alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Landak Tunda Sekolah Tatap Muka

Karolin: Keselamatan Anak yang Utama

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama semester genap tahun ajaran 2020-2021 atau paling tidak selama tiga bulan ke depan.

“Mohon maaf saya belum berani untuk buka sekolah. Mohon anak-anak kita dilatih untuk bisa menjalankan protokol kesehatan. Saya masih takut untuk buka sekolah, kita lihat perkembangan dalam dua sampai tiga bulan ke depan,” kata Karolin kepada wartawan, Selasa (5/11).

Ia mengatakan, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang tidak ideal untuk dijalankan di wilayah itu. Namun, pihaknya terus melakukan evaluasi secara berkala. “Banyak sekali kendala di lapangan, baik dari sisi SDM, sisi geografis, sarana prasarana sangat tidak ideal. Sedih juga tapi inilah terbaik yang bisa kita lakukan,” jelas Karolin.

Dia menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang lebih efektif menurutnya adalah secara luring. Penerapan metode pembelajaran luring ini dimana secara berkala siswa maupun perwakilan siswa datang ke sekolah sesuai jadwal yang ditentukan untuk mengambil dan menyerah tugas yang diberikan oleh guru.

Baca Juga :  Bupati Minta Budidaya Ikan Terus Berlanjut

“Jadi setiap Minggu diberikan tugas, kemudian nanti orang tua atau kadang-kadang perwakilan dari dusun datang ke sekolah untuk mengambil tugas kemudian mengumpulkan tugas yang lama. Ini yang kami lihat paling efektif dan tidak terlalu memberatkan bagi siswa. Biasanya tiap hari ada jadwalnya, jadi tidak langsung sekaligus mengambil tugas,” katanya.

Karolin mengatakan bahwa dalam suasana pandemi Covid-19 ini, pemerintah selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar. “Keselamatan yang utama ya, sesuai dengan situasi sekarang, dan diberlakukannya undang-undang kesehatan darurat sehingga kita tetap mengutamakan kesehatan,” katanya.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak, tidak semua siswa dapat mengakses pembelajaran secara daring. Hal ini dikarenakan kondisi jaringan internet yang masih sangat terbatas. Murid dan guru sebagian di antaranya mesti berjuang dengan kondisi ekstrem.

Hanya sekitar 60 persen siswa yang dapat melaksanakan pembelajaran secara daring. Keterbatasan akses internet itu karena sebagian wilayah Landak yang tergolong blankspot atau tak terjangkau sinyal seluler.

Baca Juga :  Korban Kecelakaan Maut di Desa Raja Bertambah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak Hery Mulyadi menjelaskan pihaknya pun menerapkan metode dalam jaringan dan luar jaringan selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta gabungan keduanya.

“Kami juga sudah menyiapkan video pembelajaran semester genap bagi tingkat SD dan SMP. Kita arahkan untuk belajar menggunakan video pembelajaran yang telah kita sediakan para siswa dapat mengakses video ini melalui media sosial Youtube, Facebook dan Instagram. Dari Dinas juga memberikan salinan lewat video ke sekolah-sekolah,” katanya.

Bagi sekolah yang tidak dapat mengakses video ini, karena terkendala jaringan internet atau siswa yang tidak memiliki gawai, pihaknya mengarahkan untuk proses belajar di rumah dengan pola luring. Dalam pola ini, kata dia, pihak sekolah dipersilahkan untuk berinovasi memberikan materi pembelajara sesuai dengna kondisi yang ada di sekolah masing-masing. “Cara ini juga sudah berjalan sejak tahun ajaran 2019-2020. Semua berjalan dengan baik,” katanya. (mif)

Karolin: Keselamatan Anak yang Utama

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama semester genap tahun ajaran 2020-2021 atau paling tidak selama tiga bulan ke depan.

“Mohon maaf saya belum berani untuk buka sekolah. Mohon anak-anak kita dilatih untuk bisa menjalankan protokol kesehatan. Saya masih takut untuk buka sekolah, kita lihat perkembangan dalam dua sampai tiga bulan ke depan,” kata Karolin kepada wartawan, Selasa (5/11).

Ia mengatakan, metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) memang tidak ideal untuk dijalankan di wilayah itu. Namun, pihaknya terus melakukan evaluasi secara berkala. “Banyak sekali kendala di lapangan, baik dari sisi SDM, sisi geografis, sarana prasarana sangat tidak ideal. Sedih juga tapi inilah terbaik yang bisa kita lakukan,” jelas Karolin.

Dia menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang lebih efektif menurutnya adalah secara luring. Penerapan metode pembelajaran luring ini dimana secara berkala siswa maupun perwakilan siswa datang ke sekolah sesuai jadwal yang ditentukan untuk mengambil dan menyerah tugas yang diberikan oleh guru.

Baca Juga :  Bupati Landak Karolin Tak Bisa Divaksin, Ini Alasannya

“Jadi setiap Minggu diberikan tugas, kemudian nanti orang tua atau kadang-kadang perwakilan dari dusun datang ke sekolah untuk mengambil tugas kemudian mengumpulkan tugas yang lama. Ini yang kami lihat paling efektif dan tidak terlalu memberatkan bagi siswa. Biasanya tiap hari ada jadwalnya, jadi tidak langsung sekaligus mengambil tugas,” katanya.

Karolin mengatakan bahwa dalam suasana pandemi Covid-19 ini, pemerintah selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar. “Keselamatan yang utama ya, sesuai dengan situasi sekarang, dan diberlakukannya undang-undang kesehatan darurat sehingga kita tetap mengutamakan kesehatan,” katanya.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak, tidak semua siswa dapat mengakses pembelajaran secara daring. Hal ini dikarenakan kondisi jaringan internet yang masih sangat terbatas. Murid dan guru sebagian di antaranya mesti berjuang dengan kondisi ekstrem.

Hanya sekitar 60 persen siswa yang dapat melaksanakan pembelajaran secara daring. Keterbatasan akses internet itu karena sebagian wilayah Landak yang tergolong blankspot atau tak terjangkau sinyal seluler.

Baca Juga :  Bupati Minta Budidaya Ikan Terus Berlanjut

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak Hery Mulyadi menjelaskan pihaknya pun menerapkan metode dalam jaringan dan luar jaringan selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta gabungan keduanya.

“Kami juga sudah menyiapkan video pembelajaran semester genap bagi tingkat SD dan SMP. Kita arahkan untuk belajar menggunakan video pembelajaran yang telah kita sediakan para siswa dapat mengakses video ini melalui media sosial Youtube, Facebook dan Instagram. Dari Dinas juga memberikan salinan lewat video ke sekolah-sekolah,” katanya.

Bagi sekolah yang tidak dapat mengakses video ini, karena terkendala jaringan internet atau siswa yang tidak memiliki gawai, pihaknya mengarahkan untuk proses belajar di rumah dengan pola luring. Dalam pola ini, kata dia, pihak sekolah dipersilahkan untuk berinovasi memberikan materi pembelajara sesuai dengna kondisi yang ada di sekolah masing-masing. “Cara ini juga sudah berjalan sejak tahun ajaran 2019-2020. Semua berjalan dengan baik,” katanya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/