alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Ngabang Terancam Banjir Kiriman

NGABANG – Masyarakat yang berada di bantaran sungai di Kota Ngabang diimbau agar waspada banjir kiriman. Mengingat Kota Ngabang yang dilintasi Sungai Landak dan berada di dataran rendah menjadi langganan banjir kiriman apabila terjadi banjir di daerah hulu, yakni Meranti, Kuala Beha dan Air Besar.

“Masyarakat agar waspada karena sepertinya Ngabang tinggal menunggu air dari hulu. Kalau Kuala Behe, Meranti, Air Besar banjir air pasti menuju Ngabang. Jadi warga tinggal menunggu,” kata Camat Ngabang Nomensen saat memantau lokasi banjir, Minggu (6/9).

Ia berharap, berharap masyarakat dapat bersiap diri apabila curah hujan mulai tinggi. “Apalagi kalau sudah 1 hari hujan, ada beberapa daerah yang mudah sekali (terendam banjir),” jelasnya.

Baca Juga :  Jalan Darit-Sidas Tergenang Banjir, Sepeda Motor Tak Bisa Melintas

Berdasarkan laporan dari masyarakat sudah terdapat beberapa desa yang terendam banjir. Sejumlah desa yakni, Desa Munggu, Desa Ambarang, Desa Raja, Desa Hilir Kantor, Desa Temiang Sawi, Desa Amboyo Selatan.

“Warga sebetulnya sudah biasa menghadapi hal ini (banjir), mudah-mudahan jangan sampai lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Berkaca pada banjir pada Februari 2019 lalu, air Sungai Landak meluap hingga ke jalan raya Kota Ngabang. Apabila banjir sudah setinggi itu, otomatis warga bantaran sungai akan dievakuasi.

“Apalagi berdasarkan pantauan, kondisi air muka Sungai Landak yang melintasi Kota Ngabang makin meninggi,” katanya.
Banjir ini menurutnya hanya terjadi dalam satu hingga dua hari.

“Sementara, karena air ini lewat saja,” katanya. Namun ia meminta warga tetap waspada.

Baca Juga :  Predator Anak ‘Bersarang’ di Sanggau

“Baiknya selalu waspada. Apalagi kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini,” pungkasnya. (mif)

NGABANG – Masyarakat yang berada di bantaran sungai di Kota Ngabang diimbau agar waspada banjir kiriman. Mengingat Kota Ngabang yang dilintasi Sungai Landak dan berada di dataran rendah menjadi langganan banjir kiriman apabila terjadi banjir di daerah hulu, yakni Meranti, Kuala Beha dan Air Besar.

“Masyarakat agar waspada karena sepertinya Ngabang tinggal menunggu air dari hulu. Kalau Kuala Behe, Meranti, Air Besar banjir air pasti menuju Ngabang. Jadi warga tinggal menunggu,” kata Camat Ngabang Nomensen saat memantau lokasi banjir, Minggu (6/9).

Ia berharap, berharap masyarakat dapat bersiap diri apabila curah hujan mulai tinggi. “Apalagi kalau sudah 1 hari hujan, ada beberapa daerah yang mudah sekali (terendam banjir),” jelasnya.

Baca Juga :  2055 Pontianak Diprediksi Tenggelam

Berdasarkan laporan dari masyarakat sudah terdapat beberapa desa yang terendam banjir. Sejumlah desa yakni, Desa Munggu, Desa Ambarang, Desa Raja, Desa Hilir Kantor, Desa Temiang Sawi, Desa Amboyo Selatan.

“Warga sebetulnya sudah biasa menghadapi hal ini (banjir), mudah-mudahan jangan sampai lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Berkaca pada banjir pada Februari 2019 lalu, air Sungai Landak meluap hingga ke jalan raya Kota Ngabang. Apabila banjir sudah setinggi itu, otomatis warga bantaran sungai akan dievakuasi.

“Apalagi berdasarkan pantauan, kondisi air muka Sungai Landak yang melintasi Kota Ngabang makin meninggi,” katanya.
Banjir ini menurutnya hanya terjadi dalam satu hingga dua hari.

“Sementara, karena air ini lewat saja,” katanya. Namun ia meminta warga tetap waspada.

Baca Juga :  BRI Bangkitkan UMKM & Dorong Go Global

“Baiknya selalu waspada. Apalagi kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini,” pungkasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/