alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

PPDB Masih Konvensional, Sekolah Terapkan Protokol Ketat

NGABANG – Tahapan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di tengah pandemi mulai berjalan. Prosesnya dilakukan secara daring. Di Kabupaten Landak, pendaftaran masih menggunakan tatap muka karena tak semua calon siswa dapat mengakses internet.

Pada pelaksanaan PPDB tahun ini, sebetulnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar telah menyiapkan skema pendaftaran secara daring. Melalui sebuah aplikasi khusus, para calon siswa dipersilahkan untuk membuat akun dan mengunggah persyaratan di akun tersebut.

Tahun ini memang ada beberapa tahapan dalam PPDB. Selama rentang waktu 2 – 13 Juni 2020 adalah masa pra pendaftaran bagi calon siswa yang ingin mendaftar ke SMK/SMA Negeri. Setelah itu, barulah mereka dapat mendaftar pada 22-25 Juni mendatang.

Namun, tampaknya tak semua siswa dapat mengakses pendaftaran daring tersebut. Tampak di SMKN 1 Ngabang misalnya, sejumlah calon siswa berbondong datang untuk mendaftar. Para petugas membantu memmbuatkan akun dan mengunggah sejumlah persyaratan. Pihak sekolah harus mendirikan posko PPDB.

Baca Juga :  Tes SKD Siap Digelar

Posko tersebut berfungsi untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang ingin mendaftar. Hal itu untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan ketika mendaftar. Misalnya, kesulitan mengakses jaringan internet.

“Nanti operator yang membantu calon siswa ini mendaftar. Ketika ada siswa mengadu tidak bisa masuk atau tidak terkoneksi, panitia harus siap membantu,” jelas Kepala SMKN 1 Ngabang Dominikus Dasit ditemui Kamis (4/6).

Para calon siswa, kata dia tak semuanya memiliki akses internet. Terlihat dari masih banyaknya siswa yang datang langsung untuk meminta bantuan mendaftar secara daring. “Jadi mereka harus berada di daerah yang memiliki koneksi internet. Akan tetapi seperti kita tahu tak semua wilayah di Landak memiliki internet,” kata Domi, panggilan karibnya.

Selama pandemi Covid-19 ini, kata dia proses pendaftaran juga mengacu pada SE Mendikbud 4/2020, bahwa segala sesuatu tidak diperbolehkan untuk menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

Di dalam proses pendaftaran, jangan sampai ada calon siswa yang berkumpul di sekolah. Maka dari itu, selama masa pra pendaftaran ini pihak sekolah diminta untuk mempersiapkan protokol pencegahan Covid-19.

Baca Juga :  Pemkab Landak Siapkan Laboratorium Tes Covid-19

“Khusus persiapan di sekolah, untuk mengantisipasi itu kita sudah siap. Mulai dari gerbang masuk, sudah ada imbauan protokol kesehatan. di dalam, sema panitia sudah disiapkan dengan masker dan pelindung wajah. Semua meja juga sudah memiliki pembatas jarak. Juga tempat mencuci tangan sudah kita siapkan,” jelasnya.

Ia mengatakan, pada masa pra pendaftaran memang tak begitu banyak siswa yang hadir sehingga pihaknya tak perlu memantau secara ketat pelaksanaan protokol. Akan tetapi, pada masa pendaftaran dan penyerahan berkas pada 22-25 Juni mendatang, ia memprediksi calon siswa yang datang ke sekolah akan membludak.

“Kita lihat nanti, mereka harus menyerahkan berkas fisik kepada kami. Paling tidak di situ nanti yang kami harus maksimal mengawasi protokol kesehatan ini. Mudah-mudahan calon peserta didik bisa paham dengan hal ini,” tutup Domi. (mif)

NGABANG – Tahapan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di tengah pandemi mulai berjalan. Prosesnya dilakukan secara daring. Di Kabupaten Landak, pendaftaran masih menggunakan tatap muka karena tak semua calon siswa dapat mengakses internet.

Pada pelaksanaan PPDB tahun ini, sebetulnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar telah menyiapkan skema pendaftaran secara daring. Melalui sebuah aplikasi khusus, para calon siswa dipersilahkan untuk membuat akun dan mengunggah persyaratan di akun tersebut.

Tahun ini memang ada beberapa tahapan dalam PPDB. Selama rentang waktu 2 – 13 Juni 2020 adalah masa pra pendaftaran bagi calon siswa yang ingin mendaftar ke SMK/SMA Negeri. Setelah itu, barulah mereka dapat mendaftar pada 22-25 Juni mendatang.

Namun, tampaknya tak semua siswa dapat mengakses pendaftaran daring tersebut. Tampak di SMKN 1 Ngabang misalnya, sejumlah calon siswa berbondong datang untuk mendaftar. Para petugas membantu memmbuatkan akun dan mengunggah sejumlah persyaratan. Pihak sekolah harus mendirikan posko PPDB.

Baca Juga :  Warga Tolok Suplai Kayu Bakar Untuk Dapur Umum TMMD

Posko tersebut berfungsi untuk memberikan pendampingan kepada siswa yang ingin mendaftar. Hal itu untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan ketika mendaftar. Misalnya, kesulitan mengakses jaringan internet.

“Nanti operator yang membantu calon siswa ini mendaftar. Ketika ada siswa mengadu tidak bisa masuk atau tidak terkoneksi, panitia harus siap membantu,” jelas Kepala SMKN 1 Ngabang Dominikus Dasit ditemui Kamis (4/6).

Para calon siswa, kata dia tak semuanya memiliki akses internet. Terlihat dari masih banyaknya siswa yang datang langsung untuk meminta bantuan mendaftar secara daring. “Jadi mereka harus berada di daerah yang memiliki koneksi internet. Akan tetapi seperti kita tahu tak semua wilayah di Landak memiliki internet,” kata Domi, panggilan karibnya.

Selama pandemi Covid-19 ini, kata dia proses pendaftaran juga mengacu pada SE Mendikbud 4/2020, bahwa segala sesuatu tidak diperbolehkan untuk menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

Di dalam proses pendaftaran, jangan sampai ada calon siswa yang berkumpul di sekolah. Maka dari itu, selama masa pra pendaftaran ini pihak sekolah diminta untuk mempersiapkan protokol pencegahan Covid-19.

Baca Juga :  Pemkab Landak Siapkan Laboratorium Tes Covid-19

“Khusus persiapan di sekolah, untuk mengantisipasi itu kita sudah siap. Mulai dari gerbang masuk, sudah ada imbauan protokol kesehatan. di dalam, sema panitia sudah disiapkan dengan masker dan pelindung wajah. Semua meja juga sudah memiliki pembatas jarak. Juga tempat mencuci tangan sudah kita siapkan,” jelasnya.

Ia mengatakan, pada masa pra pendaftaran memang tak begitu banyak siswa yang hadir sehingga pihaknya tak perlu memantau secara ketat pelaksanaan protokol. Akan tetapi, pada masa pendaftaran dan penyerahan berkas pada 22-25 Juni mendatang, ia memprediksi calon siswa yang datang ke sekolah akan membludak.

“Kita lihat nanti, mereka harus menyerahkan berkas fisik kepada kami. Paling tidak di situ nanti yang kami harus maksimal mengawasi protokol kesehatan ini. Mudah-mudahan calon peserta didik bisa paham dengan hal ini,” tutup Domi. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/