyat Ngabang dan khususnya simpatisan keraton,” ucap Hardiansyah di Ngabang, Minggu (4/4).

Unsur-unsur masyarakat yang hadir dalam Musyawarah atau Beraum tersebut, dijelaskan Hardiansyah yaitu Ormas Persatuan Orang Melayu (POM), Panglima Air Besar, Anggota Majelis Ismahayana Landak Gusti Tajudin Lagum, Gusti Suhardi, Utin Trimurti, Kerabat keraton Gusti Boang, Gusti Rifin, Gusti Heri, Gusti Agus, Gusti Basrun dan Utin Yulianti.

Baca Juga :  100 Ha Lahan Sawit Hangus

Apa pun keputusan yang akan diambil dalam waktu enam hari ini, akan sepenuhnya diberikan kepada Pangeran Mangku. “Memang harus ada pembatalan atau pelurusan kembali, sehingga tidak menyelahi baik ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Hal yang paling penting, kata dia, adalah ia meminta peserta yang hadir pada kegiatan hari ini untuk memberikan penjelasan ke masyarakat. Dengan tujuan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang memang bisa memecah persatuan dan kesatuan.

“Pangeran mangku insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama akan memanggil dan mengundang pihak Gusti Fikri untuk menjelaskan kembali hasil rapat hari ini, dan akan diambil langkah-langkah terutama menyangkut tanggal 10 April mendatang. Mudah-mudahan kita harapkan komunikasi yang dilakukan ini memberikan sebagai harapan dalam rapat itu penyatuan keluarga besar keraton ismahayana,” tutupnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/