alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Banjir Terjang Landak, Ratusan Rumah Terendam

NGABANG – Banjir besar menerjang setidaknya sepuluh desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak, Sabtu (5/9). Selain banjir, di beberapa lokasi juga dilaporkan longsor. Bencana ini terjadi menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Ratusan rumah warga terendam dan jalan poros terputus. Akibatnya, aktivitas warga pun lumpuh.

Di Kecamatan Meranti, banjir merendam di dua desa. Tinggi muka air mencapai satu hingga 1,5 meter di Dusun Seladan, Desa Meranti dan Desa Tahu. Banjir diketahui mulai merendam rumah warga sejak pukul 07.00 Wib pagi. Air meninggi dengan cepat sehingga warga tak sempat menyelamatkan barang berharga.

Kapolsek Meranti, Ipda Hendra Setiyawan menuturkan berdasarkan pantauan pihaknya di lokasi, selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menenggelamkan lahan pertanian serta jalan menuju Dusun Seladan, Desa Meranti dan Desa Tahu.

“Untuk saat ini masyarakat tidak dapat beraktivitas, dikarenakan terisolasi banjir. Akses jalan tidak dapat dilalui,” ungkap Ipda Hendra, Sabtu (5/9) sore. Ada sekitar 70 rumah warga dan sekolah dasar di Dusun Seladan, Desa Meranti dan sekitar 41 rumah warga dan Kantor Desa Tahu terendam.

Ia mengatakan pihaknya sampai saat ini masih berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat terkait perlu tidaknya dilakukan upaya evakuasi terhadap warga terdampak. “Kami masih koordinasi. Menurut laporan belum ada warga yang mengungsi,” ucapnya.

Banjir juga merendam ruas jalan Landak–Bengkayang di Desa Darit, Kecamatan Menyuke. Banjir diakibatkan meluapnya muka air Sungai Banyuke yang melintasi daerah tersebut. Tak ada satu pun kendaraan bisa melintas hingga Sabtu (5/9) sore. “Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air Sungai Banyuke meningkat dan meluber hingga menggenangi seluruh badan jalan,” kata Kapolsek Menyuke AKP Sujiyanto. Untuk dapat melintas, sepeda motor mesti diangkat oleh warga dengan menggunakan dua bilah kayu.

Baca Juga :  Bupati Ucapkan Terima Kasih Bantuan Donatur Banjir Landak

Sementara untuk pengendara mobil terpaksa harus menunggu air surut. Ia mengatakan, banjir kerap terjadi di sejumlah titik, namun hanya merendam dalam kurun waktu setengah hingga satu hari.

Hujan deras masih melanda Kabupaten Landak hingga Sabtu (5/9) malam. Warga pun diimbau untuk selalu waspada potensi banjir bandang, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai.

“Kita mengimbau kepada warga untuk tetap berhati-hati, termasuk kepada warga yang dekat dengan bantaran sungai serta daerah terdampak banjir agar lebih waspada,” ujar Kapolsek Menyuke.

Sementara itu, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Landak. BNPB mencatat setidaknya sepuluh desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak yang terdampak.

Adapun desa tersebut yakni Desa Ampadi, Desa Meranti dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti. Selanjutnya Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe, Desa Semunti, Desa Tengue dan Desa Sekendal di Kecamatan Air Besar. Kemudian di Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

Baca Juga :  Tabrak Truk Parkir, Dua Pemuda Tewas

Berdasarkan laporan kronologi dari BPBD Kabupaten Landak, pada pukul 13.00-14.57 WIB, debit air naik 25 cm di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 WIB hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang.

Akibatnya banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor. “Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan, kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Sementara itu, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat hampir merata di wilayah Kalbar.

Selain itu, prakiraan cuaca dengan kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia hingga Minggu (6/9). Adapun wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Melihat hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana.(mif/*ron)

NGABANG – Banjir besar menerjang setidaknya sepuluh desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak, Sabtu (5/9). Selain banjir, di beberapa lokasi juga dilaporkan longsor. Bencana ini terjadi menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Ratusan rumah warga terendam dan jalan poros terputus. Akibatnya, aktivitas warga pun lumpuh.

Di Kecamatan Meranti, banjir merendam di dua desa. Tinggi muka air mencapai satu hingga 1,5 meter di Dusun Seladan, Desa Meranti dan Desa Tahu. Banjir diketahui mulai merendam rumah warga sejak pukul 07.00 Wib pagi. Air meninggi dengan cepat sehingga warga tak sempat menyelamatkan barang berharga.

Kapolsek Meranti, Ipda Hendra Setiyawan menuturkan berdasarkan pantauan pihaknya di lokasi, selain menggenangi permukiman warga, banjir juga menenggelamkan lahan pertanian serta jalan menuju Dusun Seladan, Desa Meranti dan Desa Tahu.

“Untuk saat ini masyarakat tidak dapat beraktivitas, dikarenakan terisolasi banjir. Akses jalan tidak dapat dilalui,” ungkap Ipda Hendra, Sabtu (5/9) sore. Ada sekitar 70 rumah warga dan sekolah dasar di Dusun Seladan, Desa Meranti dan sekitar 41 rumah warga dan Kantor Desa Tahu terendam.

Ia mengatakan pihaknya sampai saat ini masih berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat terkait perlu tidaknya dilakukan upaya evakuasi terhadap warga terdampak. “Kami masih koordinasi. Menurut laporan belum ada warga yang mengungsi,” ucapnya.

Banjir juga merendam ruas jalan Landak–Bengkayang di Desa Darit, Kecamatan Menyuke. Banjir diakibatkan meluapnya muka air Sungai Banyuke yang melintasi daerah tersebut. Tak ada satu pun kendaraan bisa melintas hingga Sabtu (5/9) sore. “Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air Sungai Banyuke meningkat dan meluber hingga menggenangi seluruh badan jalan,” kata Kapolsek Menyuke AKP Sujiyanto. Untuk dapat melintas, sepeda motor mesti diangkat oleh warga dengan menggunakan dua bilah kayu.

Baca Juga :  Aktivitas Bandara Supadio Masih Normal Paska Jatuhnya SJ-182

Sementara untuk pengendara mobil terpaksa harus menunggu air surut. Ia mengatakan, banjir kerap terjadi di sejumlah titik, namun hanya merendam dalam kurun waktu setengah hingga satu hari.

Hujan deras masih melanda Kabupaten Landak hingga Sabtu (5/9) malam. Warga pun diimbau untuk selalu waspada potensi banjir bandang, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai.

“Kita mengimbau kepada warga untuk tetap berhati-hati, termasuk kepada warga yang dekat dengan bantaran sungai serta daerah terdampak banjir agar lebih waspada,” ujar Kapolsek Menyuke.

Sementara itu, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak kepada Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Landak. BNPB mencatat setidaknya sepuluh desa di enam kecamatan di Kabupaten Landak yang terdampak.

Adapun desa tersebut yakni Desa Ampadi, Desa Meranti dan Desa Tahu di Kecamatan Meranti. Selanjutnya Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe, Desa Semunti, Desa Tengue dan Desa Sekendal di Kecamatan Air Besar. Kemudian di Desa Menjalin di Kecamatan Menjalin, Desa Untang di Kecamatan Banyuke Hulu dan Desa Songga di Kecamatan Menyuke.

Baca Juga :  Banjir Kiriman Datang, Warga Bantaran Sungai Landak Terendam

Berdasarkan laporan kronologi dari BPBD Kabupaten Landak, pada pukul 13.00-14.57 WIB, debit air naik 25 cm di Dusun Leban, Desa Nyanyum, Kecamatan Kuala Behe dan Desa Semuntik di Kecamatan Air Besar. Kemudian pukul 15.47 WIB hujan deras mengguyur Desa Nyanyum di Kecamatan Kuala Behe hingga sejumlah wilayah di Kecamatan Ngabang.

Akibatnya banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 80-110 sentimeter merendam beberapa rumah dan menyebabkan akses jalan terputus. Selain itu ada tiga unit rumah rusak berat akibat terdampak longsor. “Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan, kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Sementara itu, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat hampir merata di wilayah Kalbar.

Selain itu, prakiraan cuaca dengan kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia hingga Minggu (6/9). Adapun wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Melihat hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana.(mif/*ron)

Most Read

Artikel Terbaru

/