alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Bupati: Isi Kuisioner IDM dengan benar

Rakor Evaluasi Perkembangan Desa

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta para kepala desa tahun ini bisa mengisi kuisioner Indeks Desa Membangun (IDM) dengan baik dan benar, agar peningkatan status perkembangan desa kedepannya bisa tercapai. Permintaan tersebut disampaikan Karolin saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Desa (IDM) Kabupaten Landak di Aula Utama Kantor Bupati Landak, Senin (8/2).

Dijelaskan dia bahwa IDM disusun untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri. Disebutkan dia bahwa di Kabupaten Landak saat ini, dari 156 desa yang ada masih terdapat tujuh desa dengan status sangat tertinggal, 99 desa tertinggal, 39 desa berkembang, enam desa maju, dan lima desa mandiri.

“Tolong para kades, diisi dengan baik kuisionernya, kalau tidak paham tanya pendamping desanya, karena memang yang menentukan indeks desa membangun itu ya bapak ibu sendiri. Sebenarnya ini tidak sulit, cuma karena salah isi jadi hasilnya begini, jadi tahun ini harus diisi bagus-bagus dan benar,” ujar Karolin.

Baca Juga :  Partai NasDem Landak Target Menang Pemilu 2024, Tambah Kursi di Legislatif

Lebih lanjut Karolin menyampaikan bahwa fokus Pemerintah Kabupaten Landak tidak hanya pada desa mandiri semata, tetapi juga pada peningkatan status desa. “Kalau masih ada desa tertinggal harapan Saya naiklah jadi desa berkembang, setelah berkembang baru jadi desa maju, habis maju baru kita mandiri. Fokus kita di Kabupaten Landak bukan hanya menuju desa mandiri, tapi ada peningkatan status desa,” ujar Karolin.

Lebih lanjut Bupati mengapresiasi apa yang menjadi program Gubernur Kalimantan Barat dengan menetapkan target desa mandiri. Untuk mencapai itu, menurutnya, perlu adanya koordinasi lebih baik oleh semua pihak terkait.

“Pada intinya Kami sangat mendukung, namun kami punya keterbatasan baik dari sisi sumber daya, maka saya juga sudah sampaikan kepada Kepala Dinas agar para pendamping desa juga proaktif mendampingi para kades, apa yang menjadi kendala kita, skor paling rendah itu dimana, dan kira-kira intervensinya itu harus dari desa, oleh kabupaten atau boleh tidak dibantu oleh Provinsi,” tukas Bupati.

Baca Juga :  Dump Truk Tabrak Rumah Warga

Dengan tercukupinya indeks desa membangun, menurut dia, seharusnya kualitas hidup masyarakat bisa meningkat. Artinya, dia menambahkan, masyarakat akan merasakan manfaatnya. Untuk tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Landak telah menargetkan 12 desa mandiri baru. (mif)

Rakor Evaluasi Perkembangan Desa

NGABANG – Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta para kepala desa tahun ini bisa mengisi kuisioner Indeks Desa Membangun (IDM) dengan baik dan benar, agar peningkatan status perkembangan desa kedepannya bisa tercapai. Permintaan tersebut disampaikan Karolin saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Desa (IDM) Kabupaten Landak di Aula Utama Kantor Bupati Landak, Senin (8/2).

Dijelaskan dia bahwa IDM disusun untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri. Disebutkan dia bahwa di Kabupaten Landak saat ini, dari 156 desa yang ada masih terdapat tujuh desa dengan status sangat tertinggal, 99 desa tertinggal, 39 desa berkembang, enam desa maju, dan lima desa mandiri.

“Tolong para kades, diisi dengan baik kuisionernya, kalau tidak paham tanya pendamping desanya, karena memang yang menentukan indeks desa membangun itu ya bapak ibu sendiri. Sebenarnya ini tidak sulit, cuma karena salah isi jadi hasilnya begini, jadi tahun ini harus diisi bagus-bagus dan benar,” ujar Karolin.

Baca Juga :  Dump Truk Tabrak Rumah Warga

Lebih lanjut Karolin menyampaikan bahwa fokus Pemerintah Kabupaten Landak tidak hanya pada desa mandiri semata, tetapi juga pada peningkatan status desa. “Kalau masih ada desa tertinggal harapan Saya naiklah jadi desa berkembang, setelah berkembang baru jadi desa maju, habis maju baru kita mandiri. Fokus kita di Kabupaten Landak bukan hanya menuju desa mandiri, tapi ada peningkatan status desa,” ujar Karolin.

Lebih lanjut Bupati mengapresiasi apa yang menjadi program Gubernur Kalimantan Barat dengan menetapkan target desa mandiri. Untuk mencapai itu, menurutnya, perlu adanya koordinasi lebih baik oleh semua pihak terkait.

“Pada intinya Kami sangat mendukung, namun kami punya keterbatasan baik dari sisi sumber daya, maka saya juga sudah sampaikan kepada Kepala Dinas agar para pendamping desa juga proaktif mendampingi para kades, apa yang menjadi kendala kita, skor paling rendah itu dimana, dan kira-kira intervensinya itu harus dari desa, oleh kabupaten atau boleh tidak dibantu oleh Provinsi,” tukas Bupati.

Baca Juga :  Pemkab Gelar Pentas Musik KMN

Dengan tercukupinya indeks desa membangun, menurut dia, seharusnya kualitas hidup masyarakat bisa meningkat. Artinya, dia menambahkan, masyarakat akan merasakan manfaatnya. Untuk tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Landak telah menargetkan 12 desa mandiri baru. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/