alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Evaluasi Perkembangan BUMDes di Sengah Temila

PAHAUMAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerjasama Desa melakukan kegiatan monitoring, evaluasi dan klasifikasi perkembangan manajemen BUMDes yang berdiri di wilayah Kecamatan Sengah Temila, Jumat (5/2). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor camat Sengah Temila dihadiri oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerjasama Desa pada Dinas PMPD Kabupaten Landak Ida Suryani; Kasi Pengembangan Usaha Ekonomi Desa dan Inovasi TTG Dinas PMPD Kabupaten Landak Sutri Sasmita Kusmianti, Tenaga Ahli Pendamping profesional Kabupaten Landak, para Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, dan para Ketua BUMDes beserta pengurus.

Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui perkembangan BUMDes guna memudahkan pembinaan, karena itu metode yang digunakan adalah metode observasi langsung, wawancara, dan pengisian kuisioner yang dilaksanakan pada masing-masing BUMDes.

Baca Juga :  Dua Putra Kalbar Telah Gugur di Tanah Papua

Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (PED) Kabupaten Landak Heriadi menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini dilakukan pengisian langsung kuisioner penilaian klasifikasi tingkat perkembangan BUMDes oleh pengurusnya. Untuk itu, Heriadi beharap para pengurus BUMDes menyampaikan data yang sesuai dengan kondisi perkembangan BUMDes.

“Mohon disampaikan data yang riil apa adanya, agar kita semua bisa mengetahui kelebihan, kelemahan maupun kendala dari BUMDes yang sudah terbentuk, karena masalah dari setiap BUMDes itu berbeda, jadi cara menanganinya juga berbeda,” ucap Heriadi.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerjasama Desa, Ida Suryani. Dia mengungkapkan bahwa perkembangan BUMDes yang berbeda-beda disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari SDM, modal hingga dukungan penerintah desa dan masyarakat.

Baca Juga :  Kejari Landak Gelar Vaksinasi, Target 200 Sasaran

“BUMDes-BUMDes yang telah terbentuk ini memiliki perkembangan yang berbeda-beda, penyebabnya adalah antara lain potensi desa yang berbeda, kemampuan SDM, ketersediaan modal, serta kepedulian pemerintah desa dan masyarakat,” ungkap Ida. (mif)

PAHAUMAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerjasama Desa melakukan kegiatan monitoring, evaluasi dan klasifikasi perkembangan manajemen BUMDes yang berdiri di wilayah Kecamatan Sengah Temila, Jumat (5/2). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor camat Sengah Temila dihadiri oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerjasama Desa pada Dinas PMPD Kabupaten Landak Ida Suryani; Kasi Pengembangan Usaha Ekonomi Desa dan Inovasi TTG Dinas PMPD Kabupaten Landak Sutri Sasmita Kusmianti, Tenaga Ahli Pendamping profesional Kabupaten Landak, para Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, dan para Ketua BUMDes beserta pengurus.

Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui perkembangan BUMDes guna memudahkan pembinaan, karena itu metode yang digunakan adalah metode observasi langsung, wawancara, dan pengisian kuisioner yang dilaksanakan pada masing-masing BUMDes.

Baca Juga :  Pulihkan Ekonomi dengan Pertanian

Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (PED) Kabupaten Landak Heriadi menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini dilakukan pengisian langsung kuisioner penilaian klasifikasi tingkat perkembangan BUMDes oleh pengurusnya. Untuk itu, Heriadi beharap para pengurus BUMDes menyampaikan data yang sesuai dengan kondisi perkembangan BUMDes.

“Mohon disampaikan data yang riil apa adanya, agar kita semua bisa mengetahui kelebihan, kelemahan maupun kendala dari BUMDes yang sudah terbentuk, karena masalah dari setiap BUMDes itu berbeda, jadi cara menanganinya juga berbeda,” ucap Heriadi.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kelembagaan, dan Kerjasama Desa, Ida Suryani. Dia mengungkapkan bahwa perkembangan BUMDes yang berbeda-beda disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari SDM, modal hingga dukungan penerintah desa dan masyarakat.

Baca Juga :  Mencegah Kluster Iduladha Kapolres Landak Pimpin Rakor

“BUMDes-BUMDes yang telah terbentuk ini memiliki perkembangan yang berbeda-beda, penyebabnya adalah antara lain potensi desa yang berbeda, kemampuan SDM, ketersediaan modal, serta kepedulian pemerintah desa dan masyarakat,” ungkap Ida. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/