alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Cegah Kebakaran Meluas Akibat Korsleting Listrik

NGABANG – Satpol PP Kabupaten Landak menggelar pelatihan bagi Petugas PT. PLN (Persero) Rayon Ngabang, Rabu (7/4).

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Landak Daniel mengatakan, pihaknya memberikan latihan dan simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT).

Sepuluh petugas layanan dan petugas pengamanan kantor PLN. Saat dilapangan Kabid Damkar Daniel mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi personel PLN agar memiliki kemampuan dalam mencegah dan mengendalikan bahaya kebakaran.

“Tujuan kegiatan ini kita laksanakan supaya para personil PLN memiliki keahlian dan kemampuan didalam mencegah, pemadaman dan pengendalian bahaya kebakaran. Petugas PLN tugasnya berkaitan dengan kelistrikan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi korsleting listrik sehingga bisa menyebabkan kebakaran,” ungkap Daniel di Ngabang.

Baca Juga :  Empat Belas Ruko Hangus Dilahap Api

Sementara itu, Kasatpol-PP Kabupaten Landak Wibersono L Djait menjelaskan seorang petugas lapangan harus memiliki kemampuan dalam menangani bahaya kebakaran. Hal itu penting guna meminimalisir terjadinya kebakaran akibat korselting listrik yang ditangani petugas PLN.

“Kegiatan ini sangat penting dan tepat untuk memberikan pembekalan dan kemampuan bagi para petugas untuk melakukan pemadaman dini jika terjadi kebakaran akibat bahaya listrik yang tidak terkendalikan,” ungkapnya.

Wibersono menjelaskan, pemadaman dini kebakaran ini sering menjadi fatal karena petugas tidak dibekali teknis pencegahan dan penanganan. “Mental dan kemampuan kita sangat kurang, akibatnya terjadi kepanikan sehingga api yang masih kecil akhirnya ditinggal lari begitu saja dan akhirnya menjadi kebakaran besar yg dapat menghabiskan harta benda bahkan jiwa,” jelas Wibersono.

Baca Juga :  Satu Tenaga Medis di Landak Sembuh dari Covid-19, Langsung Kembali Bekerja

Sementara itu Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengapresiasi adanya kegiatan ini serta berharap kegiatan serupa juga dapat dilaksanakan bagi tempat pelayanan publik bahkan warga sipil.

“Kita sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini dan Saya berharap pelatihan ini dapat diberikan juga bagi petugas pelayanan publik bahkan bila memungkinkan warga sipil yang kita anggap mampu dan tanggap dalam situasi agar Kita bisa mencegah secara dini kejadian kebakaran,” kata Bupati Landak. (mif)

NGABANG – Satpol PP Kabupaten Landak menggelar pelatihan bagi Petugas PT. PLN (Persero) Rayon Ngabang, Rabu (7/4).

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Landak Daniel mengatakan, pihaknya memberikan latihan dan simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT).

Sepuluh petugas layanan dan petugas pengamanan kantor PLN. Saat dilapangan Kabid Damkar Daniel mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi personel PLN agar memiliki kemampuan dalam mencegah dan mengendalikan bahaya kebakaran.

“Tujuan kegiatan ini kita laksanakan supaya para personil PLN memiliki keahlian dan kemampuan didalam mencegah, pemadaman dan pengendalian bahaya kebakaran. Petugas PLN tugasnya berkaitan dengan kelistrikan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi korsleting listrik sehingga bisa menyebabkan kebakaran,” ungkap Daniel di Ngabang.

Baca Juga :  Gelar Doa dan Keakraban Makan Bersama

Sementara itu, Kasatpol-PP Kabupaten Landak Wibersono L Djait menjelaskan seorang petugas lapangan harus memiliki kemampuan dalam menangani bahaya kebakaran. Hal itu penting guna meminimalisir terjadinya kebakaran akibat korselting listrik yang ditangani petugas PLN.

“Kegiatan ini sangat penting dan tepat untuk memberikan pembekalan dan kemampuan bagi para petugas untuk melakukan pemadaman dini jika terjadi kebakaran akibat bahaya listrik yang tidak terkendalikan,” ungkapnya.

Wibersono menjelaskan, pemadaman dini kebakaran ini sering menjadi fatal karena petugas tidak dibekali teknis pencegahan dan penanganan. “Mental dan kemampuan kita sangat kurang, akibatnya terjadi kepanikan sehingga api yang masih kecil akhirnya ditinggal lari begitu saja dan akhirnya menjadi kebakaran besar yg dapat menghabiskan harta benda bahkan jiwa,” jelas Wibersono.

Baca Juga :  Pabrik Kopi di Batu Layang Terbakar

Sementara itu Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengapresiasi adanya kegiatan ini serta berharap kegiatan serupa juga dapat dilaksanakan bagi tempat pelayanan publik bahkan warga sipil.

“Kita sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini dan Saya berharap pelatihan ini dapat diberikan juga bagi petugas pelayanan publik bahkan bila memungkinkan warga sipil yang kita anggap mampu dan tanggap dalam situasi agar Kita bisa mencegah secara dini kejadian kebakaran,” kata Bupati Landak. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/