alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Heboh Gempa Landak, Warga Dengar Dentuman dari Dalam Tanah

NGABANG – Masyarakat Dusun Lintah Desa Keranji Mancal Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak dihebohkan dengan getaran tanah seperti gempa yang terjadi pada Sabtu (9/1). Warga mendengar suara dentuman dari dalam tanah disertai getaran selama beberapa detik. Getaran tersebut terjadi sebanyak delapan kali.

“Total getaran sebanyak delapan kali, jam 08.30-13.50 wib sebanyak 4 kali, jam 13.55wib 1 kali, jam 14.05 wib 1 kali, jam 19.52 wib 1 kali dan jam 21.15 wib 1 kali,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Herman Masnur saat dihubungi Pontianak Post, Minggu (10/1).

Ia mengatakan, getaran tanah tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada rumah warga. Memang, warga sempat panik dan sebagian langsung berlarian keluar rumah.

Baca Juga :  HUT ke-20 Pemkab Landak, Bupati Tutup Kegiatan di Malam Puncak

“Hasil pemantauan Pusat Gempa BMKG berdasarkan data dari Stasiun SSKI (Singkawang), STKI (Sintang) dan Stasiun lain pada pukul 08.00 WIB dan pukul 13.40 WIB tdk terindikasi adanya kejadian gempa bumi,” jelasnya.

Berdasarkan data akumulasi curah hujan yang teramati pada GSMAP telah terjadi hujan intensitas lebat lebih dari 50mm/hari pada tanggal 7 dan 8 Januari 2021. Potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Barat diprakirakan masih akan berlangsung hingga tanggal 14 Januari 2021.

Sedangkan menurut Kasat Pol PP Landak, Wibersono L Djait melalui Kabid Damkar, Daniel menjelaskan sempat terjadi beberapa kali ledakan keras di sertai dengan getaran. “Lama durasi getaran tanah antara 5 hingga 10 detik setiap getaran,” katanya.

Baca Juga :  Lepas Atlet Kejurnas Bola Voli U-17 Di Sidoarjo

Selama getaran tanah terjadi tidak ada korban maupun kerusakan yang berarti pada bangunan maupan jiwa.

“Untuk penangan bencana ini, Damkar Satpol-PP Landak menurunkan 8 orang personel, BPBD Landak sebanyak 2 personel dan Kelompok relawan Damkar Sappakad sebanyak 3 orang guna investigasi serta siaga evakuasi dan penyelamatan,” pungkasnya. (mif)

NGABANG – Masyarakat Dusun Lintah Desa Keranji Mancal Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak dihebohkan dengan getaran tanah seperti gempa yang terjadi pada Sabtu (9/1). Warga mendengar suara dentuman dari dalam tanah disertai getaran selama beberapa detik. Getaran tersebut terjadi sebanyak delapan kali.

“Total getaran sebanyak delapan kali, jam 08.30-13.50 wib sebanyak 4 kali, jam 13.55wib 1 kali, jam 14.05 wib 1 kali, jam 19.52 wib 1 kali dan jam 21.15 wib 1 kali,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Herman Masnur saat dihubungi Pontianak Post, Minggu (10/1).

Ia mengatakan, getaran tanah tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada rumah warga. Memang, warga sempat panik dan sebagian langsung berlarian keluar rumah.

Baca Juga :  Banjir Rendam 3 Dusun di 2 Kecamatan di Landak, Ratusan Rumah Terendam

“Hasil pemantauan Pusat Gempa BMKG berdasarkan data dari Stasiun SSKI (Singkawang), STKI (Sintang) dan Stasiun lain pada pukul 08.00 WIB dan pukul 13.40 WIB tdk terindikasi adanya kejadian gempa bumi,” jelasnya.

Berdasarkan data akumulasi curah hujan yang teramati pada GSMAP telah terjadi hujan intensitas lebat lebih dari 50mm/hari pada tanggal 7 dan 8 Januari 2021. Potensi hujan lebat di wilayah Kalimantan Barat diprakirakan masih akan berlangsung hingga tanggal 14 Januari 2021.

Sedangkan menurut Kasat Pol PP Landak, Wibersono L Djait melalui Kabid Damkar, Daniel menjelaskan sempat terjadi beberapa kali ledakan keras di sertai dengan getaran. “Lama durasi getaran tanah antara 5 hingga 10 detik setiap getaran,” katanya.

Baca Juga :  Vaksinasi Dosis Kedua Landak Dimulai

Selama getaran tanah terjadi tidak ada korban maupun kerusakan yang berarti pada bangunan maupan jiwa.

“Untuk penangan bencana ini, Damkar Satpol-PP Landak menurunkan 8 orang personel, BPBD Landak sebanyak 2 personel dan Kelompok relawan Damkar Sappakad sebanyak 3 orang guna investigasi serta siaga evakuasi dan penyelamatan,” pungkasnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/