alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Vaksinasi Covid-19 Tunggu Pusat, Sarana dan Prasarana Sudah Siap

NGABANG – Pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Barat yang sudah tiba, Selasa (5/1). Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan pihaknya telah menyiapkan semua kebutuhkan pelaksaan vaksinasi. Kini, pihaknya tinggal menunggu teknis pelaksanaan dari pemerintah pusat dan jumlah vaksin yang akan didistribusikan ke daerah tersebut

“Untuk vaksin kita sepenuhnya menunggu petunjuk pemerintah pusat. Karena pemerintah sepenuhnya yang memegang komando,” ucapnya kepada Pontianak Post, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi, pihaknya diminta untuk membuat anggaran untuk pelaksanaan sosialisasi, biaya penjemputan vaksin, distribusi vaksi dan pelaksaan vaksinasi.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut. Ini akan dibagi seperti apa. Jumlahnya saja sampai hari ini kita masih belum dapat. Berapa yang akan kita dapat untuk kluster pertama,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Ucapkan Terima Kasih Bantuan Donatur Banjir Landak

meski begitu, pihaknya sudah menyiapkan data siapa saja yang akan mendapatkan vaksin tersebut. Pada gelombang pertama vaksinasi, pada prinsipnya diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan, TNI-Polri dan orang dewasa yang sehat.

“Itu yang akan menjadi prioritas vaksinasi. Tapi kalau melihat jumlah vaksin yang ada, kita kan baru punya 3 juta se-Indonesia, jadi mungkin yang akan dapat pertama ini adalah nakes dulu,” kata Karolin.

Ia mengatakan, pendataan nakes yang akan divaksin sudah dilakukan, begitu pula dengan personel TNI-Polri.

“Untuk masyarakat data base kasarnya sudah ada di kita. Selanjutnya yang akan melakukan vaksinasi adalah Puskesmas, secara umum ya sudah, tetapi teknis pelaksanaannya kita masih berapa vaksin yang dikirimkan di distribusi awal ini,” kata bupati.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut untuk mendapat vaksin. Vaksin adalah salah satu cara berperang melawan penyakit.

Baca Juga :  Sengah Temila Banjir, Jalur Motor Putus

Menurut Dokter lulusan Universitas Atmajaya Jakarta ini, vaksin tersebut sebetulnya hampir sama dengan Campak dan polio. “Jadi tidak perlu takut. Vaksin adalah sesuatu yang biasa untuk melawan penyakit,” ucapnya.

Namun ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Dimohon agar bersabar dan ada vaksin belum berarti kita bisa segera bebas Covid-19. Kenapa? Karena bikin vaksin tidak mudah, tidak bisa dibuat dan dijual di pasar Ngabang,” katanya.

Menurut penuturan presiden Jokowi, proses vaksinasi paling cepat dapat selesai dalam kurun waktu tiga tahun.

“Dengan adanya vaksin diharapkan angka kasus akan menurun, tapi untuk menuju nol kasus tetap akan membutuhkan waktu. Jadi tetap pakai masker, jaga jarak dan tidak bisa beramai-ramai dulu. Kebersihan tetap harus kita jaga selalu,” tutupnya. (mif)

NGABANG – Pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Barat yang sudah tiba, Selasa (5/1). Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengatakan pihaknya telah menyiapkan semua kebutuhkan pelaksaan vaksinasi. Kini, pihaknya tinggal menunggu teknis pelaksanaan dari pemerintah pusat dan jumlah vaksin yang akan didistribusikan ke daerah tersebut

“Untuk vaksin kita sepenuhnya menunggu petunjuk pemerintah pusat. Karena pemerintah sepenuhnya yang memegang komando,” ucapnya kepada Pontianak Post, Selasa (5/1).

Ia menjelaskan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi, pihaknya diminta untuk membuat anggaran untuk pelaksanaan sosialisasi, biaya penjemputan vaksin, distribusi vaksi dan pelaksaan vaksinasi.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut. Ini akan dibagi seperti apa. Jumlahnya saja sampai hari ini kita masih belum dapat. Berapa yang akan kita dapat untuk kluster pertama,” jelasnya.

Baca Juga :  Viral Rumah Tak Layak Huni di Jelimpo, Kabupaten Landak

meski begitu, pihaknya sudah menyiapkan data siapa saja yang akan mendapatkan vaksin tersebut. Pada gelombang pertama vaksinasi, pada prinsipnya diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan, TNI-Polri dan orang dewasa yang sehat.

“Itu yang akan menjadi prioritas vaksinasi. Tapi kalau melihat jumlah vaksin yang ada, kita kan baru punya 3 juta se-Indonesia, jadi mungkin yang akan dapat pertama ini adalah nakes dulu,” kata Karolin.

Ia mengatakan, pendataan nakes yang akan divaksin sudah dilakukan, begitu pula dengan personel TNI-Polri.

“Untuk masyarakat data base kasarnya sudah ada di kita. Selanjutnya yang akan melakukan vaksinasi adalah Puskesmas, secara umum ya sudah, tetapi teknis pelaksanaannya kita masih berapa vaksin yang dikirimkan di distribusi awal ini,” kata bupati.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut untuk mendapat vaksin. Vaksin adalah salah satu cara berperang melawan penyakit.

Baca Juga :  Bupati Ingatkan Disdikbud Bekerja Cepat

Menurut Dokter lulusan Universitas Atmajaya Jakarta ini, vaksin tersebut sebetulnya hampir sama dengan Campak dan polio. “Jadi tidak perlu takut. Vaksin adalah sesuatu yang biasa untuk melawan penyakit,” ucapnya.

Namun ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Dimohon agar bersabar dan ada vaksin belum berarti kita bisa segera bebas Covid-19. Kenapa? Karena bikin vaksin tidak mudah, tidak bisa dibuat dan dijual di pasar Ngabang,” katanya.

Menurut penuturan presiden Jokowi, proses vaksinasi paling cepat dapat selesai dalam kurun waktu tiga tahun.

“Dengan adanya vaksin diharapkan angka kasus akan menurun, tapi untuk menuju nol kasus tetap akan membutuhkan waktu. Jadi tetap pakai masker, jaga jarak dan tidak bisa beramai-ramai dulu. Kebersihan tetap harus kita jaga selalu,” tutupnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/