alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Seorang Wanita Ditemukan Tergantung di Pohon Jambu

PAHAUMAN – Seorang warga Dusun Terindak, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, ditemukan tewas tergantung di pohon jambu, Selasa (9/2) pagi. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan, berusia 19 tahun. Ia pertama kali ditemukan tergantung di pohon jambu oleh sang bibi, Sirim (53).

Kapolsek Sengah Temila, Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, berdasarkan laporan yang diterimanya, Sirim keluar rumah untuk memberi makan ternak babi. Tak jauh dari lokasi memberi makan babi, Sirim, menurutnya, menemukan sosok manusia tergantung di atas pohon. “Ia lantas kaget dan ketakutan. Ia berteriak memberi tahu sang suami, Amas atas kejadian tersebut,” kata dia.

Baca Juga :  Sosialisasi Prokes ke Tenaga Pengajar

Amas, menurut Kapolsek, saat itu hendak pergi menoreh karet, namun kaget mendengar teriakan sang istri. “Kemudian keluar rumah dan menanyakan istrinya ada apa, istri menjawab ada orang tergantung di pohon jambu, dan tidak lama istrinya langsung pingsan,” jelas Kapolsek.

Amas, menurut Kapolsek, kemudian membawa sang istri ke dalam rumah sambil berteriak meminta pertolongan. Dia menambahkan, saat keluar melihat ke pohon jambu, betapa kagetnya Amas melihat keponakannya sudah tergantung. “Ia lalu memeluk kaki korban, menahan agar tak tergantung,” timpal Kapolsek.

Kemudian, diceritakan Kapolsek bahwa datang warga setempat, Aleman, memotong tali gantung yang terbuat dari kulit kayu. Korban, menurutnya, kemudian dibawa ke rumah orang tuanya tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Sembilan Ruko Hangus Dilahap Jago Merah

Kapolsek menerangkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki sifat tertutup semasa hidup, baik kepada orang tua atau temannya. Korban pun berdasarkan laporan yang diterimanya, sudah tidak bersekolah lagi sejak lulus SMP pada 2019 lalu.

Berdasarkan laporan yang diterima Kapolsek bahwa mendiang WS kali terakhir terlihat oleh orang tuanya keluar dari rumah sekitar pukul 21.00 WIB untuk berkumpul bersama teman sekampung. Sekitar pukul 23.00 WIB, dia menambahkan bahwa ada warga yang melihat korban pulang ke arah rumahnya.

“Dari hasil pemeriksaan medis, dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat ini murni gantung diri,” pungkas Kapolsek. (mif)

PAHAUMAN – Seorang warga Dusun Terindak, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, ditemukan tewas tergantung di pohon jambu, Selasa (9/2) pagi. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan, berusia 19 tahun. Ia pertama kali ditemukan tergantung di pohon jambu oleh sang bibi, Sirim (53).

Kapolsek Sengah Temila, Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan, penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, berdasarkan laporan yang diterimanya, Sirim keluar rumah untuk memberi makan ternak babi. Tak jauh dari lokasi memberi makan babi, Sirim, menurutnya, menemukan sosok manusia tergantung di atas pohon. “Ia lantas kaget dan ketakutan. Ia berteriak memberi tahu sang suami, Amas atas kejadian tersebut,” kata dia.

Baca Juga :  Sebelas Hari Hilang, Supandi Warga Dusun Seledok Belum Ditemukan

Amas, menurut Kapolsek, saat itu hendak pergi menoreh karet, namun kaget mendengar teriakan sang istri. “Kemudian keluar rumah dan menanyakan istrinya ada apa, istri menjawab ada orang tergantung di pohon jambu, dan tidak lama istrinya langsung pingsan,” jelas Kapolsek.

Amas, menurut Kapolsek, kemudian membawa sang istri ke dalam rumah sambil berteriak meminta pertolongan. Dia menambahkan, saat keluar melihat ke pohon jambu, betapa kagetnya Amas melihat keponakannya sudah tergantung. “Ia lalu memeluk kaki korban, menahan agar tak tergantung,” timpal Kapolsek.

Kemudian, diceritakan Kapolsek bahwa datang warga setempat, Aleman, memotong tali gantung yang terbuat dari kulit kayu. Korban, menurutnya, kemudian dibawa ke rumah orang tuanya tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Truk Gilas Motor di Sengah Temila

Kapolsek menerangkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki sifat tertutup semasa hidup, baik kepada orang tua atau temannya. Korban pun berdasarkan laporan yang diterimanya, sudah tidak bersekolah lagi sejak lulus SMP pada 2019 lalu.

Berdasarkan laporan yang diterima Kapolsek bahwa mendiang WS kali terakhir terlihat oleh orang tuanya keluar dari rumah sekitar pukul 21.00 WIB untuk berkumpul bersama teman sekampung. Sekitar pukul 23.00 WIB, dia menambahkan bahwa ada warga yang melihat korban pulang ke arah rumahnya.

“Dari hasil pemeriksaan medis, dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat ini murni gantung diri,” pungkas Kapolsek. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/