alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Desa di Landak Mulai Salurkan BLT Dana Desa

LANDAK – Penyaluran bantuan langsung tuni dana desa (BLT-DD) di Kabupaten Landak sudah dilakukan sejak 22 Mei 2020. Di Des Sebatih, Kecamatan Sengah Temila diserahkan oleh Sekretaris Pemkab Landak, Vinsensius didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Mardimo, dan beberapa staf Pemkab Landak.

Kepala Dinas PMPD Landak, Mardimo mengatakan, hingga 9 Juni 2020, sudah ada delapan desa yang menyalurkan bantuan tersebut, yakni Desa Sebatih, Keranji Paidang, Aur Sampuk, Tenguwe, Agak, Papung, Mandor Kiru, dan Amboyo Selatan.

“Penyaluran BLT Dana Desa tahap satu dilakukan secara tunai dan nontunai,” kata Mardimo, kemarin.

Ada satu desa yang menyalurkn secara nontunai yang bekerjasama dengan Bank Kalbar.

Mardimo menambahkan, BLT Dana Desa ini dapat disalurkan sesegera mungkin oleh pemerintah desa kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Target penyaluran tahap satu ini
diupayakan selesai sampai dengan minggu kedua bulan Juni sehingga dapat membantu warga miskin yang terdampak Covid 19.

Baca Juga :  Satu Lagi Pasien Covid-19 Asal Landak Meninggal

Camat Jelimpo, Vietra Triana mengatakan, kecamatan yang dipimpinnya sudah ada dua desa yang menyalurkn bantuan tersebut, yakni Desa Papung dan Desa Mandor Kiru. Desa Papung.

“Penyaluran tahap satu dilakukan secara nontunai yang bekerjasama dengan Bank Kalbar Cabang Ngabang,” kata Vietra.

Vietra menambahkan, untuk Desa Mandor Kiru dilakukan secara tunai pada tahap satu. Tahap berikutnya akan dilakukan secara nontunai.

Dari 13 desa, ada tersisa 11 desa yang masih melakukan proses baik musyawarah desa khusus maupun pemenuhan administrasi pengajuan pencairan.

Vietra berharap 11 desa yang belum melakukan pencairan tersebut agar dapat sesegera mungkin menyelesaikan proses sesuai ketentuan. “Saya sarankan desa bisa menyalurkan bantuan secara nontunai. Ini edukasi bagi warga untuk mulai menabung,” katanya.

Baca Juga :  Dukcapil Buka Selama Pandemi, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Koordinator Kabupaten P3MD Kabupaten Landak, Joni Kurnia mengharapkan tenaga pendamping profesional (TPP) baik pendamping desa maupun pendamping lokal desa untuk terus mengawal proses kegiatan baik sebelum penyaluran maupun saat penyaluran.

“Pengawalan proses ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya permasalahan di lapangan. Pemerintah desa dapat bekerja sesuai regulasi yang ditetapkan terutama transparansi dan akutanbilitasnya,” katanya.(*/mnk)

LANDAK – Penyaluran bantuan langsung tuni dana desa (BLT-DD) di Kabupaten Landak sudah dilakukan sejak 22 Mei 2020. Di Des Sebatih, Kecamatan Sengah Temila diserahkan oleh Sekretaris Pemkab Landak, Vinsensius didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Mardimo, dan beberapa staf Pemkab Landak.

Kepala Dinas PMPD Landak, Mardimo mengatakan, hingga 9 Juni 2020, sudah ada delapan desa yang menyalurkan bantuan tersebut, yakni Desa Sebatih, Keranji Paidang, Aur Sampuk, Tenguwe, Agak, Papung, Mandor Kiru, dan Amboyo Selatan.

“Penyaluran BLT Dana Desa tahap satu dilakukan secara tunai dan nontunai,” kata Mardimo, kemarin.

Ada satu desa yang menyalurkn secara nontunai yang bekerjasama dengan Bank Kalbar.

Mardimo menambahkan, BLT Dana Desa ini dapat disalurkan sesegera mungkin oleh pemerintah desa kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Target penyaluran tahap satu ini
diupayakan selesai sampai dengan minggu kedua bulan Juni sehingga dapat membantu warga miskin yang terdampak Covid 19.

Baca Juga :  Banyuke Hulu Gelar Musrenbang

Camat Jelimpo, Vietra Triana mengatakan, kecamatan yang dipimpinnya sudah ada dua desa yang menyalurkn bantuan tersebut, yakni Desa Papung dan Desa Mandor Kiru. Desa Papung.

“Penyaluran tahap satu dilakukan secara nontunai yang bekerjasama dengan Bank Kalbar Cabang Ngabang,” kata Vietra.

Vietra menambahkan, untuk Desa Mandor Kiru dilakukan secara tunai pada tahap satu. Tahap berikutnya akan dilakukan secara nontunai.

Dari 13 desa, ada tersisa 11 desa yang masih melakukan proses baik musyawarah desa khusus maupun pemenuhan administrasi pengajuan pencairan.

Vietra berharap 11 desa yang belum melakukan pencairan tersebut agar dapat sesegera mungkin menyelesaikan proses sesuai ketentuan. “Saya sarankan desa bisa menyalurkan bantuan secara nontunai. Ini edukasi bagi warga untuk mulai menabung,” katanya.

Baca Juga :  Berawal Dari Kecurigaan, Warga Bekuk Pelaku Penggelapan Motor

Koordinator Kabupaten P3MD Kabupaten Landak, Joni Kurnia mengharapkan tenaga pendamping profesional (TPP) baik pendamping desa maupun pendamping lokal desa untuk terus mengawal proses kegiatan baik sebelum penyaluran maupun saat penyaluran.

“Pengawalan proses ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya permasalahan di lapangan. Pemerintah desa dapat bekerja sesuai regulasi yang ditetapkan terutama transparansi dan akutanbilitasnya,” katanya.(*/mnk)

Most Read

Artikel Terbaru

/