alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

  Bhabinkamtibmas Dorong Petani Mandor Kiru Tanam Padi Gadu

Cara Baru Buka Lahan Tanpa Membakar

NGABANG – Petani di Dusun Tebuan Bangan Desa Mandor Kiru Kecamatan Jelimpo mulai mengembangkan pola penanaman padi gadu pada tahun ini. Bekerjasama dengan Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan (BP2K), dan suntikan modal dari pihak ketiga, dua kelompok tani setempat menginisisasi program tersebut, Jumat (6/3).

Adalah Bhabinkamtibmas Bripka Viktorius Pridoni menjadi pencetus ide sekaligus fasilitator bagi desa binaannya tersebut. Padi gadu merupakan padi yang ditanam di ujung musim hujan, untuk dapat dipanen pada masa musim kemarau.

Dengan mengandeng BP2K jelimpo dan CU. Baharta, Bhabinkamtibmas Bripka Viktorius Pridoni menginginkan 2 poktan di desa binaannya ini terbantu dalam menanam padi gadu.

“Saya gandeng BP2K supaya para petani mendapat penjelasan bagaimana teknis menanam padi gadu ” ungkap Bripka Viktorius, Minggu (8/3). “Untuk pendanaan saya minta bantuan CU Baharta dalam memberikan pinjaman modal, sedangkan untuk pupuk, pestisida dan lain – lain diharapkan PT DGW bisa mengakomodasi keperluan para petani,” tambahnya.

Baca Juga :  Pondasi Amblas, Ruko Miring dan Nyaris Roboh di Ngabang

Ia sendiri telah membuat demplot padi sejak lima bulan lalu. Terbukti berhasil, upayanya untuk meyakinkan berbuah manis. “Melihat itu (demplot) yang saya buat, banyak para petani mulai tertarik menanam padi. Dan saya bersyukur para petani mulai beralih pola bertani modern,” katanya.

Bagi Viktorius, keinginannya memperkenalkan dan mengajak para petani menanam padi gadu untuk meminimalisir para petani membuka lahan secara besar – besaran di musim kemarau dengan membakar.

“Jika sudah terbangun tanaman padi gadu, kan memperkecil ruang para petani membakar lahan disaat musim kemarau. Padi gadu memiliki nilai ekonomi cukup bagus karena disaat petani lain mulai menanam, kita malah panen. Harga padi kita akan jadi lebih menguntungkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sidak Bahan Pangan Jelang Lebaran di Landak

Sementara itu, Kepala BP2K Jelimpo Firminus mengatakan antusias para petani cukup tinggi setelah melihat keberhasilan Bhabinkamtibmas pada demplot yang dibuatnya. “Saat ini kami dari BP2K Jelimpo telah melakukan penyusunan RDK (Rencana Definitif Kebutuhan) dan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan) untuk masa tanam padi gadu 2020,” ujar Firminus.

Salah seorang penyuluh pertanian BP2K Jelimpo Atin juga turut menjelaskan bahwa dengan adanya RDK dan RDKK, petani menjadi tahu bagaimana cara bercocok tanam mengunakan teknologi tepat anjuran.

“Petani mendapat gambaran seberapa banyak kebutuhannya terhadap benih, pupuk, herbisida, insektisida, pungisida dan racun tikus serta Hari Orang Kerja (HOK) dalam satu periode tanam,” papar Atin. (mif)

Cara Baru Buka Lahan Tanpa Membakar

NGABANG – Petani di Dusun Tebuan Bangan Desa Mandor Kiru Kecamatan Jelimpo mulai mengembangkan pola penanaman padi gadu pada tahun ini. Bekerjasama dengan Badan Penyuluh Pertanian Kecamatan (BP2K), dan suntikan modal dari pihak ketiga, dua kelompok tani setempat menginisisasi program tersebut, Jumat (6/3).

Adalah Bhabinkamtibmas Bripka Viktorius Pridoni menjadi pencetus ide sekaligus fasilitator bagi desa binaannya tersebut. Padi gadu merupakan padi yang ditanam di ujung musim hujan, untuk dapat dipanen pada masa musim kemarau.

Dengan mengandeng BP2K jelimpo dan CU. Baharta, Bhabinkamtibmas Bripka Viktorius Pridoni menginginkan 2 poktan di desa binaannya ini terbantu dalam menanam padi gadu.

“Saya gandeng BP2K supaya para petani mendapat penjelasan bagaimana teknis menanam padi gadu ” ungkap Bripka Viktorius, Minggu (8/3). “Untuk pendanaan saya minta bantuan CU Baharta dalam memberikan pinjaman modal, sedangkan untuk pupuk, pestisida dan lain – lain diharapkan PT DGW bisa mengakomodasi keperluan para petani,” tambahnya.

Baca Juga :  Gelar Open House, Bupati Undang Seluruh Masyarakat Landak

Ia sendiri telah membuat demplot padi sejak lima bulan lalu. Terbukti berhasil, upayanya untuk meyakinkan berbuah manis. “Melihat itu (demplot) yang saya buat, banyak para petani mulai tertarik menanam padi. Dan saya bersyukur para petani mulai beralih pola bertani modern,” katanya.

Bagi Viktorius, keinginannya memperkenalkan dan mengajak para petani menanam padi gadu untuk meminimalisir para petani membuka lahan secara besar – besaran di musim kemarau dengan membakar.

“Jika sudah terbangun tanaman padi gadu, kan memperkecil ruang para petani membakar lahan disaat musim kemarau. Padi gadu memiliki nilai ekonomi cukup bagus karena disaat petani lain mulai menanam, kita malah panen. Harga padi kita akan jadi lebih menguntungkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tak Perlu Panik, Pemkab Pastikan Stok Sembako Aman

Sementara itu, Kepala BP2K Jelimpo Firminus mengatakan antusias para petani cukup tinggi setelah melihat keberhasilan Bhabinkamtibmas pada demplot yang dibuatnya. “Saat ini kami dari BP2K Jelimpo telah melakukan penyusunan RDK (Rencana Definitif Kebutuhan) dan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan) untuk masa tanam padi gadu 2020,” ujar Firminus.

Salah seorang penyuluh pertanian BP2K Jelimpo Atin juga turut menjelaskan bahwa dengan adanya RDK dan RDKK, petani menjadi tahu bagaimana cara bercocok tanam mengunakan teknologi tepat anjuran.

“Petani mendapat gambaran seberapa banyak kebutuhannya terhadap benih, pupuk, herbisida, insektisida, pungisida dan racun tikus serta Hari Orang Kerja (HOK) dalam satu periode tanam,” papar Atin. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/