alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kemenag Bolehkan Tarawih dan Id Berjemaah

NGABANG – Kementerian Agama (Kemenag) mengizinkan pelaksanaan salat tarawih dan salat Idulfitri 1442 Hijriyah secara berjemaah saat masa pandemi Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun pelaksanaan tarawih dan salat Idulfitri dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas tempat yang digunakan. Hal tersebut tertuang dalam dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 yang diterbitkan pada Senin, 5 April 2021 lalu.

“Salat Idulfitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka, dengan memerhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing,” kata Kepala Kemenag Landak Muhlis membacakan surat edaran yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di ruang kerjanya, Rabu (7/4).

Begitupun dengan salat fardu, tarawih, tadarus Alquran yang juga harus memerhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Angka Kriminalitas di Landak Meningkat Selama 2020

“Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus alquran dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Paling tidak, setiap jamaah dapat selalu menggunakan masker di dalam masjid,” jelas Muhlis.

Sementara acara pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadan, dan kuliah subuh juga dibatasi. Kegiatan itu paling lama dapat dilakukan 15 menit. Begitu pula dengan peringatan nuzulul quran di masjid/musala, mesti dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jamaah paling banyak 50 persen.

“Kita harapkan umat Islam dapat mematuhi panduan ini. (panduan) ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di rumah ibadah atau masjid,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Landak, KH Luqman Qosim menjelaskan, pihaknya segera menginformasikan panduan ini kepada pengurus masjid dan ormas-ormas Islam bahwa salat tarawih dan Idulfitri dapat dilaksanakan.

Baca Juga :  Tak Ada Kasus Baru di Landak, Karolin: Ini Kerjasama Baik Semua Pihak

“Kami sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Bupati Landak. Dari Bupati mendukung SK Menteri Agama itu. Jadi tidak mempermasalahkan misalnya ada salat tarawih dan sebagainya. Tapi dengan kapasitas yang dibatasi,” katanya di Ngabang saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (7/4).

Selanjutnya, pada Jumat (9/4) pihaknya akan melaksanakan rakor dengan pengurus masjid. Ia berharap pengurus masjid menyampaikan kepada jemaah untuk dapat menjaga protokol kesehatan dan mengikuti imbauan pemerintah sesuai dengan SK Menag.

“Artinya tetap menjaga prokes dan tetap selalu waspada. Namun tidak mengurangi kekhusyuan kita dalam ibadah tentunya,” katanya.

Ia mengatakan, umat Islam layak berbahagia dan bersyukur atas kabar tersebut. Artinya, sekalipun ditengah pandemi, umat Islam masih dapat beribadah di masjid, namun juga tetap waspada.

“Kita mesti bersyukur, karena umat islam khususnya masih diberi kesempatan untuk tetap melaksanakan ibadah di masjid,” tutupnya. (mif)

NGABANG – Kementerian Agama (Kemenag) mengizinkan pelaksanaan salat tarawih dan salat Idulfitri 1442 Hijriyah secara berjemaah saat masa pandemi Covid-19, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Namun pelaksanaan tarawih dan salat Idulfitri dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas tempat yang digunakan. Hal tersebut tertuang dalam dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 yang diterbitkan pada Senin, 5 April 2021 lalu.

“Salat Idulfitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka, dengan memerhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 mengalami peningkatan berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing,” kata Kepala Kemenag Landak Muhlis membacakan surat edaran yang ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di ruang kerjanya, Rabu (7/4).

Begitupun dengan salat fardu, tarawih, tadarus Alquran yang juga harus memerhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Dewan Landak Harap Pasar Rakyat Sehaq Tarigas Beri Terobosan

“Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus alquran dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Paling tidak, setiap jamaah dapat selalu menggunakan masker di dalam masjid,” jelas Muhlis.

Sementara acara pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadan, dan kuliah subuh juga dibatasi. Kegiatan itu paling lama dapat dilakukan 15 menit. Begitu pula dengan peringatan nuzulul quran di masjid/musala, mesti dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jamaah paling banyak 50 persen.

“Kita harapkan umat Islam dapat mematuhi panduan ini. (panduan) ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di rumah ibadah atau masjid,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Landak, KH Luqman Qosim menjelaskan, pihaknya segera menginformasikan panduan ini kepada pengurus masjid dan ormas-ormas Islam bahwa salat tarawih dan Idulfitri dapat dilaksanakan.

Baca Juga :  Imbau Jamaah Patuhi Protokol Kesehatan

“Kami sudah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Bupati Landak. Dari Bupati mendukung SK Menteri Agama itu. Jadi tidak mempermasalahkan misalnya ada salat tarawih dan sebagainya. Tapi dengan kapasitas yang dibatasi,” katanya di Ngabang saat dihubungi lewat sambungan telepon, Rabu (7/4).

Selanjutnya, pada Jumat (9/4) pihaknya akan melaksanakan rakor dengan pengurus masjid. Ia berharap pengurus masjid menyampaikan kepada jemaah untuk dapat menjaga protokol kesehatan dan mengikuti imbauan pemerintah sesuai dengan SK Menag.

“Artinya tetap menjaga prokes dan tetap selalu waspada. Namun tidak mengurangi kekhusyuan kita dalam ibadah tentunya,” katanya.

Ia mengatakan, umat Islam layak berbahagia dan bersyukur atas kabar tersebut. Artinya, sekalipun ditengah pandemi, umat Islam masih dapat beribadah di masjid, namun juga tetap waspada.

“Kita mesti bersyukur, karena umat islam khususnya masih diberi kesempatan untuk tetap melaksanakan ibadah di masjid,” tutupnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/